Spesial chapter buat kalian 😆😆😆
Double Up yuhuuu 😍😍😍
Happy Reading.....
"Kau kakakku?"
Jantung Seokjin berdentum sungguh kencang, nafasnya berhembus penuh keributan, tangannya mendadak gemetar dan melemas. Seokjin terkejut dan tak akan percaya tentang tanya sang adik baru saja.
"Apa benar kau kakakku?" Tanya Jungkook sekali lagi. Manik indah itu perlahan meluruhkan air matanya. Tak kuasa bertanya demikian tapi dia harus menanyakannya.
Mata Seokjin memanas, mengumpulkan butir-butir hangat yang kian menumpuk. Sejak kapan adiknya tahu tentang hal itu? Seokjin bahkan belum ingin mengatakannya. Dia berusaha menutupinya hingga waktu yang akan datang.
"Jung - "
"Jawab aku!"
Seokjin tak mampu menjawab. Pandangannya menurun, kepalanya menunduk dan tubuhnya melemas. Ingin mengiyakan namun ia tak sanggup. Jungkook nampak sangat kacau, dia bahkan menangis sekarang.
"Jangan tutupi ini lagi, hyung. Kumohon. Aku sudah tahu semuanya." Ucap Jungkook dengan linangan air mata yang semakin deras. Seokjin mendongakkan kepala, menatap kedua manik Jungkook yang basah.
"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Tanya Seokjin bergetar. Seokjin tak dapat menyangka Jungkook akan tahu secepat ini.
Jungkook menggeleng, jadi benar dia kakak kandungnya? Jadi apa yang telah ia dengar saat dirinya koma dirumah sakit itu benar? Semuanya bukan mimpi? Jungkook benar-benar tidak bisa mencerna semua ini.
"Jadi semua itu benar? Aku mendengar kalian membicarakanku. Aku mendengar kau dan ayah berdebat karenaku. Meskipun aku koma, aku masih bisa mendengar suara kalian."
Ungkapan Jungkook sontak membuat Seokjin terperanga. Jadi Jungkook tahu semuanya dari percakapannya dengan Namjoon di rumah sakit? Lalu sejauh mana adiknya mengetahuinya dan merahasiakannya dari dirinya?
"Hyung, jebal. Kumohon, hentikan... Hentikan tindakanmu untuk merebutku dari ayah..."
Seokjin semakin terperanjat, dia tak menyangka adiknya akan berkata seperti itu. Dia berusaha mengambil adik kandungnya sendiri, dia ingin hidup bersama Jungkook, tapi Jungkook justru tak mengizinkan.
Seokjin menatap manik Jungkook yang telah membengkak.
"Jungkook, apa maksudmu?"
"Hyung, jangan tuntut ayah. Aku tahu kau tengah berusaha merebutku darinya. Aku mohon, ayah tidak bersalah. Aku tidak ingin melihat ayahku menangis hyung... Hiks... Ayah kacau hyung... Dia menangis setiap malam... Hiks...." Jungkook menangis keras. Dia teringat setiap malam Namjoon tak bisa tidur dengan nyenyak. Setiap malam Namjoon akan menangis sendiri di sampingnya seraya mengelus tubuhnya. Dia memohon padanya agar tak pergi meninggalkannya sendiri. Jungkook tidak tidur, Jungkook mendengar itu walau ia harus berpura-pura tidur. Namjoon ayahnya tengah rapuh, Jungkook tidak ingin ayahnya semakin lemah dan sakit.
Melihat Jungkook menangis keras, Seokjin tentu tak akan tega. Dia raih tubuh kurus adiknya, dia dekap di dadanya, seketika ia merasakan linangan air mata Jungkook terus membobol maniknya hingga rasanya menembus kaos yang ia kenakan. Tubuh Jungkook bahkan terhentak-hentak karena isakannya yang begitu keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gwenchana, Hyungnim
FanfictionJeon Seokjin dan Jeon Jungkook harus berpisah dengan kedua orang tuanya dalam insiden kebakaran rumah. Kejadian tragis yang menimpa keluarganya membuat dirinya harus hidup dalam sebuah panti asuhan. Alih-alih ingin selalu bersama dengan Jungkook, Se...
