18 - Trying to Find You

84.8K 3.1K 61
                                        

Sadistic Manager 18-Trying to Find You

Adakah yang bisa ngebantu problemnya ini? Tiap kali update lewat app watty di andro kok g bisa terus ya? Padahal udah kuperbarui juga?

Mobilnya melaju cepat di beberapa blok sebelum memasuki kawasan tempat tinggal Alana. David segera turun dari mobil Audi nya dan memencet bel rumah Alana. Lama menunggu tetapi tidak ada jawaban. David menunggu di kursi yang ada diteras itu. Mengetuk-ngetukkan jemarinya dengan tidak sabar.

Alana turun dari kamarnya ketika mendengar bunyi bel pintu rumahnya. Ia mengintip dari jendela. Walau dari belakang gadis itu cukup hafal jika punggung itu milik David.

Pria itu menggenggam ponselnya dan mendekatkan benda itu ke telinganya. Sepetinya dia sedang berbicara dengan seseorang.

2 bulannya harus berjalan dengan lancar. Ia tidak ingin mentalnya mengendur sekarang. Ia harus menjauhi David. Sebenarnya ia kembali ke rumahnya pagi ini, mengambil beberapa barang. Ethan akan menjemputnya nanti sore sehingga Alana bisa beristirahat seharian di rumahnya sendiri.

"Emily?" David memulai percakpan.

"Jangan bersikap formal, aku ingin bertanya apa kau tahu keadaan Alana?"

"Benarkah?"

"Thanks Emily?" salamnya sebelum menutup telepon.

David mengangkat tubuhnya dari kursi saat itu juga Alana menutup tirai. Pria itu berjalan meninggalkan rumah Alana dan masuk kedalam mobilnya kemudian pergi begitu saja. Jauh didalam hatinya ia merasa kecewa.

###

David mengendarai mobilnya menuju rumah keluarga Johnson. Menurut berita dari Emily, Alana pindah sehari setelah pesta pertunangan. Kenapa kesannya itu terlalu cepat? Bukankah masih ada Ana dikeluarga Hoffman?

Kurang dari 20 menit berkendara, David sampai di tujuannya, rumah keluarga Johnson. Pria itu memencet bel 2 kali sebelum pintu dibuka. Sedikit kecewa saat pintu terbuka dan bukan Alana yang menyambutnya. Wanita itu sedikit kaget lalu menyungging senyum.

"Lama tidak jumpa Dave, Ya Tuhan kau sudah sangat besar," ucap bibi Rose.

David langsung memeluk wanita itu erat. "Dan bibi sepertinya semakin cantik," jawab David.

"Kau mengolokku. Ayo masuk," ucap bibi Rose.

David mengekor masuk. Ia dipersilahkan duduk di ruang tamu dan bibi Rose menghilang dibalik pintu dapur. Rumah itu masih sama walau ada beberapa peralatan elektronik yang berganti.

Bibi Rose kembali dari dapur dengan membawa dua cangkir teh. Ia meletakkan didepan David dan duduk di sebelahnya.

"Earl Gray kesukaanmu. Sudah makan siang?" tanya bibi Rose.

David tersenyum, "Selalu saja jika aku kemari yang akan kau tanyakan pasti itu," jawab David.

"Karena bibi ingin mengajakmu makan siang, Alfred ada operasi pagi ini dan Ethan terlalu sibuk."

"Ckck.. bagaimana mungkin mereka bisa mengabaikan wanita cantik sepertimu bibi?" tanya David.

"Dan mereka juga mengabaikan makanan lezat yang sudah aku siapkan," jawab bibi Rose. Ia mendahului David untuk tertawa.

"Aku tahu dimana ruang makannya jadi aku mendahuluimu bibi," ucap David. Pria itu membawa cangkir tehnya dan menuju dapur.

Bibi Rose mengikutinya di belakang dan masih menyungging tawa.

"Kau tega sudah berapa bulan kau disini tapi baru hari ini mengunjungiku," ucap bibi Rose setelah mereka selesai makan siang.

David menyungging senyum, "Mungkin lebih dari 1 tahun bibi, aku sangat sibuk."

Bibi Rose menyesap teh nya lalu sedikit mengolok, "Sombong sekali."

Sadistic ManagerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang