28. Tanpa Kania.

3.7K 414 15
                                        

Hari mulai malam. Karena khawatir Cleo dan Monica menjemput Selly ke sekolahnya. Namun saat sudah di sekolah Gardenia, ternyata semua lampu padam. Mereka masuk ke dalam halaman sekolah yang dipenuhi Siswa-Siswi di sana, banyak di antara mereka yang menangis karena takut dengan suara-suara yang menurutnya sangat aneh.

Tak lama kemudian lampu di ruang acara pun menyala. Semua siswa-siswi bersorak gembira, namun sayangnya acara harus di tutup karena sudah melewati tengah malam.

Cleo sibuk mencari Selly yang tak kunjung ia dapatkan. Monica pun sama, ia mencari keberadaan anaknya yang hilang entah kemana. Saat Cleo berjalan tiba-tiba ada seorang siswa yang memberitahukan kalau Selly ada di UKS.

“Bapak nyari Selly kan? Setau saya tadi Selly lagi ngurusin mayat temennya,” ucap Siswa yang bernama Sopiyan.

Cleo mematung. “Siapa yang meninggal? Dan apa sebabnya dia meninggal?”

Sopiyan menggelengkan kepalanya. “Saya tidak tahu pasti Pak, karena tadi sedang mati lampu. Dan Siswa-Siswi disini semuanya pada heboh, jadi nggak tau apa sebabnya Kania meninggal.”

“Jadi Kania yang meninggal?!” tanya Monica kaget dengan ucapan yang Sopiyan berikan.

Tanpa berkata apapun lagi. Cleo dan Monica langsung berlari menuju ruang UKS. Di sana terdapat teman-temannya Selly mengerumuni jasad Kania. Cleo berjalan mendekati mereka yang sedang berduka cita.

“Selly!”

Jlep

Selly menengok dan kaget saat merasakan tubuhnya di tarik oleh Monica kedalam pelukannya. Selly mematung di tempat. Entah apa yang dia rasakan sehingga Selly enggan untuk membalas pelukan Monica.

Kenapa Mamah di sini? Bukannya tadi pergi?

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan di kepala Selly. Namun dengan segera ia menepis pikiran itu jauh-jauh, mungkin hanya perasaannya saja.

“Mamah kok di sini?” tanya Selly melepaskan pelukannya.

Monica menatap Selly dalam-dalam. “Mamah khawatir sama kamu. Karena sudah tengah malam, tapi kamu belum pulang-pulang juga.”

Selly terdiam sejenak. Lalu Cleo mendekatinya dan mengusap puncak kepala Selly penuh sayang. “Mamah sama Papah khawatir sama kamu, lagian di teleponin kenapa nggak di angkat-angkat?”

“Hp aku mati.” Singkat Selly menatap mayat Kania datar.

Cleo menghela napas panjang. MC pun telah membubarkan acaranya sejak setengah jam yang lalu. Kini di ruang UKS hanya ada keluarga Selly beserta ketiga sahabatnya.

Hari mulai malam, jasad Kania dibawa ke rumahnya oleh para guru-guru disana. Selly dan teman-temannya pulang dari acara tersebut.

****

2 Minggu kemudian.

Kematian Kania sudah menyebar luas diseluruh penjuru sekolahan. Para siswa-siswi disana mengira bahwa lorong kematian itu memang berbahaya. Oleh karena itu tidak ada seorangpun yang pernah lewat ke lorong tersebut kecuali Selly para dan sahabat-sahabatnya.

Pagi hari pun tiba, Selly sudah siap-siap ingin berangkat sekolah ah dengan tas ransel yang melekat di punggungnya. Ia menuruni tangga dan ikut bergabung dengan orang tuanya untuk mengikuti sarapan seperti biasanya.

“Sell, Mamah minta kamu jangan lewat lorong itu lagi, karena Mamah takut kalau kamu bernasib sama dengan Kania,” ucap Monica menuangkan air minum ke gelas milik Selly.

Lorong Kematian [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang