Air sungai mengalir deras dibagian sisi pesawahan. Seorang gadis yang mencuci pakaiannya tersenyum kecil melihat pemandangan yang begitu indah. Gadis itu menyapa kepada semua orang penduduk desa Atra. Gadis itu mencuci pakaiannya di kali.
“Ehhh ada Neng Mia. Lagi nyuci?” tanya Seorang paruh baya yang biasa bekerja di pesawahan.
“Sumuhun (iya) Bu. Ehh iya, ibu mau kemana?” tanya Mia balik sambil membasuh pakaiannya.
“Mau ambil air buat nyuci piring di sawah. Kalau gitu, ibu duluan ya Neng.” Ibu itu membawa seember air dari kali dan meninggalkan Mia sendirian di sana.
“Muhun Bu... Mangga!”
(Iya Bu... Silangkan!)
Mia pun melanjutkan aktivitasnya. Saat dirinya hendak mengambil gayung, tiba-tiba satu pakaiannya terbawa air kali. Mia yang melihat bajunya hanyut ke sungai pun langsung mengejarnya.
“Alah siah palid... Huaa baju Neneng!”
(Hanyut)
Mia mengejar bajunya sampai air terjun. Untung saja bajunya itu tidak hanyut ke jurang. Kalau hanyut kesana, Mia tidak dapat lagi menemukan pakaiannya itu.
Saat Mia ingin meninggalkan air terjun. Tiba-tiba ekor matanya melihat seseorang yang terkapar lemas di pinggir sungai. Mia meneguk salivanya kasar. Apakah itu mayat?
“Siapa itu. Kok tiduran di pinggir sungai.”
Mia berjalan mendekati seseorang itu. Tubuhnya banyak yang luka, serta kakinya pun mengusulkan darah banyak. Mia mencoba mengecek nafasnya dan nadinya.
“Inalilahi. Iemah Jelema hirup keneh,” gumam Mia kaget.
(Inimah manusia masih hidup)
Mia celingak-celinguk mencari seseorang agar bisa membantunya. “TOLONG MANG! TOLONG-TOLONG!”
Warga yang berada di pesawahan langsung menghampirinya karena kaget. Mereka semua datang ke pinggiran sungai menanyakan ada apa berteriak meminta pertolongan?
“Ada apa atuh Neng Mia?” tanya salah satu warga yang bernama Abdul.
“Ini Mang, ada orang yang hanyut ke sungai. Mungkin dia jatoh dari jurang,” ucap Mia menunjukkan laki-laki yang babak belur.
“Astagfirullah. Saha eta?”
(Siapa itu)
“Neng Mia tunggu disini, saya mau laporan dulu sama Pak RT. Kalau bisa kamu bawa dulu orang ini ke rumah kamu,” ucap Abdul kepada para warga yang berada di pesawahan tersebut.
Mia mengangguk mengiyakan. “Ya udah, bantuin Mia bawa ini Si Akangnya atuh.”
Mereka semua membantu Mia mengangkat tubuh laki-laki itu ke rumahnya. Sebelum Mia pulang, ia membereskan dulu cuciannya dan menyusul para warga yang membawa laki-laki itu.
****
“Huss.... Please jangan makan aku! Pergi!” teriak Selly mencoba menghindari serigala yang berada di hadapannya.
Selly memegangi tangan Nando erat berharap ia membuka matanya dan membantunya melawan serigala yang berada di hadapannya sekarang.
Nguhhhh ... Aauuuu ...
Selly meneguk salivanya kasar. Ia memegangi ranting kayu yang sudah berada di sana. Beberapa kali Selly meminta pertolongan, tetapi tidak ada seorang pun disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lorong Kematian [TERBIT]
Horror[FOLLOW TERLEBIH DAHULU!] Sekolah SMA GARDENIA. terkenal dengan sekolah angker, karena terdapat lorong yang panjang di ujung toilet perempuan, sekolah yang dulunya ramai dengan siswa-siswi, sekarang lenyap bagaikan sekolah tak berpenghuni. Banyak or...
![Lorong Kematian [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/250540508-64-k344223.jpg)