Bab 27

12.2K 743 84
                                        

Saat pagi pun Vasco melancarkan serangan fajar.

"Seperti malam pertama...
Mas nggak ada capeknya... " Kata Nila mengusap punggung Vasco yang masih menindihnya.

Vasco tersenyum, mencium pipi Nila lalu memisahkan intimnya. Dia berguling ke sebelah istrinya.

"Maklum...kanebonya nggak bisa liat lubang nganggur....."

"Alasan! Selangkangan Nila jadi capek..."

"Iya....Nanti mas pijit...."

"Mijit bentar, terus tangannya merambat ke yang lain..."balas Nila dengan mencebikkan bibirnya.

Vasco kembali mengecup pipi dan leher Nila karena gemas dengan wajah istrinya saat mencebik, terlihat kekanakan. Membuat Nila mengikik dan berteriak kecil.

"Kita kapan check out?" Tanya Nila usai suaminya puas mengecup pipi dan lehernya.

"Sesuai jam check out aja, jam 11-12 an.... "

"Duitnya yang untuk besok nggak bisa di refund ya?"

"Kayaknya nggak bisa.... "

Ponsel Vasco berdering. Panggilan VC dari Valdi.

"Kenapa lagi sich Val?" Tanya Vasco ketika melihat wajah adiknya.

"Kita OTW ke hotel... " Jawab Valdi. Terdengar juga beberapa suara tawa.

"Ngapain?! Nanti jam 12 kita ke sana... " Kata Vasco dengan nada kesal.

"Disuruh Tante Isti ke villa sekarang. Kita jalan sekalian nganter Juna beli ayam...." Suara Dimas.

"Beli ayam di pasar! Jauh banget melenceng nya.... "

Otak Nila mulai jahil, tangannya menyusup ke dalam selimut dan mengusap milik suaminya.
Vasco menarik nafas ketika jari Nila bermain di ujung intimnya. Sekilas Vasco menoleh ke arah Nila, tapi istrinya cuek. Nila fokus dengan sesuatu yang dikerjakan di balik selimut.

"Jagad juga minta jalan-jalan... ntar kita ke hotel bilang ke reception kalo cari bapak nya yang selingkuh... "

"Astaghfirullah...kalian pinter banget buat skenario halu...
Nila! Nila! mas lagi telpon sayang... "

Nila membuka selimut dan terlihat milik suaminya sudah tegak dan kaku.
Vasco tak konsen lagi melihat Nila yang mendekati intimnya.

"Nila dimana? Kalian ngapain sich? Kok dari tadi wajah kakak terus?!" Oceh Valdi.

"Di-dia... " Vasco tak melanjutkan, dia hanya menarik nafas saat Nila menghisap ujung intimnya. Lalu dengan santai Nila turun dari ranjang dan melenggang ke kamar mandi tanpa busana.
Vasco menghembuskan nafas.

Pria ini mematikan ponselnya. Tak peduli dengan suara yang berisik di seberang sana.

"Nila tanggung jawab donk! Kanebo nya kaku lagi... " Kata Vasco yang masih terbaring di ranjang.

"Nila uda pake shampo!" Teriak istrinya di kamar mandi.

Mau tak mau Vasco bangun dan menyusul istrinya ke kamar mandi, dan melampiaskan hasratnya lagi.

30 menit kemudian, mereka mendengar suara telpon kamar berbunyi.

"Iya pagi.... " Jawab Vasco.

"..... "

"Iya, boleh. Mereka saudara saya."

".... "

"Baik, Terima kasih." Vasco menutup gagang telpon.

"Mereka uda di sini?" Tanya Nila yang memasukkan barang pribadinya.

"Uda. Kita sarapan di hotel atau di luar?" Tanya Vasco

#7 BUKAN CINTA YANG SALAH (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang