un spécial (markhyuck)

1.9K 168 3
                                        

"Kak, besok mau temenin aku ga?" tanya Haechan yang meletakkan es sirup berwarna hijau di meja ruang tamu rumahnya.

"Mau kemana?" tanya Mark kembali kepada Haechan dengan tatapan lembutnya.

"Mau ke Gramedia, aku disuruh beli buku sampingan sosiologi sama guruku" jawab Haechan dengan menyandarkan kepalanya di bahu tegap Mark.

"Yaudah, besok bawa baju ganti biar langsung dari sekolah, habis dari Gramedia temenin kakak ambil brosur ke univ ya?" ucap Mark dengan mengusap punggung tangan Haechan dengan sangat lembut seakan takut rapuh.

"Iya kak, em perasaan baru aja kemaren aku ketemu kamu, nabrak kamu gara gara bawa buku kebanyakan, cringe banget kalo di inget" ringis Haechan yang mencari tempat ternyaman di pundak Mark.

Mark tersenyum lembut menanggapi perkataan Haechan, membelai surai pirang milik Haechan yang sangat halus dan berbau seperti bayi, lalu menciumnya dengan penuh kasih sayang. Mark bersumpah tidak akan menyakiti hati Haechan yang memang sangat rapuh sebelum bertemu dengannya.

"Ya harus di inget dong, masa pertemuan pertama kali ga di inget, kenangan manis itu" ucap Mark dengan di iringi tawa renyah.

"Ihh tapi ga baik untuk di ingat kak, aku culun banget pas itu, mana waktu itu aku sendirian, Injun gamau nemenin" sahut Haechan dengan wajahnya yang cemberut membuat Mark gemas ingin mencubit pipinya.

Mark pun mengecup bibir Haechan yang maju karena kesal lalu tersenyum lebar setelahnya.

"Ih ngapain cium cium, kalo bunda liat gimana?" tanya Haechan dengan tatapan sinisnya.

"Ya nggak apa apa dong, bundamu juga pernah muda pasti mereka pernah gini sama papamu" jawab Mark yang tertawa kecil melihat wajah Haechan.

"Pinter banget sih ngelesnya kayak papa! pantes aja kamu tuh klop banget sama papa kayak kakak adek yang kepisah" Haechan sangat lucu sekarang, pipinya menggembung karena menahan kesal, tetapi juga merona karena Mark mencium bibirnya sekilas, ditambah dengan kaus oversize yang membuat Haechan tenggelam di dalamnya.

Dulu, Haechan orang yang sangat rapuh sebelum bertemu dengan Mark, karena ia dikucilkan oleh temannya semasa SMP karena kulitnya yang tan, tetapi menurut Mark kulit Haechan itulah yang membuat ia bersinar diantara teman temannya, ia tampak begitu manis dengan kulitnya yag bersinar, terlebih jika sedang terkena matahari, kulitnya seakan memancarkan sinar yang sangat terang dan cantik.

Haechan dengan kesehariannya sebelum bertemu Mark, ia menangis sepanjang malam bahkan selfharm saat ia sangat terancam, ia sangat beruntung bertemu Mark ketika SMA, jadi ia lebih baik dari ia pada semasa SMP.

"Chan" panggil Mark lembut dengan tatapan yang lembut juga.

"Hmm, kenapa kak?" jawab Haechan dengan menoleh ke arah Mark lalu menatap kedua bola mata kelam milik kekasihnya.

"Janji jangan pernah kaya dulu lagi ya? kakak terus sama kamu disini, kakak bakal lindungin kamu terus oke?" ucap Mark dengan suara beratnya yang halus, tatapan matanya serta tangan yang menggenggam jemari Haechan kuat tapi lembut.

Haechan berkaca kaca mendengar penuturan Mark serta tatapannya yang sangat lembut, Haechan sungguh sangat beruntung dipertemukan dengan lelaki dihadapannya ini.

"Jangan nangis dong, kakak serius nih" lanjut Mark yang melihat Haechan berkaca kaca, tangannya menangkup kedua pipi Haechan lalu mengusap kedua pipi Haechan dengan tangan kasarnya.

"Iyaa kakak maguu, makasih ya? kakak nyelametin hidupku, kalo aku ga ketemu kakak, aku mungkin udah mati" jawab Haechan dengan tatapan sendunya.

"Hush, kok ngomongnya gitu sih? kakak gak suka ya" ucap Mark yang pura pura marah dengan Haechan.

"Iya iya maaf" jawab Haechan dengan bibir yang mengerucut.

Haii kaliaan, ini spesial chapter yang pertama, gimana? mending selanjutnya bikin lagi atau ngga usah?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Haii kaliaan, ini spesial chapter yang pertama, gimana? mending selanjutnya bikin lagi atau ngga usah?

bikin

ngga usah fokus chenji aja

komen aja okayy!

to be continue🍉

doubt - chenji ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang