Chenle dan teman temannya sekarang sedang memakan pizza yang mereka pesan di ruang tengah rumah Chenle dan Renjun, mereka berniat untuk memakan sesuatu yang berbeda dari yang biasa mereka pesan.
"Ih gila kenyang banget gue" ucap Somi yang dijawab dengan anggukan Haechan.
"Masih ada satu box lagi, ga sekalian dihabisin?" tanya Jaemin yang membuat Ryujin spontan menepuk pahanya kencang.
"Lo mau bikin kita muntah apa gimana" ucap Ryujin yang disahuti dengan tawa nyaring Renjun yang memperhatikan mereka berbincang.
"Kasih buat mama papanya Chenle aja, sekali kali gitu kasih makanan, soalnya rumahnya kita datengin mulu" ucap Jaemin yang disambut dengan anggukan Jungwoo yang sedang meminum coca colanya.
Pizza dan soda merupakan perpaduan pas, Chenle dan teman temannya memiliki selera yang berbeda, tapi soal pizza mereka sangat cocok.
"Bentar lagi ulang tahun Jaemin, gue mau minta pizza lagi ah" ucap Renjun yang disambut dengan Haechan yang merangkul Renjun setuju.
"Mantap lah, pesta pizza kita" sahut Somi.
Chenle hanya menatap teman temannya dengan gelengan pelan dan kekehan kecilnya, ia sekarang juga sedang kekenyangan jadi tidak banyak bicara.
Chenle mendapatkan notif dari grup kelasnya yang membuat ia membelalakkan matanya, Jaemin yang menyadari Chenle membuka matanya lebar lebar menanyakan hal itu.
"Kenapa le? ati ati tuh mata keluar" ucap Jaemin yang membuat Chenle menjadi pusat perhatian teman temannya.
"Jadwal piket udah dibagiin" jawab Chenle yang membuat teman temannya menatap bingung Chenle.
"Terus?" tanya Jaemin yang terus memandang Chenle penuh tanya.
"Gue samaan sama Jisung jadwal piketnya" jawab Chenle yang mengundang tawa menggelegar dari Haechan.
Chenle hanya menanggapi Haechan dengan dengusan kasar dan spontan ia memajukan bibirnya.
"Lo kayanya banyak banget rintangan mau move on dari si Jisung" ucap Ryujin yang membuat Chenle menatap malas Ryujin.
"Ya makanya, gue males banget" sahut Chenle dengan gelengan kepala pelan dari Renjun.
"Yaudah lah, lagian juga mulai berlakunya baru minggu depan kan" ucap Jungwoo yang membuat Chenle menggelengkan kepalanya keras.
"Mulai besok langsung jalan, dan besok gue jadwalnya piket" sahut Chenle yang disambut dengan pekikan kencang Jaemin.
"HAH?"
"Demi apa lu Le, boong ya lu" ucap Jaemin dengan wajah tidak percayanya.
"Beneran gue ga boong, lo cek deh grup kelas" ucap Chenle yang membuat teman temannya menatap Chenle tidak percaya.
Mereka hanya bisa berdoa agar Chenle bisa fokus untuk piket, semoga Chenle juga cepat move on dari pujaan hatinya yang sudah terlampau bertahun tahun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bel pulang sudah berbunyi dari 15 menit yang lalu, Chenle beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil peralatan piket.
Chenle hanya mendengus kesal karena temannya yang mempunyai jadwal piket hari ini sengaja pulang terlebih dahulu, kecuali Jisung.
Chenle hanya bersama Jisung di dalam ruang kelasnya, membersihkan setiap sudut kelasnya. Bahkan Jaemin sudah pulang karena Jeno sudah berada di depan sekolah tepat setelah bel berbunyi.
Chenle dan Jisung hanya membersihkan kelas dalam diam dengan suasana canggung, Jisung berdehem pelan untuk mencairkan suasana dan mulai membuka pembicaraan.
"Habis ini udahan aja kali Le, udah lumayan bersih biar dilanjut sama yang piket besok" ucap Jisung yang membuat Chenle menoleh ke arahnya.
Chenle hanya menanggapi dengan anggukan pelan dan melanjutkan aktifitasnya dengan tenang.
Setelah dirasa sudah selesai, Chenle langsung mengambil tasnya yang berada di bangkunya dan ingin langsung pulang karena badannya yang pegal.
Jisung hanya mengikuti Chenle dari belakang, dan mengunci pintu kelasnya. Ia berjalan mengekori Chenle yang sangat tenang dengan ponsel di genggamannya.
"Lo balik sendiri atau dijemput?" tanya Jisung tiba tiba yang membuat Chenle terkejut karena suara berat Jisung di telinganya.
Jisung sekarang sedang berdiri tepat di sebelahnya agak membungkukan badannya karena badan Chenle yang lebih kecil darinya.
"P-pulang sendiri gue, naik bus soalnya supir gue gabisa jemput" jawab Chenle yang berusaha tenang karena jantungnya mendadak berpacu lebih cepat.
"Ayo gue anter?" tanya Jisung yang membuat Chenle spontan menggelengkan kepalanya kemcang.
"Gausah, gue mau kedepan aja cari bus" jawab Chenle yang dihadiahi senyuman tipis Jisung.
"Santai aja, ayo lagian gue mau mampir ke rumah temen gue yang deket rumah lo" ucap Jisung yang membuat Chenle membelalakkan matanya, sejak kapan Jisung mengetahui rumahnya?
"O-oke, gue ikut lo" final Chenle yang dihadiahi senyuman lebar Jisung, Chenle otomatis mengikuti Jisung menuju motor maticnya.
Chenle menerima helm yang diberikan Jisung dan segera menaiki motor Jisung agar ia cepat sampai di rumah, bersama Jisung terlalu lama membuat jantungnya menjadi tidak sehat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hai? maaf banget ya aku baru update sekarang😭😭, soalnya tugas numpuk.
semoga kalian tetep nungguin ini ya sampai akhir, bau bau bentar lagi ending nih hahaha.
by the way, Get well very soon for our Jisungie semoga lututnya cepet sembuh ya anak manis.
kalian juga jangan terlalu di forsir oke? kalo udah cape istirahat, banyak air putih dan jaga kebersihan!😁💚