Sadistic Manager 14 - The Engagement
Dang! Bibir rasa jelly strawberry milik Alana tidak berubah sama sekali. Seharian ini dirinya tidak bertemu dengan gadis itu dan harus diakui olehnya ia rindu berat. Oh God, tidak bertemu sehari saja itu membuat dia gila apalagi harus merelakan dia untuk dimiliki orang lain. Hell!! Dia tidak akan terima.
Alana. Dia memakai gaun warna hijau muda dan itu membuat dirinya begitu cantik. Gadis itu memang begitu cocok dengan sesuatu yang berwarna hijau. Gaunnya begitu pas dengan aksen warna gradasi hitam dibagian bawah dan perutnya. Rambutnya ia biarkan terurai dan bergelombang dengan pemanis bandana warna hijau juga. Dirinya tadi sebenarnya tidak sengaja melihat mereka yang begitu serius berbicara di taman diluar ballroom. Andrea dengan paras cantiknya begitu mempesona. Dan jangan lupakan kakaknya, David begitu tampan dan macho. Keluarga Reagan sepertinya memang dikutuk untuk itu. Mengingat ayah dan pamannya yang tak luput dari gelar tampan.
Alana sudah mengikuti arah pandangan mereka sebenarnya, tetapi ia tidak menemukan apa-apa kecuali bunga-bunga yang sudah hampir mengering dan guguran daun karena sudah memasuki pergantian musim. Jadi dirinya memutuskan untuk mendekat. Tetapi sebelum dirinya sempat menyapa, David sudah menariknya lalu mengunci dirinya dan mencium bibirnya. Sungguh, hal itu membuat dirinya kaget.
"Oke, kurasa kalian butuh waktu berdua," ucap Andrea dan gadis itu berlalu pergi.
Sedang Alana hanya mendengar samar perkataan sang adik.
David melepas ciuman dari Alana ketika adiknya sudah pergi menjauh. Ia tersenyum lalu mengecup kening Alana.
Alana mengalihkan pandangannya tetapi David kemudian memegangi dagunya, mengelus bibir Alana dengan ibu jarinya.
"Apa itu tadi membuatmu terkejut?" tanyanya.
Alana mengangguk kemudian menatap David, "Tapi itu kejutan yang manis," ucapnya.
David menyungging senyuman, "Apa sekarang kau mencoba merayuku?" tanya David.
Alana mengedipkan salah satu matanya, menggoda David, "Aku hanya terlalu banyak belajar dari seseorang," jawabnya. "Tapi, apa tidak apa-apa kita berciuman disini?" tanya Alana.
"Kau khawatir jika ada kolega yang melihatku? Kau manis sekali. Aku termasuk orang yang impulsif*, jadi aku tidak peduli," jawabnya.
Alana tersenyum lalu menjulurkan sedikit lidahnya, mengejek David.
"Apa yang kau lakukan disini bersama Andrea tadi?" tanya Alana. Gadis itu sudah memposisikan tubuhnya membelakangi David. Menatap tempat yang diperhatikan oleh kakak beradik itu.
Disana hanyalah bunga yang mengering dan dedaunan menguning yang gugur.
David memperhatikan ruangan itu. Dinding kaca itu sudah tertutup rapat dengan tirai tanpa ada cela. Lelaki itu pasti menyadari jika tadi dia dan Andrea memperhatikannya. Itu perkiraannya. Jadi lelaki itu segera menutup tirainya.
Untung saja sedetik sebelum Alana memperhatikan mereka, David bergerak cepat mengalihkan perhatian Alana. Dan brengsek sekali pria itu, menjaga Alana tetapi bermain api dibelakang Alana.
Tapi siapa wanita yang melakoni adegan itu bersama Alex? Sepertinya David mengenali wanita itu? Apa dia wanita dengan panggilan Kay?
"Kami hanya mencari udara segar dan membicarakan beberapa hal."
David meletakkan tangannya di punggung Alana lalu mengajaknya berjalan kedalam ballroom.
"Angin malam tidak baik untuk kulitmu, ayo kita masuk," ucap David. Sedang Alana hanya mengikuti langkahnya dan menurut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sadistic Manager
RomanceSadistic Manager (His First Love-The Planned Child) Part 32 is up: Warning: 18+ SINOPSIS HALAMAN 1 Cerita tentang gadis polos bernama Alana Itzel Hofman dan lelaki alpha David Jadyn Reagan yang merupakan manajernya. Sisi manis, tampan dan possesive...
