"Maaf ya, semalem gue terlalu kasar, lo jadi kesakitan kayak gini."
Suara lembut Suho menyapa gendang telinga Seojun yang kini pasang muka asem. Dengan sentuhan lembut, tangan Suho mengelus-elus bagian bawah Seo—maksudnya dari pinggang ke pantat karena posisi Seojun tengkurap sekarang.
Tadi Seojun dibantu Suho ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Hanya bantu berjalan enggak termasuk membersihkan diri, kalo bantu bersihkan tubuh Seojun bisa-bisa ... awalnya Suho menawarkan bantuan itu, langsung ditolak tegas sama Seojun. Ya kali.
Suho juga meminjamkan bajunya. Seojun masih diam, pikirannya kembali ke tadi malam, kenapa dia gak bisa ingat sama sekali, apa karena dia mabuk ya? Ingatan Seojun hanya sampai saat dia minum seloki terakhir, dia juga sempat mimpi cium seseorang tapi enggak tahu siapa. Tahu-tahu paginya sudah begini.
Juga, kenapa Suho bisa sekasar itu sampai bikin Seojun kesakitan. Tidak berperi-keukean, aish! Seojun jadi ingat dare TOD sialan itu. Ini artinya Seojun gagal seme-in Suho karena bukan dia yang 'nusuk' tapi malah 'ditusuk' gimana kalo sampai teman-temannya tahu?! Ya ampun, tolong Ojun plis....
"Gue pengen pulang." Akhirnya Seojun buka suara.
"Sebelum pulang makan dulu ya?" Ini suara Suho kenapa bisa jadi lembut gini? Beda dari pas Seojun mohon-mohon biar Suho ikut ke klub.
"Lo mau makan apa?"
Seojun mengubah posisinya menjadi terlentang. Dia menatap langit-langit sambil berpikir, tangannya pun mengelus-elus perut ratanya, Seojun sebenarnya sudah lapar dari tadi. Seojun menatap Suho saat tahu dia ingin makan apa.
"Gue pengen kimbap sama tteokbokki."
"Masih pagi jangan makan pedes."
"Ck! Gue lagi kepengen sarapan tteokbokki! Apa susahnya sih diturutin?!"
Suho mendesah sabar. "Ya udah gue pesenin."
Suho mengambil handphone-nya buat delivery, tapi suara Seojun kembali menginterupsi.
"Gue pengennya tteokbokki yang deket Lotte World."
"Itu jauh Jun."
"Aish! Gue pengennya yang disitu!"
"Oke, Gofood aja."
"Di sana gak bisa pake Gofood! Orang yang jualannya abang kaki lima!"
Suho menatap Seojun datar. "Udah yang deket aja."
"Aish! Lo mah gitu! Buat apa nawarin kalo gak bisa nurutin!"
Seojun berbalik memunggungi Suho walaupun rada kesakitan. Dia pengin ngambek ke Suho.
Suho menghela napasnya, menghadapi Seojun yang seperti ini nampaknya butuh stok kesabaran lebih. Suho merapatkan tubuhnya ke badan Seojun. Bibirnya didekatkan ke telinga Seojun.
"Elo ngidam?"
"Hm!"
Tangan Suho terulur menyentuh perut Seojun lalu mengusapnya pelan seakan ada kehidupan lain di dalamnya.
"Hebat juga gue, bisa langsung isi."
Seojun menepis tangan Suho. "Apaan sih lo?! Gue cowok gak mungkin hamil!"
Suho menghela napas, lagi. Ia buru-buru memakai jaket dan mengambil kunci mobilnya.
"Gue pergi dulu, beli makan."
"Yaudah sana!"
Hah... Seojun-nya ini masih memunggungi Suho.
"Aish! Kok gue malah keliatan kayak uke?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Seme-in Seme
Fanfiction[Book 1] Ternyata berhubungan dengan Suho bisa jadi serumit ini, rumit buat hati Seojun. Semuanya gara-gara TOD sialan yang Seojun dan teman-temannya mainkan. Salah sendiri juga sebenarnya kenapa ia memilih tantangan. Dengan entengnya Chorong-orang...
