28. Unlucky challenge

2.5K 355 60
                                        

"Beneran gak mau turun malem ini Jun?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Beneran gak mau turun malem ini Jun?"

"Enggak, lagi males gue."

"Sayang, padahal yang turun anak baru, lo bisa menang mudah."

"Bodo amat, gue lagi gak mood."

Chorong mengangguk pasrah. Padahal, kalo Seojun menang 'kan perut dia juga bakalan ikut senang. Tapi enggak apa lah, kalo Seojun lagi enggak mood buat balapan, nanti jadinya bahaya.

Saat Seojun sedang mengobrol dengan yang lain sambil duduk di atas motor masing-masing, Chorong melihat seseorang yang sepertinya mendekat ke arah mereka, orang itu pastinya cowok, masih mengenakan helm juga. Dugaan Chorong benar, cowok itu kini ada di hadapannya. Cowok yang jangkung itu membuka helmnya.

Anjay! Ganteng.

"Han Seojun?"

Seojun menoleh menatap orang yang memanggilnya. "Gue?"

Chorong mendekat untuk berbisik. "Dia yang anak baru itu Jun, namanya Baek Kyung, sama kayak kita anak sekolah juga."

Seojun mengangguk samar atas penjelasan Chorong. "Ada apa?"

"Gue mau tantang lo balapan."

"Ck! Lagi males gue."

"Bilang aja lo takut."

Seojun mulai terpancing emosi. Dia paling enggak bisa kalo direndahkan. "Gue gak takut! Emang gue lagi ogah turun hari ini!"

"Pencundang emang selalu banyak alasan."

"Yak!" Seojun turun dari motornya, dia menghampiri Baek Kyung lalu mencengkram kerahnya.

"Gue gak takut! Gue terima tantangan lo!"

"Baguslah kalo begitu."

"Ekhem—" Seojun melepas cengkramannya.

"—apa taruhannya?"

"Lo boleh minta apa aja kalo lo menang."

Arah pandang Seojun melirik ke belakang Baek Kyung, tempat motornya terparkir. "Motor lo oke juga tuh! Juga, lo jadi babu gue seminggu."

Baek Kyung terkekeh. "Oke! Dan kalo gue yang menang—" Baek Kyung menunjukan seringainya. Dia melangkah maju mendekatkan wajahnya pada Seojun.

"—gue mau elo," bisikan Baek Kyung terdengar sensual.

"Bah! Mana ada taruhannya kayak gitu!"

Baek Kyung tersenyum remeh. "Lo gak berani?"

Seojun berdecak, dia paling marah kalo ada orang yang underestimating dia. "Deal!"

Sayang seribu sayang, walau Seojun sudah menggeber gasnya hingga puluhan kilometer per jam, ban depan motor Baek Kyung lah yang pertama kali menyentuh garis finish. Memang bukan main-main skill balapan liar yang katanya anak baru itu. Baek Kyung memenangkan pertandingan.

Seme-in SemeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang