Tidakkah kau kasihan? .
Setidaknya merasa menyesal telah meninggalkan aku yang mengorbankan segenap jiwa.
Tidakkah kau merindukan aku?
Setidaknya merindukan mengenai kita yang dulu.
Sungguh, aku seperti kehilangan kamu yang dulu. Kamu yang diawal cerita mengenalkan diri sebagai laki laki paling menyenangkan sedunia.
Tapi kini, di ingatanku.
Kau hanyalah laki laki paling jahat di muka bumi, bahkan mungkin paling brengsek yang pernah ku kenali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Epilog
PoetryKehilangan itu tidak perlu sebuah kalimat pamitan, kehilangan akan terus meninggalkan sayatan. Yang namanya ditinggal pergi tidak semenyenangkan saat mengingat sebuah janji Kau memilih putar arah lalu pergi Padahal cerita kita masih banyak lembar...
