Yotsuba

370 68 4
                                    

     "Tamaki-kun, kamu harus menjaga Aya ya. Kaa-san mau pergi untuk melawan orang jahat. Kalian berdua harus tetap disini dan tumbuh menjadi anak yang baik. Ingat hal ini, 'jangan pernah percaya kepada siapapun yang terlihat mencurigakan. Tamaki dan Aya tahu kan, apa itu orang yang mencurigakan? Kalian harus waspada terhadap orang seperti itu. Mulai hari ini dan seterusnya, kalian akan tinggal disini dan tidak boleh sembarangan keluar. Mengerti?"

     "Baik," jawab Tamaki dan Aya. Setelah ibu mereka mencium kening mereka, ibu mereka pergi dan mereka berdua masuk ke dalam.

     "Tamaki, Aya, kamar kalian berdua ada di sini, nanti kalau kalian menginginkan sesuatu, bilang saja, ya?" ujar ibu panti

     "Baik," jawab Tamaki sedangkan Aya hanya mengangguk

     Beberapa bulan setelah Tamaki dan Aya tinggal disana, tiba-tiba saja, tempat itu di serang oleh sekelompok orang yang misterius! Tamaki dan Aya pun terpisah karena para pengurus panti langsung membawa lari anak-anak disana untuk dilarikan ke tempat yang aman. Tak lama kemudian, anak-anak yang sudah diamankan dibawa pergi ke tempat lain yang lebih aman. Sesampainya di lokasi, Tamaki mencari-cari Aya namun tidak menemukannya. Saat Tamaki bertanya kepada ibu panti, ibu panti menjawab kalau Aya pasti tidak sengaja terpisah dan terbawa ke tempat lain. Tamaki memaksa untuk bertemu dengan Aya namun sayangnya, ibu panti tidak tahu kemana Aya dibawa.

     "Begini saja Tamaki-kun, Ibu punya kenalan yang mungkin bisa membantumu menemukan Aya-chan. Kalau kau mau, Ibu akan antarkan kamu padanya," usul ibu panti. Tanpa basa-basi, Tamaki langsung menyetujuinya. Tamaki dan ibu panti pun berangkat ke sebuah vila yang cukup besar. Di sana, ibu panti bicara kepada pengurus rumah dan Tamaki diperbolehkan untuk tinggal di sana sampai Aya ditemukan.

     "Kebetulan, tuan muda kami juga agak kesepian karena kakaknya baru saja pergi untuk menjalankan misi besar. Dia setahun lebih tua dari Tamaki-kun," ujar pengurus rumah

     "Di umur semuda itu sudah turun lapangan?! Keluarga ini benar-benar luar biasa!" komentar ibu panti. Tamaki yang tidak mengerti jalan pembicaraan mereka berdua hanya diam saja dan mengikuti mereka berdua. Sesampainya mereka di sebuah kamar, pengurus rumah mengetuk pintu dan memanggil,

     "Tuan muda, ada yang ingin bertemu dengan anda," panggil pengurus rumah

     "Siapa memangnya yang- EH?!! Kamu Tamaki kan?!!" tanya tuan muda dari rumah itu

     "Eh?! Rikkun-senpai!! Jadi senpai tuan muda di sini ya," seru Tamaki

     "Eh? Kalian berdua saling kenal?" tanya pengurus rumah

     "Saat di sekolah dasar, aku dan Tamaki itu satu sekolah, ternyata kamu masih ingat denganku ya," ujar Riku

     "Tentu saja! Memangnya siapa yang tidak ingat dengan murid yang dengan berani meringkus perampok padahal saat itu dia masih kelas 4. Padahal murid yang lebih tua lainnya saja tidak berani. Padahal waktu itu juga- hmph..!" mulut Tamaki langsung dibungkam oleh Riku

     "Wow, wow, wow! Bagian itu nggak usah dilanjutin. Sekarang jelaskan saja kenapa kamu bisa ada disini," ujar Riku mengalihkan pembicaraan

     "Saya akan laporkan hal ini pada tuan besar dan tuan muda Tenn," ujar pengurus rumah

     "Berani lapor aku lubangi tangan dan kakimu nanti. Cepat jelaskan apa yang sedang terjadi selagi aku bicara baik-baik," ujar Riku dingin nan tajam pada pengurus rumah. Dengan agak gemetaran karena ancaman Riku, pengurus rumah menjelaskan bahwa Tamaki akan tinggal di sini untuk mencari keberadaan adiknya yang terpisah.

     "Ok. Kalau begitu aku mau bicara santai dengan Tamaki dulu ya~!" ujar Riku sambil menarik Tamaki ke kamarnya dan menutup pintunya rapat.

     "Rikkun-senpai, apa yang sebenarnya terjadi di sini?" tanya Tamaki

     "Tamaki, ada sesuatu yang harus kamu ketahui tentang ibumu, duduklah" ujar Riku serius. Tamaki menurut dan duduk di kursi berhadapan dengan Riku

     "Tentang Kaa-san?" 

     "Ya. Sebenarnya, 2 bulan lalu, ibumu... gugur saat menjalankan misi. Kami masih menyelidiki siapa dalang di balik semua itu. Ibumu sempat meninggalkan surat wasiatnya disini sebelum menjalankan misi. Disana tertulis, bahwa kami harus melatihmu agar bisa melindungi dirimu sendiri. Awalnya, kami berniat membawa Aya juga tapi, baru saja tadi kami mau menjemput kalian, panti asuhan tempat kalian dirawat diserang dan kalian terpisah. Sampai sekarang, kami belum bisa melacak Aya, jadi kami tidak tahu pasti dia ada dimana," jelas Riku

     "Jadi, apa yang kau mau dariku?" tanya Tamaki

     "Mudah saja~ 'kerjasama'. Aku mau kau bekerja sama dan dilatih disini. Sebagai imbalannya, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk mengembalikan Aya padamu. Saat Aya sudah kembali padamu, kamu boleh memilih antara tetap disini, pergi bersama Aya, atau tinggal disini bersama Aya. Bagaimana? Sepakat?" ujar Riku sambil mengulurkan tangannya

     "Sepakat," tanpa ragu Tamaki menjabat tangan Riku dan menerima semua tawarannya.

#Fakta keluarga Yotsuba

-Orang tua Tamaki bercerai saat dia berusia 8 tahun. Ayahnya pergi entah kemana sehingga ibu Tamaki lah yang merawatnya dan Aya seorang diri.

-Disini, ibu Tamaki anggota SAD. Dia adalah pimpinan dari team Alpha 2. Dia gugur saat menjalankan sebuah misi yang memang lumayan berbahaya. Karena merasa khawatir akan gugur, dia menitipkan surat wasiat pada orang tua Riku dan menitipkan pesan untuk Tamaki.

-Tamaki sebenarnya sudah punya firasat kalau ibunya tidak akan kembali sejak ibunya pergi. Namun, agar Aya tidak ikut khawatir, Tamaki merahasiakan hal itu dari Aya. Disini, Tamaki akan dirawat oleh keluarga Nanase dan dilatih untuk menjadi agen resmi SAD. Tamaki memiliki keahlian menembak jarak jauh dan pertarungan jarak dekat.

-Lebih lanjut tentang Aya akan muncul di cerita.(Biar nggak spoiler)

We're NOT JUST an Idols [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang