"Dari mana aja lo?! Jam segini baru pulang!"
Seojun mendesah, omelan Song Kang jadi penyambutnya saat masuk ke kamar. Si Abang lagi asyiknya membaca sambil khawatir Si Adek sudah hampir jam 11 malam belum pulang-pulang. Seojun mendudukkan dirinya di kursi meja belajar sebelum menjawab tanya Song Kang.
"Rumah sakit."
"Hah? Siapa yang sakit?"
"Suho."
"Cih! Bisa sakit juga tuh orang."
Seojun diam. Tadi dia cukup syok saat melihat Suho tergeletak tak sadarkan diri. Sampai dia akhirnya memanggil ambulance dan membawa Suho ke rumah sakit. Walhasil, dia harus dirawat beberapa hari karena maag akut yang dideritanya. Seojun tadi menemui Suho dalam keadaan tidur karena pengaruh obat, memutuskan pulang dan kembali esok hari.
Pikirannya semrawut. Tidak hanya sekedar memikirkan Suho yang tengah jatuh sakit, tapi sesuatu yang membuatnya tidak menyangka dan menambah level simpatik dalam dirinya.
Song Kang melirik Seojun. "Kenapa si? Mukanya kek gitu?"
"Hah... gue baru tahu hidup dia seberat itu."
○◎○
Seojun memberanikan diri membuka-buka handphone Suho karena bingung juga harus berbuat bagaimana. Toh ia juga harus mengabari keluarga Suho 'kan?
Beruntung, ponselnya tidak dikunci, kalaupun dikunci pasti password-nya sesuatu yang berhubungan dengan Seojun, secara, Suho 'kan bucin parah. Seojun berjelajah di buku kontak Suho, kontaknya kurang dari 100 dan kontak dengan nama 'Papa' yang Seojun hubungi.
Lee Joo Hoon, aktor yang pernah terkenal pada masanya yang sekarang sibuk mengurusi sebuah agensi datang bersama seorang wanita yang Seojun yakini itu ibunya Suho. Seojun mempersilahkan Papanya Suho untuk menemui anaknya, memberi ruang antara anak dan ayah. Tapi yang menjadi janggal menurut Seojun, kenapa ibunya tidak ikut masuk.
Selanjutnya yang Seojun dengar dari ruang rawat Suho adalah teriakan yang penuh histeris disertai isakan tangis. Itu suara Suho, menyusul kekasihnya yang kelihatan sesak nafas, Seojun berinisiatif memanggil dokter sampai Suho ditangani dan bisa beristirahat dengan tenang.
Lee Joo Hoon, pria itu duduk dengan raut putus asa dan perasaan bersalah yang begitu mendalam ditemani Sang Istri yang tak henti-hentinya mengusap punggung Papa Suho menenangkan. Seojun memberanikan diri untuk mendekat, walau bagaimanapun, rasa penasaran dominan di kepalanya atas apa yang terjadi pada Suho.
"Halo Om."
Lee Joo Hoon menoleh. "Ah, kamu yang nelpon saya ya?"
Seojun mengangguk, lalu turut serta duduk di samping bakal calon mertuanya kelak.
"Kamu temannya Suho?"
"Iya Om." Sangat tidak memungkinkan mengaku pacar di saat genting seperti ini.
"Terima kasih sudah jadi temannya Suho." Seojun mengangguk.
"Saya mohon, jangan pernah tinggalin Suho ya?"
Seojun tersenyum. "Pasti Om."
Lee Joo Hoon mengalihkan pandangannya. Lagi, menghela napasnya, entah yang keberapa kali. Seojun ingin bertanya lebih lanjut, tapi rasanya ia ragu melihat keadaan Papa Suho yang begini. Ia akan menunggu sampai pria itu bercerita.
"Semuanya salah saya." Lee Joo Hoon mulai membuka suara setelah jeda yang cukup lama.
"Harusnya saya enggak pernah meninggalkan anak saya sendirian."
KAMU SEDANG MEMBACA
Seme-in Seme
Fanfic[Book 1] Ternyata berhubungan dengan Suho bisa jadi serumit ini, rumit buat hati Seojun. Semuanya gara-gara TOD sialan yang Seojun dan teman-temannya mainkan. Salah sendiri juga sebenarnya kenapa ia memilih tantangan. Dengan entengnya Chorong-orang...
