27 - The Germany's Woman

57.1K 2.2K 52
                                        

Sadistic Manager 27 ~ The Germany's Woman

Playlist : WESTLIFE - I Don't Wanna Fight No More

"Life ends when you stop dreaming. Hope is lost when you stop believing. And LOVE fails when you stop caring." ~Anonymous (Hidup berakhir saat kamu berhenti bermimpi. Harapan hilang saat kamu berhenti percaya. Dan CINTA gagal saat kamu berhenti peduli.~Anonim)

Sebelum baca mau curhat dulu

Kemaren udah up chap 27 nya eh ternyata belum lengkap tolong maklum itu pas paket data mau abis jadi ini kuupload secara lengkap (maklumin ya udah hampir tanggal tua kkk~)

Sorry buat para sista yang udah nunggu lama ampe karatan buat aku muncul lagi di watty dan nge update cerita. Semoga kedepannya ga hiatus ngilang sana sini kek makhluk astral :")

Silahkan dibaca dan aku tunggu voment-nya.

Buat part 27 yg kmaren minta maaf banget ga bisa langsung di benahin.

Check this out

Alana mempererat pelukannya pada lengan David dan menatap tajam ke dada wanita bernama Katrina yang secara gamblang menekan ke dada bidang suaminya itu. Alana menarik David kebelakang agar menjauh dari Katrina dan agar wanita itu memperhatikan Alana - bahwa di samping David ada dirinya, istrinya. Ia merasa sangat cemburu.

Beberapa detik kemudian Katrina melepaskan pelukannya pada David lalu tertawa pelan.

Sial. Itu umpatan pertama yang akan keluar dari mulut Alana jika ia mengikuti hormon ibu hamilnya. Alana menatap wanita itu, menelusuri dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ia mengangkat bibirnya agak sinis. Benar-benar sial! Wanita ini memang memiliki kaki jenjang, pinggul besar dengan pinggang ramping dan dada membusung. Oh, jangan lupa dengan bibir sesualnya yang semerah tomat dan rambut ginger eksotis menyalanya itu. Alana merasa terkalahkan.

"Apa kabar? Lama tidak jumpa, mungkin 3 tahun?" tanya wanita bernama Katrina.

Alana melihat wanita itu dari sudut matanya lalu berdehem, meminta perhatian dari keduanya soalnya dari tadi David belum melepas pandangannya dari Katrina. After shock mungkin.

Wanita itu tersenyum lalu melihat Alana, "Dan siapa gadis kecil ini?" tanyanya.

Uh-Oh... Alana tambah tidak suka ini. Dia bilang apa? Gadis kecil? Seberapa kecil dirinya dihadapan wanita ini? Ia menggigit pelan bibirnya. David dengan segera mengelus kulit bawah bibirnya.

"My lovely wife," jawab David.

"Wow, aku terkejut, bukan wanita yang biasa kau ...,"

"Karena tidak biasa aku yang jadi pemenangnya," ucap Alana datar lalu mengelus perutnya. Ia tidak bisa melupakan tatapan dan senyuman yang Katrina perlihatkan setelah wanita itu menatap perut hamilnya.

"Dave, bisakah kita segera pulang? Kepalaku sakit," ujar Alana sambil sedikit menarik Dave menjauh. Ia tidak sedang berpura-pura dengan sakit kepalanya.

"Selamat untuk pernikahan kalian. Dan nyonya Reagan, aku dan David akan sering bertemu," ucap Katrina.

Alana tidak bisa lagi menyembunyikan amarahnya. Ia melepas tangannya dari lengan David dan segera pergi.

"Sampai jumpa David," ucap Katrina lalu pergi.

Beberapa nanosecond selanjutnya David sadar bahwa Katrina sedang memancing amarah Alana dan wanita itu berhasil. Wanita itu pasti tahu hubungan Lana dan dirinya dari majalah. Darn it!

###

Alana melipat tangannya. Wajahnya terlihat masam dan bibirnya cemberut. Dari tadi istri cantik dari David itu tidak memandang dirinya apalagi mengajak bicara, dari restoran hingga kondo mereka bahkan ketika David duduk di samping Alana di sofa.

Sadistic ManagerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang