Seojun menatap kertas soal dengan berbinar. Memang betul, enggak ada yang lebih menyenangkan dari soal ulangan yang persis sama yang kita pelajari. Semua hasil belajarnya muncul di soal ini. Lagi, Seojun tambah bersemangat mengerjakan soal karena dijanjikan hadiah sama Suho kalo dia berhasil raih nilai di atas kriteria minimal.
"Kok gak semangat gitu belajarnya?"
"Hah... percuma, mau gue belajar ataupun enggak nilai gue gak bakalan naik."
Sebenarnya bukan karena nilai sih. Semangatnya buat belajar jadi musnah pas tahu siapa yang telepon Suho tadi. Sampai-sampai acara ciuman mereka terpotong.
Halah Jun! Bilang aja ciumnya mau lanjut.
"Jangan gitu Jun, selagi kita berusaha, semuanya pasti bisa termasuk nilai lo." Suho mengelus rambut Seojun.
Seojun menatap Suho dengan pout di bibirnya. Kalo soal belajar, Seojun paling malas, kalo ditanya soal nilai, dia menyerah.
"Atau gini aja deh kalo di nilai uts lo di atas minimal atau seenggaknya minimal, gue kasih hadiah."
Wajah Seojun seketika berbinar "Wah! Serius? Hadiahnya apa?"
"Semuanya yang lo mau."
"Kalo hadiahnya gue jadi seme, boleh?"
Tatapan Suho mendatar. "Gak usah belajar."
"Yaak! Gue becanda!" Seojun menggoyang-goyang lengan Suho.
"Emang apa salahnya kalo gue jadi seme," cicit Seojun.
"Salah!"
Semingguan ini Seojun berusaha dengan keras buat belajar. Sampai hari H nya uts, Seojun siap meraih nilai di atas minimal. Meskipun tujuannya buat dapat hadiah dari Suho, tapi itu memberikan motivasi lebih buat Seojun.
Sudah semingguan ini juga, Seojun tak pernah melihat atensi Seyeon, yang biasanya selalu bersama Suho atau Sujin. Masa anak itu pindah lagi, ah bodo amatlah, Seojun enggak peduli.
Meski kehadirannya tak ada. Sesekali Seojun menangkap Seyeon yang menelpon Suho. Seojun juga males tanya apa yang terjadi pada sahabat pacarnya itu.
Dahlah! Sekarang Seojun mau fokus.
Seojun mulai mengisi lembar jawaban. Dengan kertas kotret yang mulai penuh dengan hitungan-hitungan Matematika yang memusingkan. Walau menemukan beberapa soal yang jawabannya enggak ada, Seojun mampu mengisi semuanya tepat waktu.
Besar betul pengaruh Suho dalam nilai Seojun.
Memang dasarnya bucin.
Ulangan tengah semester dilaksanakan selama satu minggu. Seojun sudah berusaha keras. Hari ini adalah penentuannya. Kedua tangan Seojun bertaut menunggu giliran namanya dipanggil ke depan.
"Han Seojun."
Suara Pak Han membuat Seojun mendongak. Dengan langkah gugup Seojun maju ke depan mengambil kertas nilai hasil ulangan. Kertas itu masih Seojun balik ketika sudah sampai di bangkunya. Perlahan namun pasti, Seojun mulai membalik kertas nilainya.
"Woaah!"
Mulut Seojun ternganga tak percaya melihat deretan nilai. Beberapa ada yang hanya mencapai kriteria minimal, yang lainnya juga ada yang melewati nilai minimal. Seojun bangga dengan dirinya sendiri, enggak menyangka, berandal kayak dia bisa dapat nilai bagus.
Bertepatan dengan itu, Suho berbalik ke belakang, pun dengan Seojun yang langsung melihat Suho dengan raut gembiranya. Dua jempol Suho tunjukan sebagai pujian buat pacarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seme-in Seme
Fanfiction[Book 1] Ternyata berhubungan dengan Suho bisa jadi serumit ini, rumit buat hati Seojun. Semuanya gara-gara TOD sialan yang Seojun dan teman-temannya mainkan. Salah sendiri juga sebenarnya kenapa ia memilih tantangan. Dengan entengnya Chorong-orang...
