Trente-trois

1.5K 147 4
                                        

Hari ini tepat satu minggu liburan kenaikan kelas, Renjun, Haechan, dan Ryujin sudah resmi lulus dan benar benar menunggu Chenle dan Jaemin lulus lalu kuliah bersama, mereka benar benar menepati janjinya.

"Gabut banget dah" ucap Haechan yang meletakkan kepalanya di tepi sofa milik Chenle.

"Gue pengen gofood deh" sahut Jaemin yang memainkan ponselnya sambil berbaring di kasur Chenle.

Mereka sedang menghabiskan hari dengan kegiatan yang tidak bermanfaat sama sekali, mereka berada di kamar Chenle, Renjun sedang tidak mengizinkan orang orang masuk ke kamarnya, ia bilang ingin memiliki privasi selama liburan.

"Seblak yuk, kangen nih gue" ucap Renjun yang sedang merapikan meja belajar Chenle yang penuh dengan barang barang milik temannya.

"Tumben lo kak mau beresin kamar gue" sahut Chenle yang melihat Renjun merapikan meja belajarnya, jarang sekali Renjun mau membereskan barang barang di kamarnya.

"Gabut gue, lagian lo harusnya seneng lah gue beresin" ucap Renjun yang telah selesai membersihkan meja belajar Chenle dan meregangkan tubuhnya.

"Ehh mau ga beli makan kek gitu" tanya Haechan yang sudah duduk di atas sofa milik Chenle.

"Terserah deh, tapi jangan yang berat berat gue lagi ga pengen makan yang berat berat" sahut Ryujin yang memainkan game di ponselnya.

"Pizza? atau ayam?" tanya Haechan yang sedang menggeser halaman menu di ponselnya, mencari makanan yang akan dipesan.

"Cepetan, jangan mikir lama lama" sambung Haechan karena tidak ada yang merespon perkataannya.

"Pizza aja deh, sekalian sama spaghettinya" sahut Renjun yang mendekati Haechan untuk melihat menu pizza.

"Toppingnya apa? meat lovers aja lah ya" ucap Haechan yang menekan menu yang ada di ponselnya.

"Oke udah gue pesen" sambung Haechan yang membuat Chenle menggelengkan kepalanya.

Pizza mereka sudah datang dan tersisa beberapa slice karena mereka sudah memakannya, mereka memakan sambil berbincang ringan disertai dengan tawa tawa ringan, diiringi dengan candaan renyah Haechan yang membuat suasana menjadi hangat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pizza mereka sudah datang dan tersisa beberapa slice karena mereka sudah memakannya, mereka memakan sambil berbincang ringan disertai dengan tawa tawa ringan, diiringi dengan candaan renyah Haechan yang membuat suasana menjadi hangat.

Haechan sangat ahli dalam membuat suasana yang tadinya canggung dan dingin menjadi hangat, ceria, dan penuh tawa. Tapi dibalik itu semua teman temannya tahu bahwa ia mengalami kejadian fatal yang membuatnya hampir kehilangan nyawa, namun temannya tidak ingin mengungkit lagi dan memilih untuk melupakan masalah itu.

"Lagian ya kemaren gue bilang ke Mark kalo gue lagi ga mood, tiba tiba dia kerumah bawa gitar nyanyiin gue, cringe banget" ucap Haechan yang mengundang tawa teman temannya, mereka tidak bisa membayangkan sosok Mark yang dingin dan tidak banyak omong menjadi clingy dan panik ketika Haechan marah.

"Gila gue gabisa bayangin sumpah, asik banget ini pasti gue bisa ledekin Kak Mark kalo ketemu HAHAHAHAHA" sahut Ryujin yang disambung dengan tawanya yang sangat geli.

"Jangan diledekin anjir nanti gue dimarahin cerita cerita ke lo lo pada kalo dia begitu" jawab Haechan yang membuat semua temannya meledek dirinya.

"Takut lo? Mark marah?" tanya Renjun dengan nada yang meledek Haechan.

"Serem dia tuh kalo udah marah marah, gila gue aja takut banget, karena dia tipe orang yang jarang marah jadi sekalinya marah subhanallah banget" ucap Haechan yang mengusap matanya yang mengeluarkan air karena banyak tertawa.

"Iya emang, kaya papa gue dia orangnya lembut banget, tapi sekalinya marah dunia hancur" sahut Ryujin yang mendudukkan dirinya di sofa milih Chenle.

Chenle hanya menanggapinya dengan anggukan kepala dan sekali sekali tersenyum tipis, tiba tiba otaknya memikirkan Jisung sedang melakukan apa, apakah mungkin ia pergi bersama pacarnya?

"Jisung udah putus ya sama Wonyoung?" tanya Jaemin yang membuat semua orang memfokuskan matanya kepada Jaemin.

"Tau darimana lo?" ucap Haechan.

"Tau dari status temennya Wonyoung, pas Wonyoung post foto temennya comment 'mantan nyesel ini' gitu" ucap Jaemin yang membuat semua mata menjadi tertuju kepada Chenle yang sedang memainkan ujung bajunya.

Chenle yang merasa dirinya diperhatikan langsung mendongakkan kepalanya dan terkejut karena kini semua mata temannya tertuju kepadanya.

"Kenapa?" tanya Chenle yang melipat tangannya di depan dadanya.

"Ga, gapapa" jawab Renjun yang langsung mengalihkan perhatiannya dan langsung memainkan ponselnya, begitu juga dengan yang lain.

Chenle benar benar takut jika satu kelas lagi dengan Jisung, karena jika satu kelas lagi, ia akan gagal sepenuhnya melupakan Jisung.

Chenle benar benar takut jika satu kelas lagi dengan Jisung, karena jika satu kelas lagi, ia akan gagal sepenuhnya melupakan Jisung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hai! how r u today?

i hope u always fine ok? hari ini aku update segitu dulu yaa, siapin hati dan pikiran karena habis ini ada plot plot yang lainnya, hehe.

by the way, thank u for support guys! 🥺💗
i'm so happy when reading your comments, jadi makasih yang masih nungguin cerita ini yaa!

bau bau bakal end beberapa chapter lagi hehe, have a nice dream!💗

to be continue🍉

doubt - chenji ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang