ALKANDRA STORY
.
.
.
.
.
CERITA NYA RANDOM BANGET GAK JELAS BISA MASALAH PERTEMANAN,KONFLIK,PERCINTAAN SEMUA ADA JADI AYUK MAMPIR!
.
.
.
.
Jangan plagiat ya susah mikir nya otak author aja ampe zig zag:,)
Setelah mengusir semua sahabat setan nya akhir nya ziel bisa bernafas dengan tenang tanpa adanya tekanan batin dari mereka yang membuat dadanya sesak seketika.
Zia sendiri masih fokus dengan game pou di handphone nya dengan kepala yang ia sender kan di dada bidang ziel yang duduk di ranjang nya juga.
"Sayang?"panggil ziel yang hanya di jawab dengan deheman saja.
"Zia?"
"Hmm!"
"Aku buang ya handphone nya?!"tekan ziel yang membuat zia langsung mendongak ke atas menatap ziel dari bawah terlihat jelas otot-otot leher yang mengencang keluar.
Ziel paling tidak suka di bantah,egois,possesive terhadap apa yang ia punya,kasar,dan mudah marah sifat yang sangat dominan menurun dari papa nya.
"Maaf"lirih zia sambil menyingkir kan handphone nya.
"Huft"menarik nafas nya sebentar mencoba meredakan amarah nya yang mungkin akan meledak sekarang juga.
"Papa sama mama mau ke sini nanti"
"Serius!"
"Hmm"
"Emang mereka di sini mau ngapain?"tanya zia sambil menatap ziel bingung.
"Ini tunangan gue beneran polos ala goblok sih ya? Kok jadi gregetan sendiri gw"batin ziel mencoba bersabar dengan zia.
Menarik nafas panjang menghembus kan dengan perlahan dan beralih menatap zia yang juga tengah menatap nya.
"Ya mau jenguk kamu dong emang ke sini mau ngapain?"jawab ziel dengan senyuman yang seperti terkesan terpaksa.
"Mama,papa kapan sampe nya?"
"Paling nan-"
Brakk
"MANA MENANTU MAMA?!"
Zia tersentak kaget begitupun ziel saat tiba-tiba pintu ruangan zia terbuka secara kasar dengan di susul oleh teriakan dari wanita paruh baya.
Sebut saja nyonya CLARISSA QUENNDRY ALKANDRA istri dari tuan ALDARAN PUTRA ALKANDRA orang tua dari ziel.
"Uhhh sayang kamu kenapa bisa kayak gini? Pasti anak ayam ini nyakitin kamu kan?! Mana yang sakit bilang sama mama....aduh sayang"histeris risa sambil mebawa tubuh yang tadi masih bersandar di dada ziel itu kini sudah berada di dalam pelukan nya.
Aran sendiri hanya mengusap dada nya sabar saat melihat bagaimana risa mendekap tubuh mungil itu,tidak tau kah risa kalau pelukan nya itu terasa akan meremuk kan tubuh mungil zia?.
"Sayang itu zia nya gak bisa nafas loh"ucap aran berharap istri nya itu mau melepas kan pelukan nya.
"Eh? Aduhh maaf ya sayang"
"Iya ma gak papa kok,mama ke sini gak bawa apa-apa?"tanya zia ya emang bener sih kalau jenguk orang sakit kudu bawa buah tangan,tapi sopan kah begitu?.
"Owhhh tenang baby gril mama mu ini membawakan makanan bubur ayam kegemaran kamu sama buah-buah han"
"Sini...sini mama suapin pasti si anak ayam ini gk nyuapin kamu kan? Mending kamu cari yang lain aja gak sama tuh orang gk berguna banget"lanjut risa yang membuat ziel melotot kan mata nya hey apa kata nya tadi? Tidak berguna?!.
"Kamu turun mama mau nyuapin anak mama hus hus sana"
"Ma!"
"Apa?! Nyolot kamu?"
"Astaga"lirih ziel sambil mengelus dada nya sabar turun dari ranjang zia dan duduk di sofa sebelah papa nya.
"Apakabar pa?"
"Baik kamu sendiri 2hari gk pulang? Kenapa?"tanya Aran kepada anak sematawayang nya ini.
"Di apart pah ngurus berkas kantor numpuk,sama waktu itu kan arkan ngurus pendaftaran murid baru,enak ngerjain nya di apart kalau di rumah pasti itu singa ngamuk mulu"
"Saya denger apa yang anda bicarakan wahai tuan muda ALKANDRA!"
Ucapan tiba-tiba risa membuat ziel dan aran tersentak pasal nya ziel sudah berbicara sepelan mungkin tapi kenapa mama nya itu bisa dengar?.
Aran terkekeh menatap istri nya sebentar yang tengah menyuapi zia,kemudian beralih menatap ziel yang juga sedang memperhatikan zia.
"Kamu tau kenapa mama mu jutek ke kamu?"tanga aran yang membuat ziel mengalih kan pandangan nya.
"Udah biasa pah"jawab ziel seadanya memang sudah biasa kalau ziel dan mama nya bertengkar bahkan mereka masing-masing menyiap kan nama panggilan khusus "singa" dan "anak ayam"
"Mama mu kangen sama kamu nak,dua hari kamu gak pulang mama mu pasti nyari in kamu mantau kamu dari rumah apa yang kamu makan sampai kamu bikin martabak mie aja dia tau"
"Serius sampe segitu nya?"tanya ziel tak percaya.
"Jangan salah walau mama mu begitu tapi selalu mantau kamu dari jauh papa aja kalah loh"
"Gak nyangka"ucap ziel yang membuat aran tersenyum.
"Bener-bener gak nyangka gue si singa so swett banget avv jadi baper"batin ziel bergemuruh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.