FSC (Five Star Company)

445 65 12
                                    

     "Fyuh... Akhirnya kita sampai juga. Ayo semuanya, segera istirahat karena kita akan langsung berangkat pagi," ujar Riku sesampainya mereka di markas cabang SAD yang berada di Tokyo

     "Are? Aizome-san, dimana Kaneshiro-san?" tanya Yuzuki

     "Dia ada urusan sebentar (sebenernya lagi dapat perawatan karena kejadian di 'Misi Awal') di markas. Dia mungkin akan menyusul sekitar 2/3 hari lagi," jawab Kento

     "Ng? Rikkun, apa kau tahu nomor siapa ini? Nomornya tidak ada dalam daftar kontakku," tanya Tamaki sambil menunjukkan layar ponselnya

     "Biar aku yang urus. Pinjam ponselmu," pinta Riku. Tamaki pun memberikan ponselnya dan Riku pun langsung menelpon nomor kontak yang ditunjukkan Tamaki tadi. Tak lupa dia menyalakan loud speaker dan meminta semua yang ada disana untuk diam. Dia juga meminta pada Kento yang ahli dalam melacak jaringan untuk melacak lokasi orang yang akan di telpon itu untuk berjaga-jaga. Tak lama kemudian panggilan dijawab,

     "Haik, Moshi-moshi. Ano, apa benar ini nomor milik Yotsuba Tamaki?" tanya orang di telepon (Bentar, bukannya harusnya Riku yang ngomong "Maaf, ini nomor siapa, ya? Nomornya tidak terdaftar dalam daftar kontak,")

     "Ah, aku temannya Tamaki. Ini dengan siapa, ya? Sepertinya tadi aku lihat nomormu tidak terdaftar dalam daftar kontak milik Tamaki," jawab Riku dengan suara yang dirubah

     "Oh, mungkin karena aku memakai ponsel milik kakak angkatku. Tolong bilang padanya ini aku Aya yang menelpon dan tolong minta dia untuk menelpon balik nanti," ujar Aya dari telepon

     "Apa sudah selesai? Aku mau berangkat kerja," ujar suara lain dari telepon itu

     "Ah iya, sudah dulu ya. Tolong sampaikan pesanku tadi pada Tamaki-san," tutup Aya. Panggilan tertutup dan Riku yang entah kenapa langsung membanting ponsel milik Tamaki dan menembakinya hingga hancur.

     "UWAA!! RIKKUN, APA YANG KAU LAKUKAN?!!" seru Tamaki

     "Nanti akan aku belikan lagi! Kento! Dimana lokasinya?!" tanya Riku setengah berteriak

     "Ah, l-lokasinya di sekitar Tokyo pusat," jawab Kento agak gugup karena ditanya tiba-tiba

     "Doushita no Riku?" tanya Akane

     "Suara lain selain suara Aya-chan tadi... adalah suara kakak kembarku yang 5 tahun lalu pergi ke tempat Takamasa untuk menggali info," ujar Riku

     "Tunggu, tunggu, tunggu, sebaiknya kita pergi ke ruang meeting Alpha 1 saja supaya bisa lebih serius dalam membahas hal ini," usul Yuta

     "Baiklah, ayo!" ujar Riku seraya berjalan diikuti yang lainnya. Sesampainya di ruang meeting, Tamaki langsung menyampaikan argumennya

     "Suara tadi memang sangat mirip dengan suaranya Aya. Yang aku bingungkan adalah, dia bilang dia meminjam ponsel milik kakak angkatnya lalu, tadi ada suara lain yang meminta ponsel itu karena dia akan berangkat bekerja, Rikkun bilang kalau suara itu adalah suara kakak kembarnya. Kalau tidak salah, dulu Rikkun pernah bercerita kalau kakak kembar Rikkun menyusup sebagai anak angkat Kujou Takamasa untuk mengumpulkan bukti, itu artinya..." ucapan Tamaki disambung oleh Haruhi

     "Aya-chan juga merupakan anak angkat dari Kujou Takamasa. Kalau tidak salah, dulu pernah ada kasus pembunuhan idol dan beberapa artis ternama, kan? Kala itu, idol yang paling sukses sekaligus terakhir dibunuh adalah Zero. Jangan-jangan..."

     "Di saat nanti kakak kembar Riku yang menyusup kesana sudah tidak berguna, dia akan disingkirkan dan digantikan dengan Aya-chan. Kemungkinan terburuknya adalah, dia dibunuh saat mencapai masa kejayaannya, dan berselang selama beberapa tahun atau bulan setelah itu, Aya-chan akan menjadi penggantinya..." komentar Akane

We're NOT JUST an Idols [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang