[ SEBELUM MEMBACA, DIHARAPKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU !!! ]
> Mengandung ketegangan yang berkepanjangan
> Penakut jangan baca
"Bangunan yang orang lain lihat, tidak sama dengan yang aku lihat."
Sara Diana dan temannya, Rama datang sebagai mahasiswa b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kicau burung perkutut terdengar dari arah hutan di samping rumah, burung yang setiap pagi bertengger di atas pohon dan menimbulkan nada nyaring yang begitu khas. Tidak ada dering alarm atau bahkan denting jam berbunyi, untuk membangunkan lelapnya tidur sepanjang malam.
Kelopak mata mengerjap, ketika sinar matahari terhalangi oleh bayangan hitam yang tersorot langsung ke wajahnya. Perlahan, sepasang netra membuka lebar dan memandang tajam pemilik bayangan hitam itu. Sudah tidak heran lagi, ketika sosok yang dilihatnya tersenyum lebar selayaknya sang badut di acara pesta ulang tahun.
"Sarah!" teriak Sara terduduk di tempat tidurnya.
"Pagi-pagi udah di jendela aja, minggir! Sinar mataharinya jadi ketutup sama bayangan kamu," ketus Sara dengan beraninya.
Sarah yang merasa terusik itu pun langsung menghilang secara tiba-tiba, dan sosoknya muncul kembali tepat di samping tempat tidur Sara. Tampaknya, sosok Sarah tidak pernah meluruhkan senyuman lebarnya itu. "Aku suka di sana, Sara. Aku, bisa melihat burung perkutut yang sedang berkicau."
Sara begitu terkejut akan kehadiran sosok Sarah di sampingnya. "Sarah, kalo mau muncul itu bilang dulu ... jadi, aku nggak kaget!" seru Sara, beranjak dari tempat tidur lantas berlari memasuki kamar mandi.
Air wastafel mengalir deras, Sara membasuh kedua tangannya sembari bersenandung. Ia mematikan kran air itu, lalu mengulas senyuman di depan cermin kamar mandi. Awalnya, wajah Sara yang terlihat dari pantulan cermin. Namun, seketika berubah menjadi wajah Sarah yang cukup mengerikan karena senyuman lebar miliknya.
"Sarah!!" jerit Sara menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Mulai pagi ini, aku akan bersemayam di dalam diri kamu. Aku akan mengikutimu ke mana pun kamu pergi, dan aku enggak akan membiarkan makhluk-makhluk lain menganggu kamu, Sara."
Tubuh Sara bergetar, napasnya terengah-engah. Lantas, ia pun perlahan menurunkan kedua tangan dari wajahnya. "Sarah, apa yang kamu lakukan ...."
Sesekali Sara melihat sosok Sarah, lalu berubah menjadi wujud dirinya kembali. "Kamu nggak akan menggangguku 'kan? Kamu harus janji, jangan membuat ulah di kampus itu. Bisa-bisa aku yang terkena masalah, karena ulah kamu," kata Sara seolah-olah berbicara pada dirinya sendiri, padahal ia tengah berbicara kepada Sarah.
Setelah mengatakan itu, tubuh Sara merasa tertarik oleh sesuatu. Sehingga, dirinya terambau tepat di samping bak mandi. "Cepat mandilah, kamu akan terlambat." Suara itu menggema di telinga Sara, membuatnya bergegas untuk membersihkan diri.
"Sara, Sara!" panggil Liu Changhai memasuki kamar anaknya-Sara.
"Sara." Liu Changhai melihat Sara tengah mensisir rambut sebahunya di depan jendela, lalu ia menghampirinya.