Hari ketiga ujian praktek, Chenle disibukkan dengan beberapa materi ujian yang memang agak berat daripada ujian tertulis, seperti hari ini ia dan teman temannya mengadakan pameran di kelasnya untuk mengambil nilai ujian prakter seni budaya.
Chenle dan Jaemin memeriksa barang barang yang layak untuk di taruh di tengah tengah kelas, Jaemin sesekali menginap di rumah Chenle agar bisa membawa barang yang dibutuhkan untuk ujian praktek bersama.
Semenjak Chenle memberikan pesan kepada Jisung dan respon yang begitu mengejutkannya, Chenle lebih banyak diam dan berusaha menghindar dari Jisung.
Tampaknya juga Jisung seperti tidak pernah membalas chat Chenle dengan respon seperti kemarin.
Teman-teman sekelasnya berada di depan kelas karena melayani pembeli yang membeli makanan di stand bazar kelasnya.
Chenle hanya sendiri di dalam kelas, memainkan ponselnya, menjaga pintu dan menyambut orang yang masuk ke kelasnya untuk melihat pameran.
Tiba-tiba, Chenle mendengar suara orang yang memanggilnya dan meminta sesuatu kepadanya.
"Chenle, lo ada spidol ga? buat tulis stand kelas kita" ucap Jisung yang berada tepat di depan Chenle.
"Pake Spidol papan tulis aja" jawab Chenle yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan mencari spidol yang diminta Jisung.
Setelah mendapatkannya, Chenle diminta untuk menuliskan apa yang diminta Jisung dan menuliskannya dengan tenang, tapi sesungguhnya jantungnya berdetak sangat cepat dari biasanya.
Setelah mendapatkan apa yang diminta, Jisung keluar kelas dan menghampiri stand bazar kelasnya.
"Gila, dia kok ngga kaya orang yang habis confess ya? apa jangan-jangan gue confess ke salah orang?" gumam Chenle sembari memainkan spidol kelasnya.
Dengan cepat Chenle menggelengkan kepalanya dan memainkan ponselnya kembali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pameran telah selesai dari 1 jam yang lalu, tapi Chenle dan Jaemin masih berada di kelas untuk makan siang, setelah ini mereka harus membersihkan sampah yang ada di kelasnya.
Jaemin memperhatikan Chenle yang diam saja sejak Chenle berada di kelas sendirian.
"Lo kenapa sih? kesambet pas sendirian di kelas tadi ya?" tanya Jaemin yang dihadiahi geplakan kencang di bahunya oleh Chenle.
"Gausah sembarangan" ucap Chenle yang melanjutkan makan dengan memutar bola matanya.
"Habisan, diem aja daritadi, kenapa lu" tanya Jaemin lagi sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.
"Tadi gue sempet berdua doang sama Jisung di kelas, dia minta tulisin stand gitu, tapi dia ga kaya orang habis confess, kok bisa ya?" jelas Chenle panjang lebar yang membuat Jaemin menunjukkan senyum lebarnya.
"Ya berarti dia pinter nyembunyiin lah, emang elu dideketin aja jantung lo udah disco" ucap Jaemin yang meledek Chenle, membuat Chenle mendengus kesal mendengarnya.
Chenle hanya diam dan menghabiskan makanannya dengan tenang, kemudian ia merapihkan mejanya.
"Nanti lo balik sama gue?" tanya Chenle kepada Jaemin yang masih meneruskan kegiatan makannya.
"Iya, kan barang gue masih ada di rumah lu" ucap Jaemin yang disahuti dengan anggukan pelan Chenle.
Mereka dan teman-teman sekelasnya mulai membersihkan kelasnya ketika sudah selesai makan, dan langsung pulang ke rumah, karena hari ini benar benar hari yang melelahkan.
Ingatkan Chenle untuk memperhatikan sekitarnya ya! karena ia sungguh tidak menyadari jika Jisung menatapnya dalam diam di tempat duduknya dengan sesekali tersenyum jika melihat Chenle marah kepada Jaemin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
haaaii!!
duh, maaf ya aku gantung setelah Jisung confess hahahahaha
aku minta maaf baru update karena aku bener bener manfaatin waktu liburanku, padahal sebentar lagi ending tapi aku malah ngulur ngulur, im sorry :(
btw, kalian sehat sehat yaa! semangat karena udah mulai nugas lagi!