Sadistic Manager 23 ~ Afternoon Cooking
Gambar samping dapur dan tempat tidur :D
Playlist : Bryan Adams/Dj Sammy ~ Heaven
Roses are red, Violets are blue, the sun shines as bright as my love does for you ~ Anonymous
David tersenyum lebar dengan bunga mawar merah yang terbawa dan terbungkus rapi di tangannya. Tangan satunya lagi yang membawa tas kerjanya langsung ia berikan pada Murphy, menyuruh sopirnya itu untuk meletakkan di ruang kerjanya.
Kejutan. Ya. Itu yang sedang di praktikkan oleh David. Secara hukum sudah 2 minggu yang lalu Alana menjadi istrinya dan mereka berdua tidak melakukan bulan madu. Mereka sepakat bulan madu yang akan mereka lakukan adalah setelah janji suci altar mereka terucap. Jadi hari ini Mr. Smexy itu akan memberikan kejutan untuk Alana. Kecil memang. Hanya, David meluangkang waktu untuk pulang lebih cepat, menginginkan makan siang di rumah sebelum istrinya itu membawakan ke kantor.
David melangkah pelan menuju dapur, berhenti sebentar saat Alana membelakangi pintu, sedang memasak -entah apa yang ada diatas penggorengan- yang jelas baunya sangat enak.
Istrinya itu terlihat sedikit berantakan dengan rambut brunette-nya yang di updo bun yang tidak beraturan dan terlalu ke atas. Saat berbalik sebentar, David memperhatikan perut Alana yang membesar kemudian wanitanya itu sibuk lagi di penggorengannya.
David langsung memeluknya dari belakang sedang bunga yang dibawanya tadi ditaruh diatas meja counter yang ada di belakang Alana.
Alana tersentak kaget kemudian tersenyum begitu ia mengenali aroma tubuh David. Campuran bau tubuhnya sendiri, sabun, aftershave dan parfum.
"Kejutan? Tidak biasanya kau pulang sepagi ini," ucap Alana masih mengurusi penggorengannya. Tangannya yang satu memegang spatula dan satunya membelai pipi David.
David mencium leher Alana, "Tidak biasanya rambutmu kau updo, ini terlihat sangat sexy," jawab David.
"Apa kau suka?" tanya Alana yang sedikit mengeliat karena geli.
David menghembuskan napasnya pelan di belakang telinga Alana, menggigit kecil telinganya, "Sangat suka. Aku sangat berharap bayi kita segera lahir kemudian aku bisa..." ucap David mengaggantung lalu mematikan kompor.
Alana tahu David menginginkannya untuk memperhatikan ucapan suaminya itu, "Bisa apa, Dave?" tanya Alana.
"To take you from behind. In the kitchen. Fast and hard."
Klontang...
Tiba-tiba saja perhatian David buyar ketika ia mendengar benda jatuh itu. Bukan Alana yang berbuat tetapi dari arah belakang, tepat disudut kanan. David segera menajamkan pengawasannya dan mendelik.
"Oh My God!" ucap Andrea. Mulutnya menganga lebar, tangannya memegangi mangkuk kaca yang dipegangnya semakin erat. Ia tadi sudah menjatuhkan sendoknya ke lantai.
"Apa yang kau lakukan disana, Andre? Sejak kapan kau..?" David menatapnya horor.
"Aku sedang menikmati cocktail buahku disini," Andrea menekankan, menunjuk tempat duduknya dan meja panjangnya yang berada di kanan dapur, "Ketika kau masuk dan mengatakan hal vulgar itu!" ucap Andrea tak ingn kalah.
"Andre, kau hanya salah dengar oke!" ucap David.
"Telingaku masih baik saja Dave. Oh ya Tuhan," ucap Andrea melangkah mendekati mereka dan segera mengambil sendok baru, "Aku belum berumur 18 dan kau membiarkanku mendengarkan itu dari mulutmu sendiri. Hanya berpindahlah ke kamar, oke!" ucapnya lalu pergi dari dapur.
Wajah Alana memerah, "Aku tadi ingin memperingatkanmu," Alana melirik keatas kearah David, "Andre belum genap 18?" tanya Alana.
"Sweet Jesus Christ, jangan kau ucapkan umurnya, schatz. Aku merasa sangat bersalah," jawab David. "Dia dan Alexa hanya terlalu cepat menyelesaikan masa SMA nya, kelas akselerasi."
"Bisakah aku mendapatkannya?" tanya David.
Alana menatapnya tak mengerti lalu menghidupkan kompornya lagi.
"Sebuah ciuman. Setidaknya karena aku pulang lebih awal dan ini hari valentine, sayang?" tanya David.
"Sekarang? Tidak setelah makan siang nanti? Lalu mana cokelatku?" tanya Alana. Itu salah satu kebiasaan mereka yang lainnya. Ciuman setelah makan siang.
"Aku bisa merayumu untuk melakukan lebih. Aku tidak akan memberikannya, takut meracunimu karena kebanyakan cokelat," jawab David.
Alana mendorong tubuh David agar duduk di kursi counter.
