Mesin EKG berjalan lagi membuat orang-orang yang berada di ruangan itu kaget, Dokter Hani dengan segera mengecek semua tubuh Selly. Memang keajaiban tuhan yang tidak bisa dipungkiri. Nyawa Selly kini kembali. Nanda masih memejamkan matanya sambil memegangi tangan Selly, menggesek-gesek tangannya agar menghangat kembali. Nando menggeleng tak percaya, mungkin ini yang dinamakan karunia. Dan sekarang karunia Tuhan telah diberikan kepada Selly agar bisa hidup kembali.
Mata yang sudah lama terpejam kini terbuka. Selly mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk menembus matanya, Selly melirik ke arah keluarga serta sahabatnya yang menangis. tatapannya kini beralih kepada Nanda yang masih menundukkan kepalanya sambil memegangi tangan Selly erat. Air matanya turun membasahi tangan Selly.
"M-mama ... P-papa ... N-nanda ..." ucap Selly terbata-bata.
Nanda mendongakkan kepalanya. "Kak Selly udah sadar. Yeeyyy do'a Nanda dikabulkan sama Tuhan, terimakasih Tuhan!" teriak Nanda bahagia. Ia memeluk tubuh Selly dan mencium pipinya membuat Nanda ingin sekali menghilangkan Nanda hingga planet mars.
Zidan bersyukur sebesar-besarnya kepada Tuhan karena telah mengembalikan orang yang ia sayang. "Lo nggak papa kan Sell?" tanya Zidan bernada khawatir.
Selly menggeleng pelan. "Aku nggak papa, cuma masih agak pusing aja," ucapnya sambil memegangi kepalanya yang berdenyut.
"Sayang, kamu udah sadar. Mamah takut kehilangan kamu nak," Monica memeluk tubuh Selly erat. Orang tua mana yang rela kalau anaknya meninggal. Pasti tidak bukan? Sama halnya dengan Monica. Ia juga tidak rela untuk di tinggalkan oleh Selly.
Kania mengusap air matanya dan memeluk Selly dari samping. "Ahhh. Gue kangen banget sama lo!"
Seulas senyuman pun terbit di bibirnya. Rupanya bukan keluarganya saja yang menanti Selly sadar. Bahkan teman-temannya pun sama, mereka merindukan kehadiran Selly kembali. Dan do'a mereka kali ini di dengar oleh Tuhan, mereka sangat-sangat bersyukur Selly tidak meninggal dunia. Nando yang sedari tadi hanya memperhatikannya pun ikut bersuara. "Semoga cepet sembuh Sell."
Selly menoleh dan mengangguk. Namun tidak dengan Zidan yang berada di sebelahnya. Ia kesal melihat Nando yang perhatian dengan Selly. Padahal Zidan hanyalah sebatas sahabat.
****
Setelah lama di rumah sakit. Akhirnya Selly bisa pulang ke rumahnya. Ya, walaupun kondisi Selly belum stabil. Tapi Selly ingin segera pulang, karena ia ingin tahu tentang dirinya yang kritis pada bulan lalu. Ia ingin tahu apa mimpi itu nyata ada atau hanya halusinasi Selly saja.
Kania membuatkan Selly bubur. Ketika Kania ingin menyiapkan makanan untuk Selly. Tiba-tiba Zidan menahannya. "Ehhh, mau apa lo?"
"Sini, biar gue aja yang suapin," Zidan merampas mangkuk yang berada di tangan Kania. Ketika Zidan baru mengangkat sendoknya. Tiba-tiba Nando merebutnya.
"Biar gue aja yang suapin!" Nando duduk di sebelah ranjang tempat Selly berbaring.
Zidan yang tak mau kalah pun merebutnya kembali. "Biar gue aja yang suapin. Lo suapin Kania aja," ucap Zidan asal.
Kania yang namanya dibawa-bawa pun berdiri. "Ada apa nih bawa-bawa gue segala. Heh lo berdua kayak bocah tau nggak!"
Zidan dan Nando mengedikkan bahunya acuh. Saat Nando ingin menyiapkan bubur ke mulut Selly, namun tiba-tiba Selly menggelengkan kepalanya. "Aku bisa sendiri, kok."
Nando mengangguk. Selly pun makan sendiri, namun Zidan dan Nando siap siaga membantu Selly ini-itu. Monica dan Cleo saling pandang. Sepertinya Selly sedang disukai oleh dua pria. Namun Selly yang polos tidak tahu kalau dibalik perhatian mereka ada rasa yang terpendam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lorong Kematian [TERBIT]
Horor[FOLLOW TERLEBIH DAHULU!] Sekolah SMA GARDENIA. terkenal dengan sekolah angker, karena terdapat lorong yang panjang di ujung toilet perempuan, sekolah yang dulunya ramai dengan siswa-siswi, sekarang lenyap bagaikan sekolah tak berpenghuni. Banyak or...
![Lorong Kematian [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/250540508-64-k344223.jpg)