Hanan mencari-cari keberadaan Kania yang hilang entah kemana. Beberapa kali Hanan berusaha menyalakan ponselnya, namun handphonenya tidak berguna sama sekali. Kata teman-temannya pun sama. Handphone mereka juga tiba-tiba tidak bisa di nyalakan.
Ketika Hanan melangkah tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya. Hanan membalikan badannya berhadapan dengan orang yang memanggil namanya.
"Hanan!"
"LAILAHAILALLAH!!" Hanan kaget saat melihat Zidan yang panik mencari keberadaan sahabatnya. Namun setelah ia menemukan Hanan, rasa khawatir Zidan mulai berkurang.
"Sorry, ehh iya. Mana Kania sama Selly?" tanya Zidan menatap ke arah Hanan yang sedang kebingungan.
"Gue juga nggak tau mereka ada dimana. Yang jelas, tadi Kania ada di sebelah gue, tapi pas ada orang lewat. Dia hilang gitu aja. Nah, pas gue cari. Ehhh nggak ketemu-ketemu sampe sekarang." Hanan mundar-mandir mengingat dimana terakhir kalinya ia terpisah dengan Kania.
Hanan dan Zidan mencoba mencari senter. Tetapi tidak ada satupun senter disana, para siswa-siswi jerat-jerit ingin keluar dari ruangan tersebut. Namun anehnya pintu disana tidak bisa di buka sama sekali.
Hanan menepuk pundak Zidan. "Gue inget. Tadi gue kan dansa sama dia, terus Kania bilang dia mau ke toilet. Apa Kania masih disana?"
Zidan melotot. Kemudian ia memejamkan matanya mencoba menerawang ke arah toilet sekolah. Apakah Kania masih ada di sana atau tidak. Namun firasat Zidan berkata lain. Sekarang Kania dalam bahaya.
Mata tajamnya kini melihat jam yang melingkar di tangannya. Masih ada waktu setengah jam lagi untuk menyelamatkan Kania. Namun bulan masih saja menghitam dan itu artinya pesugihan baru saja di mulai.
"Ke toilet sekarang, Kania ada di sana!" seru Zidan berlari ke arah toilet belakang sekolah yang terdapat lorong terpanjang di sana.
Saat diperjalanan menuju toilet. Tiba-tiba ada seseorang perempuan yang berambut panjang menghampirinya. Hanan meneguk salivanya kasar, pasti ini yang di sebut Kunti penunggu lorong kematian.
Zidan pun sama. Rupanya dia juga takut saat melihat perempuan itu membawa lampion di tangannya dan banyak darah di seluruh tubuhnya.
"Dan, lo yakin mau terobos ini lorong. Firasat gue kagak enak gini dah," ucap Hanan menyenggol lengan Zidan agar menoleh kepadanya.
"Gue juga nggak tau. Tapi kita jalan aja dulu, anggap aja itu patung," gumam Zidan berjalan perlahan.
Saat mereka melangkah, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya. Zidan pun menoleh dan ...
"AAAAA SETAN!" teriaknya berbarengan.
Sosok wanita berambut panjang nan menyeramkan itu menyeringai ke arah Zidan dan Hanan. Kemudian sosok wanita itu melayang memutari tubuh mereka diiringi tawa yang sangat menyeramkan.
Hi ... hi ... hi ...
Zidan menatap sosok wanita itu jengah. Padahal apa yang diinginkan oleh hantu itu? Zidan menghela nafas panjang. "Gue nggak bakalan takut sama lo, karena yang harus gue takuti hanya Allah."
Sosok wanita berambut panjang itu menggeram. Ia menodongkan lampionnya ke wajah Zidan. Lalu ruh itu berbicara. "Apa kau bosan hidup, kau mau mati hah!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Lorong Kematian [TERBIT]
Kinh dị[FOLLOW TERLEBIH DAHULU!] Sekolah SMA GARDENIA. terkenal dengan sekolah angker, karena terdapat lorong yang panjang di ujung toilet perempuan, sekolah yang dulunya ramai dengan siswa-siswi, sekarang lenyap bagaikan sekolah tak berpenghuni. Banyak or...
![Lorong Kematian [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/250540508-64-k344223.jpg)