"Letakkan pantat sexymu itu disana dan biarkan aku menyelesaikan masakanku," ucap Alana lalu mengecup singkat bibir David.
Pria itu duduk lalu. menyerahkan buket bunga mawar. Alana tersenyum dan membauinya, "Harum dan cantik, terima kasih, Dave," ucap Alana.
"Tidak ada ciuman untukku karena bunganya?" tanya David, mencoba bercanda dengan memajukan bibirnya lucu.
Alana tertawa kemudian mengecup David, lebih singkat lagi dari yang tadi. Ia mengacungkan spatula ke wajah David.
"Tetap di tempatmu, suamiku!" jawab Alana.
"Aku akan menurutimu, istriku," jawab David.
Alana tetap sibuk dengan masakannya. 15 menit berlalu David menguap lebar dan masakan Alana dari tadi belum ada habisnya. Sebenarnya kemana para pelayannya yang berjumlah lebih dari 5 orang itu? Pasti istri cantiknya yang melarang mereka untuk membantu. Hamil 4 bulan saja masih banyak maunya, keluh David.
"Kemana Ms. Donovan dan yang lainnya. Kau menyuruh mereka untuk tidak mengganggumu lagi saat kau memasak untukku?" tanya David.
"Hanya meminta mereka istirahat sebentar," jawab Alana tanpa mengalihkan pandangannya. Ia mengusap pelan punggungnya.
"Lihat, kau kecapekan," ujar David.
Alana hanya menggeleng. Ada ide jahil yang segera melintas di kepala David. Jari telunjukknya ia gerakkan di punggung Alana, menelusurinya kebawah dan tangan istrinya itu segera menangkap tangannya.
"Behave yourself, young boy," ucap Alana yang melotot ke arah David.
"Young boy?" tanyanya. David langsung mengangkat Alana ala bridal style, "Seorang anak kecil tidak akan bisa mengangkatmu seperti ini," David merebut spatula dari tangan Alana dan meletakkannya.
Alana menatap nanar ke penggorengan saat David menjauh dari sana.
"Gosong, masakanku gosong Dave," ucap Alana.
"Ms. Donovan, tolong ambil alih pekerjaan disini," ucap David keras-keras agar suaranya bisa menjangkau pelayannya itu yang entah berada dimana-di rumahnya yang luas.
"Kau tega, aku memasak makanan yang kuidamkan dan kau membuatnya gosong," ujar Alana, air mata sudah jatuh dari sudut matanya.
David mencium mata Alana, mencoba merayunya, "Itu akan beres dan aku akan membuat kau memakan semuanya karena aku akan membuatmu kehabisan tenaga," jawab David.
Tidak ada jawaban dari Alana, pandangan istrinya itu melengos dari wajahnya.
Oh, ya ampun. Hormon ibu hamilnya kumat. Jadi dia sekarang dimarahi karena membuat perkedel daging sapi-nya gosong? Dia lebih memilih perkedel sapi berbau amis daripada dirinya-flesh blood living sexy man? Kasihan sekali kau, Dave. Sungguh sangat kasihan.
###
David meletakkan Alana di pinggiran tempat tidur. Istrinya itu bersedekap marah tapi hal itu malah menampakkan dada Alana yang sekarang tambah membesar dan membusung.
David melepas jas dan dasinya. Lalu membuka kemeja, sepatu lalu celananya. Hanya meninggalkan boxernya. Ia lalu berjongkok didepan Alana.
"Tidak mau memaafkanku, sayang?" tanya David.
Alana tidak pongah dari protes diamnya. David mengelus pelan tangan Alana dan menciumnya.
"Aku ingin malam pertama kita, siang ini," ucap David. Bagus, ia mulai mendapatkan perhatian Alana.
Alana menatapnya lalu menghembuskan napas panjang. Perlahan wajahnya memerah.
"Kau akan mendapatkannya hari ini," ucapnya malu lalu mengalihkan pandangannya. "Aku tahu kau menahannya lebih dari dua minggu. Ini sudah trimester keduaku, dokter bilang tidak apa .uh.. asalkan kita berhati-.. hati."
Ya Tuhan. Bagaimana bisa dia begitu malu pada dirinya? Ia sudah resmi menjadi suaminya sekarang.
David membantu melepaskan apron dari tubuh Alana. David mengulurkan tangannya pada Alana, memintanya berdiri dan menuntunnya ke kamar mandi.
"Didalam?" tanya Alana.
"Aku harus mandi-kita," ralat David.
David menggoda Alana lagi, "Dan kau yang akan membersihkanku dan menyabuniku, istriku," ucap David.
Alana tersenyum dan mengangguk. Memerah dan sedikit gemetar.
Bersambung . . . . .
Shuiren
Selasa, 10 Februari 2015
17.52 WIB
KAMU SEDANG MEMBACA
Sadistic Manager
RomanceSadistic Manager (His First Love-The Planned Child) Part 32 is up: Warning: 18+ SINOPSIS HALAMAN 1 Cerita tentang gadis polos bernama Alana Itzel Hofman dan lelaki alpha David Jadyn Reagan yang merupakan manajernya. Sisi manis, tampan dan possesive...
