Erin & Orion

308 51 10
                                    

NB: Disini nanti akan ada adegan plot twist di akhir cerita. Dan tolong nanti saya jangan dikeroyok ya...😖

     "Saa~ ayo kita mulai Tou-san," ujar Riku

     "Anak-anak menyerang lebih dulu," ujar Papa Nanase

     "Wah, wah~ ada apa ini? Kalian mau bertarung satu sama lain?" tanya seseorang yang tiba-tiba masuk ke arena

     "TAKAMASA?!!" seru semua orang yang ada disitu

     "Shun, aku tembak sekarang?" tanya Kai lewat telpon

     "Tunggu dulu. Kalian semua juga, tunggu komando dariku untuk menembak," ujar Shun

     "Haik!" jawab Tamaki dan semua orang yang bertugas untuk menembak

     "Sepertinya hanya ada kalian berdua disini. Tenn, kau urus pewaris Nanase, aku akan mengurus Tuan Besar Nanase ini," perintah Takamasa

     "Baik Kujou-san," ujar Tenn

"Baik, pembaca sekalian, kali ini, kalian akan membaca bagian dimana Tenn dan Riku akan bergelud dengan mode serius. Dimohon untuk sabar karena adegan tersebut mungkin akan di skip atau tidak dijelaskan secara detail dalam cerita ini. Sekian terima kasih,"- Mimit

     "Riku, dimana Erin?" tanya Tenn setelah posisi bertarungnya dengan Riku jauh dari Takamasa

     "Kenapa kamu bisa tahu soal Erin?" tanya Riku balik

     "Takamasa tahu tentang penjaga keturunan Nanase. Hubungi dia dengan kemampuanmu dan bilang padanya untuk tidak datang kesini. Takamasa punya seorang yang menjadi kunci untuk mengalahkan Erin. Firasatku, Erin jangan sampai bertemu dengannya," jelas Tenn singkat namun masih bisa dipahami oleh Riku

     Tenn berpura-pura menendang Riku dan Riku berpura-pura terlempar ke dinding dan melemah untuk leluasa menghubungi Erin

     "Erin, kau bisa dengar aku?"

     "Ah, ada apa Riku? Aku baru saja mau kembali,"

     "Jangan kembali kesini sebelum kupanggil. Bahaya. Mengerti?"

     "Wakatta. Jangan membahayakan dirimu lagi ya. Oh iya, aku menyelipkan kunaiku di tasmu untuk jaga-jaga. Kau tahu cara menggunakannya, kan?"

     "Tentu saja aku tahu,"

     "Hahaha! Apa hanya segini kemampuan dari Tuan Besar Nanase?!" seru Takamasa

     "Minna, aku sudah beritahu Pimpinan tentang rencana kita. Pimipinan dan Riku akan berpura-pura kalah. Saat Takamasa beranjak pergi, tembak dia secara bersamaan," komando Shun

     "Boleh kutembak kepalanya?" tanya Arata

     "Dia buronan SAD yang harus ditangkap hidup atau mati. Silahkan putuskan sendiri," jawab Shun

     "Wakatta," sahut Arata

     "Heh! Mari kita bermain lagi di lain waktu. Dan saat itu, akan kupastikan membunuh seluruh benih Keluarga Nanase hingga tak tersisa," ujar Takamasa

     "Three, two, one, fire!" komando Shun

      Semua peluru langsung ditembakkan ke arah Takamasa. Seolah sudah menyadarinya, Takamasa menyeringai dan menggumamkan sebuah nama,

     "Datanglah, Orion,"

Wussh!!

     Seketika, kabut tipis muncul disana. Sosok Orion datang dari kabut itu dan menangkis semua peluru yang mengarah ke Takamasa.

We're NOT JUST an Idols [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang