05. Keluarga Yang Hilang

5.8K 654 34
                                        

~Tangisan hanya mengacaukan segalanya, tapi senyuman membuat mereka yakin aku tegar. Ku inginkan keluarga yang sempurna.~

----- Silsila Mawar Gardenia -----

***

Di kelas 12 IPS 2 hanya ada keheningan diantara mereka. Semua siswa-siswi  sedang mengisi soal-soal yang berikan oleh Pak Tarjo, beberapa kali Kania menggerutu kesal karena pusing dengan semua soal-soal yang Pak Tarjo berikan. Semua soal yang diberikan gurunya itu berbeda dengan pelajarannya bulan lalu.

“Nggak ngerti gue nih sama rumus Y kali X, masa gue harus jawab sama dengan A,” gumam Kania melirik teman-temannya yang fokus dengan pelajarannya.

“Baiklah anak-anak. Tugas dikumpulkan hari esok, dan minggu depan kita akan mengadakan camping di sekolah kita, siapkan kelompok kalian agar para guru tidak lagi susah mencari regu saat caping nanti,” Pak Tarjo berjalan keluar kelas.

Mata Kania berbinar, inilah yang dia inginkan sedari tadi. “Emang kalo rezeki kagak kemana.”

Selly. Teman sebangkunya hanya menggelengkan kepalanya. “Kayaknya kita harus ruqyah deh ini orang,” Tunjuk Selly kepada Kania.

“Bener juga saran lo Sell, ayo dah kita bawa dia ke Mbah ruqyah,” timpal Hanan yang mendapat pelototan dari Kania.

“Ruqyah Bapak Lo!” seru Kania menekankan setiap perkataannya.

“Bapak gue bukan tukang ruqyah btw.”

“Iya bukan tukang ruqyah, tapi tukang RUJAK YAH,” ketus Kania menenangkan kata 'Rujak yah'.

Zidan dan Selly hanya diam memperhatikan temannya yang setiap hari berdebat, tanpa mengajak Kania dan Hanan, Selly berjalan keluar kelas diikuti Zidan di belakangnya.

Diam-diam Zidan memperhatikan wajah Selly yang cemas. Entah apa yang membuatnya ingin sekali bertanya kepada Selly, namun pertanyaannya itu dia urungkan. Biarkan Selly saja yang ingin bercerita tentang kegelisahannya.

“Dan, kok Kania sama Hanan belum kelihatan ya?” Selly melihat ke arah kelasnya, namun tak ada tanda-tanda Hanan dan Kania keluar.

Zidan mengedikkan bahunya acuh. “Mungkin belum beres debatnya, biasalah urusan rumah tangga.”

Selly tertawa renyah. “Kamu tuh kebanyakan ngelawak, Kania sama Hanan aja nggak pernah akur. Mana bisa jalin rumah tangga, aneh-aneh aja,” ucap Selly menepuk pundak Zidan.

Zidan ikut tertawa. “Ehhh iya ya, mana bisa kucing sama tikus bersatu ha-ha-ha.”

Selly dan Zidan berjalan beriringan menuju kantin. Banyak yang membisikan mereka dari yang baik hingga yang buruk, pasalnya Zidan dan Selly tidak pernah berduaan selama di sekolah, paling mereka bila bersama pasti ada Kania dan Hanan.

***

Selly berjalan menuju rumahnya. Dia baru saja pulang dari sekolahnya, terlihat Monica sedang terburu-buru ingin berangkat ke suatu tempat, Selly menghampiri Mamahnya dan menyalami tangannya.

Selly bingung kenapa Mamahnya sangat terburu-buru sekali. “Mah, mau kemana sih, dari tadi aku lihat-lihat Mamah tuh keluar masuk terus?” tanya Selly menaikan satu alisnya terheran.

Lorong Kematian [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang