Chapter 30 'Misi Terakhir

573 71 0
                                        

"Yang tidak bisa melihat, jadi bisa melihat mereka yang tidak terlihat."

"Gue juga lihat, gue lihat banyak mayat di kolam renang," ucap Dion mengeluarkan keringat dingin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gue juga lihat, gue lihat banyak mayat di kolam renang," ucap Dion mengeluarkan keringat dingin.

"Itu karena alis lo dicukur, jadi lo bisa lihat makhluk halus," kata Farrel.

"Basuh wajah Kak Dion dengan air kolam renang ini," suruh Sara.

"Tapi, Sara, gue takut."

"Gakpapa, Kak, kita ada di sini."

"Udah cepetan Dion, lo lakukan cara keenam ini. Biar misinya juga cepet selesai, terus arwah-arwah di kampus ini kembali ke alamnya dengan tenang," paksa Candy.

Dion pun segera melangkah ke tepi kolam renang, lantas membasuh wajahnya menggunakan air kolam itu. "Astaga!" jerit Dion tersentak ke belakang.

"Dion, lo lihat?" tanya Farrel mendekat.

"Rel, lihat perempuan di atas papan lompat nomor tujuh itu," tunjuk Dion memandang sebuah papan lompat yang berada di sudut kolam renang.

"Siapa perempuan itu?"

"Kak Farrel bisa lihat? Terus, Kak Candy sama Rama, bisa lihat perempuan yang di sana juga?" tanya Sara dibalas anggukan dari mereka berdua.

"Iya, gue lihat. Dia anak mahasiswi sini bukan sih? Tapi, ngapain dia ada di sana, malam-malam kaya gini?"

"Kayanya dia mau lompat," duga Rama.

"Maksud lo, dia mau bunuh diri? Dengan cara lompat ke kolam renang?" timpal Candy curiga.

"Eh, lo yang di sana! Turun, jangan nekat!" teriak Farrel, akan tetapi perempuan itu tetap diam dengan rambut sebahunya yang menutupi seluruh wajah.

"Kalo sampai dia lompat dari atas sana, terus mati gimana? Itu berarti, masih ada arwah yang menginginkan tumbal."

"Kak Dion, masih lihat mayat-mayat yang mengapung di kolam renang?" tanya Sara tiba-tiba, dengan pandangannya yang terus beredar ke segala arah.

Dion berdiri, ia melihat ke sekitar kolam renang. "Kok hilang, tadi gue lihat banyak mayat mengapung di kolam renang. Mereka, ke mana, Sar?"

"Aku juga nggak tahu, Kak. Mayat-mayat itu hilang secara tiba-tiba."

"Jadi, tujuh cara yang tertulis di buku keramat benar-benar membantu kita, dalam mengusir arwah-arwah penasaran di kampus ini?" tukas Candy.

KAMPUS KERAMAT [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang