Saat malam hari Selly tidak bisa tidur. Entah kenapa hatinya selalu tidak tenang, mungkin Selly belum shalat tahajud. Dengan segera Selly bangun dari tempat tidurnya untuk berwudhu dan shalat, setelah melaksanakan ibadah shalat Selly merasa haus. Dia pun berjalan ke arah dapur untuk mengambil air minum.
"Aduh haus banget, mana sepi lagi ini rumah," gumam Selly menuruni tangga kamarnya.
Bush
Suara angin kencang lewat di belakang Selly begitu saja. Namun ketika Selly berbalik, tidak ada apapun disana, mungkin hanya perasaannya saja.
"Kok aku merinding ya," Bulu kuduk Selly berdiri dengan sendirinya.
Selly berjalan menuju dispenser untuk mengambil air minum, saat melewati kamar mandi. Selly mendengar ada yang sedang mandi di dalam sana, Selly berpikir itu adalah Monica yang mencuci pakaian.
Keadaan di rumah Selly sangat sepi. Saat Selly meminum air tersebut, tiba-tiba ada yang menarik rambutnya. Namun hanya sekilas.
"Kak Fita!" panggil Selly namun tak kunjung ada jawaban.
Selly meneguk salivanya kasar, apa di rumah Selly ada hantu? Kenapa Selly merasakan kedinginan yang mendalam di dalam rumahnya. Suara air keran dari kamar mandi pun berhenti membuat Selly terheran.
"Lah, kok berhenti sih," Selly mengecek ke kamar mandi. Dan ternyata tidak ada siapapun disana.
Napas Selly memburu, apa benar yang dia pikirkan itu nyata, bahwa rumahnya memang ada penunggunya. Selly keluar kamar mandi dengan hati gelisah.
Dengan secepat mungkin Selly berlari menaiki tangga. Namun saat Selly ingin melangkah kembali, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya.
Selly berbalik dan.....
"Aaaaaa!!"
Cetrek.
Suara stap kontak terdengar jelas di telinga Selly, kemudian Selly membuka matanya secara perlahan. Dan ternyata itu bukan hantu melainkan Papahnya sendiri. Cleo.
"Sell, kenapa masih berkeliaran malam-malam begini?" tanya Cleo mengusap rambut Selly.
"Ehmmm ... Selly tadi haus Pah, makanya Selly minum dulu," Selly menyengir kuda untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Cleo mengangguk. "Tidur gih, besok kamu harus sekolah," Sesudah itu Cleo masuk ke kamarnya. Selly pun sama, dia langsung pergi kekarnya dan langsung tidur dengan hati bimbang.
Tanpa di sadari oleh mereka. Ada seseorang yang mendengarkan percakapannya, sesosok wanita yang berpakaian lusuh, hingga darahnya berceceran dimana-mana. Dia sedang berdiri di balik pintu kamar mandi, sosok wanita itu menyeringai mengerikan.
Hi .... Hi ... Hi ....
***
"Selly. Lo tadi berangkat sama kak Fita?" tanya Zidan duduk di sebelah Selly.
"Nggak, kak Fita udah berangkat duluan. Jadi aku sendirian berangkat sekolahnya," ucap Selly mengerucutkan bibirnya.
Zidan mengangguk mengiyakan. Dari kejauhan Hanan dan Kania menghampiri mereka dengan penuh canda tawa, Selly menebak kalau mereka dalam mode aman, karena biasanya mereka selalu adu mulut. Tetapi sekarang malah sebaliknya.
"Ha-ha-ha ... Mana ada pisang berbulu, lo tuh ada-ada aja sih Han," Tawa Kania meledak saat mendengar candaan Hanan yang mengira kalau pisang mempunyai bulu.
"Iya, gue kemaren beli pisang. Dan ternyata pisangnya ada buluan, gue kira itu bulu beneran dari pisangnya. Ehhh ternyata cuma pisang boongan."
Kania tak kuasa menahan tawanya. dia tertawa terbahak-bahak sehingga tak sadar ada Zidan dan Selly yang memperhatikan kedekatan mereka. Selly menepuk pundak Kania agar menghentikan tawanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lorong Kematian [TERBIT]
Horror[FOLLOW TERLEBIH DAHULU!] Sekolah SMA GARDENIA. terkenal dengan sekolah angker, karena terdapat lorong yang panjang di ujung toilet perempuan, sekolah yang dulunya ramai dengan siswa-siswi, sekarang lenyap bagaikan sekolah tak berpenghuni. Banyak or...
![Lorong Kematian [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/250540508-64-k344223.jpg)