[ SEBELUM MEMBACA, DIHARAPKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU !!! ]
> Mengandung ketegangan yang berkepanjangan
> Penakut jangan baca
"Bangunan yang orang lain lihat, tidak sama dengan yang aku lihat."
Sara Diana dan temannya, Rama datang sebagai mahasiswa b...
"Bangunan yang aku lihat, tidak seperti yang kalian lihat."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMPUS KERAMAT
Sara Diana Hanzi adalah nama yang disematkan padanya sejak lahir. Nama yang memiliki arti tersendiri, yaitu wanita yang istimewa. Gadis peranakan Cina-Jawa berambut lurus sebahu ini, bukanlah seorang gadis biasa pada umumnya. Sejak kecil ia dapat melihat apa yang tidak bisa orang lain lihat, sebuah kemampuan supranatural ada di dalam dirinya.
Mata battin itu telah terbuka semenjak kelahirannya, hanya dalam kurung waktu singkat Sara bisa mengendalikan kemampuannya itu. Dalam melihat alam gaib, dan dapat merasakan kehadiran sosok tak kasa mata. Awalnya Sara menolak kemampuan itu, karena dianggap sangatlah tabu untuk dirinya.
Tragedi pertama yang dihadapi Sara ketika ia berusia sepuluh tahun, suatu tragedi yang sangat membekas dalam ingatan-pertemuannya dengan sosok makhluk halus yang menyerupai dirinya. Saat sedang bermain sendirian di kamar, Sara melihat setitik bayangan hitam di dekat jendela. Titik tersebut kian membesar dan mengambil rupa dirinya! Sara tidak akan lupa, bagaimana makhluk berpakaian putih dan berlumuran darah itu menatap dan tersenyum lebar padanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wajah makhluk itu begitu mengerikan, tubuhnya pun tidak lengkap. Sepasang kakinya tidak ada, rambutnya lurus panjang hingga menyentuh lantai. Sosok makhluk itu membuat Sara berteriak sekencang mungkin, menandakan ia ketakutan saat pertama kali melihat dirinya yang berbeda. Makhluk itu bernama Sarah, yang sejak lama telah bersemayam di dalam boneka barbie milik Sara, makhluk tersebut selalu menampakan diri kapan pun ia mau, dan kala petang seringkali duduk termangu di dekat jendela.
Sejak tragedi yang akhirnya membuat Sara menjadi traumatis, ia pun membulatkan tekat untuk mencari tahu lebih dalam tentang kemampuan supranatural, yang ternyata diwariskan turun-temurun dari keluarga besar ayahnya. Mata battin adalah kemampuan untuk melihat dan merasakan hal-hal yang normalnya tidak bisa dirasakan atau dilihat.
Sara meyakini bila Sarah merupakan salah satu jelmaan dirinya di masa lalu, yang datang kembali melewati lorong waktu. Sejak menajamkan mata battin, Sara dapat berkomunikasi dengan makhluk halus dan juga mengetahui apa yang terjadi di masa silam, bahkan sedikit kilasan-kilasan di masa depan. Seiring berjalannya waktu, kemampuan supranatural dalam diri Sara bisa dipergunakan untuk membantu, atau menjadi penyelamat bagi orang di sekitarnya.
Tantangan berat harus Sara hadapi sewaktu menjadi mahasiswi baru di sebuah kampus ternama. Sebelumnya, ia sudah mendengar rumor-rumor mistis yang beredar dari kampus itu. Sebuah kampus yang bisa dibilang keramat, karena bangunan tersebut bekas tempat pembantaian berantai pada masa penjajahan Belanda, yang mengakibatkan banyak korban jiwa berceceran dan membuat bangunan itu menjadi angker. Namun, bukankah kemampuannya akan lebih berguna di tempat seperti itu?
Sara tahu bahwa bangunan megah, yang baru selesai direnovasi itu bukanlah bangunan biasa. Namun, tidaklah mudah bagi Sara untuk membuat para penghuni kampus percaya padanya, terlebih lagi dengan para senior di sana.
"Bangunan ini, nggak seperti yang kalian lihat," ujar Sara kepada seniornya di sebuah kampus.
"Maksud lo apa? Lo itu mahasiswi baru di kampus ini, jadi jangan songong," cetus Candy selaku seniornya.
"Aku melihat seorang perempuan berdiri di sana, apa kalian nggak melihatnya?" Jari telunjuk Sara menunjuk pada pillar bangunan, ia sesekali merasa takut ketika makhluk itu menampakan diri kepadanya. Namun, itu suatu hal yang biasa terjadi.
"Kalo memang lo bisa melihat hantu, itu berarti lo bisa membantu kita bertiga," ujar Farrel kekasih Candy-senior di kampus itu.
"Bantu apa, Kak?" tanya Sara, dengan ekor matanya yang mengarah pada pillar bangunan.
"Bantu kita untuk memecahkan rahasia tersembunyi di balik kampus ini, karena akhir-akhir ini banyak mahasiswi yang tewas mengenaskan secara tiba-tiba," jawab Farrel dengan nada berbisik.
"Eh, lo masih percaya sama hal konyol itu, Farrel," timpal Nana yang diketahui sahabat dekat Candy.
"Na, gue mulai percaya sama kemampuan mahasiswi baru ini. Dan, gue curiga kalau kampus ini memang angker," sanggah Farrel.
"Nggak hanya angker, tapi di bangunan ini memang masih banyak penunggu yang sedang mencari tumbal," sambar Sara, membuat ketiga seniornya itu menatapnya tajam.
"Tumbal?"
"Halah ... itu mitos," ucap Nana enteng.
"Setiap manusia yang mati, itu nggak mungkin bisa jadi hantu apalagi gentayangan. Dan, kalo udah mati, ya, urusannya sama Tuhan, bukan sama manusia yang masih hidup," imbuh Nana beranjak Pergi.
Teror mistis pun dialami oleh salah seorang senior, yang sangat meremehkan kemampuan supranatural Sara. Sebab, dia tidak memercayai keberadaan hantu yang masih berkeliaran di kampus itu. Hingga satu waktu, Sara akhirnya berhasil menemukan sebuah buku tua di sela-sela rak perpustakaan, sebagai jawaban atas suatu hal-hal ganjil yang seringkali terjadi di kampus. Seperti sesajen di tempat-tempat tertentu, mahasiswa yang mengalami kesurupan, dan mahasiswi yang tewas mengenaskan setiap Jumat kliwon. Namun, dibalik semua tragedi menyeramkan itu, terdapat tujuh cara untuk mengusir arwah peminta tumbal, supaya tidak ada lagi korban berikutnya.
Akankah Sara dan seniornya dapat memecahkan rahasia tersembunyi di kampus, dengan melakukan tujuh cara yang terdapat pada buku tua itu? Bagaimana perjalanan mereka, untuk membebaskan kampus Bima Sakti dari arwah peminta tumbal?
HAPPY READING SEMOGA KAMU BERSAMAKU SAMPAI ENDING ...