Chapter 10 'Manusia atau Bukan?

695 74 1
                                        

"Ternyata aku takut tidak hanya saat malam, tapi juga saat siang hari."

"Busnya," lirih Rama membelalak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Busnya," lirih Rama membelalak. "Tapi, aku nggak bisa bangunin kamu, yang lagi tidur nyenyak kaya gini, Sar," lanjutnya hanya melihat kepergian bus yang melewati halte tanpa berhenti.

Angin berembus begitu menyejukkan, membuat rambut sebahu Sara bergoyang. Namun, kelopak mata itu masih saja terpejam, dengan kepala yang bersandar di bahu Rama.

Lalu-lalang kendaraan tidak lagi memadati jalanan, kini petang menyapa dengan sinar senja keemasaan yang mulai terbit. Rama mengembuskan napas berat, sembari mengacak rambutnya kasar.

"Sar, kamu tidurnya lama banget sih. Udah dua bus yang lewat, tapi kamu nggak bangun-bangun juga," desis Rama.

"Hoam ...." Uapan besar terdengar dari mulut Sara. Ia menjauhkan kepalanya dari bahu Rama, seraya mengangkat kedua tangannya.

"Rama, apa kita udah ada dibus?" tanya Sara mengulet tanpa menyadari sekelilingnya.

Rama tersenyum tipis memandang Sara yang tampak sudah terbangun dari tidurnya. "Masih di halte," jawab Rama santai.

Sara terbelalak, memandang Rama di sampingnya. "Di halte?"

Rama mengangguk pelan, tentunya dengan senyuman. "Tadi udah ada dua bus yang lewat, tapi aku lihat kamu pulas banget tidurnya."

Sara bangkit dari duduknya, ia berkacak pinggang dihadapan Rama. "Kamu kenapa nggak bangunin aku, kalo memang ada bus yang lewat, Rama!"

"Aku nggak mau tidur kamu terganggu," potong Rama pelan.

"Terus kita pulang naik apa?!"

Rama mengalihkan tangannya, ia mengusap puncak rambut Sara pelan. "Terpaksa, kita harus jalan kaki ke terminal. Karena kalo udah petang, nggak ada bus yang lewat lagi."

Sara menggeleng, ia menatap jalanan sembari melipat kedua tangan di depan dada. "Aku mau tunggu bus di halte aja, aku nggak mau jalan ke terminal."

"Sara, maafin aku. Tapi, kita harus jalan kaki ke terminal. Percuma kamu menunggu bus di sini, nggak akan ada bus yang lewat."

"Ada itu," tunjuk Sara membuat pandangan Rama tertuju pada sebuah bus kecil tua, yang tengah melaju ke arah halte.

Sara melambaikan tangannya agar bus itu berhenti, setelah bus berhenti tepat di depan halte. Sara yang hendak masuk ke dalam, langsung dicegah oleh tangan Rama.

KAMPUS KERAMAT [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang