Duapuluh delapan

365 24 3
                                        


Setelah pulang dari turnamen Rian langsung menuju pelatnas bersama para rombongan. Ada yang langsung tidur karna kecapean, ada juga yang beres-beres barang. Tak terkecuali Rian. Namun Rian tidak langsung pulang ke rumahnya. Alasannya clava masih ada di rumah Kevin. Palingan nanti akan Rian jemput setelah dari pelatnas.

Mengenai sikap Kevin, ternyata benar senja sedang mengandung. Rian harus banyak sabar kepada Kevin seperti Kevin dulu sabar ke Rian. Itung,-itung gantian lah ya. Apalagi Kevin dulu sangat tersiksa dengan sikap Rian saat clava masih hamil muda.

Kini Kevin masih tertidur di kasur sebelah kasur Rian. Dengkuran halus terdengar teratur dari Kevin. Sepertinya Kevin sangat lelah habis turnamen ini sampai-sampai ia lebih memilih singgah sementara di asrama daripada langsung pulang ke rumah menemui senja.

Baru saja Rian akan merebahkan tubuhnya, dari arah pintu ada yang mengetuk-ngetuk tak sabaran. Rian berjalan mendekati arah pintu dan langsung membukanya untuk mengetahui siapa biang keroknya.

Dan ternyata yang ngetuk pintu tadi adalah Jojo, entah apa yang mau di sampaikan Jojo kepada Rian namun di wajah Jojo terlihat sangat panik.
Dan itu membuat Rian menjadi sangat penasaran di buatnya.

" Ada apa Jo, kok muka Lo panik gitu?".

" Jom, anu itu Lo anu". Jojo terlihat gugup entah mengapa.

" Anu apa sih, gua tutup ya kalo nggak penting".

" Eh, jangan jangan jom, itu loh di luar ada anu itu loh".

" Anu apa Jo, udah ah males gua. Gua mau cepet istirahat biar bisa cepet pulang".

" Eh, bentar bentar". Jojo mencegah agar Rian tidak menutup pintunya.

" Ya udah makanya cepet ngomongnya".

" Itu di luar ada Sinta nyariin Lo jom".

" Sinta?, Sinta siapa". Tanya Rian yang masih berusaha mengingat siapa Sinta. Temennya yang namanya Sinta kan nggak cuman satu. Tapi yang berani sampai kesini cuman Sinta yang itu.

" Elah pakek amesia segala lagi, itu loh Sinta yang terobsesi sama Lo itu jom, ini bahaya jom".

Rian langsung tersadar dan teringat dengan Sinta yang di maksud oleh Jojo. Sinta yang sangat terobsesi dengan Rian , sampai-sampai berani datang ke pelatnas hanya untuk menemui Rian padahal rumahnya sangat jauh yaitu Padang.

" Yaudah jom, cepetan temuin gih nanti kalo clava tau gimana".

Rian segera saja berjalan ke luar dan membanting pintunya sangat keras. Entah mengapa ia sangat kesal dengan orang yang namanya Sinta itu. Dari dulu selalu saja menganggu Rian. Mungin dulu ia masih bisa terima tapi kan sekarang Rian sudah berkeluarga dan akan segera memiliki anak.







" Ngapain kamu di sini?". Tanya Rian kepada Sinta yang sedang menunggunya di kursi panjang pinggir lapangan.

" Hai Yan, apa kabar". Tanya perempuan itu yang tak lain adalah Sinta.

" Baik, sekali lagi gue tanya ngapain Lo di sini?". Jawab Rian ketus dan mukanya sangat datar bahkan melebihi kertas.

" Emangnya nggak boleh ya ketemu sama orang tersayang".

Rian membuang mukanya, rasanya sungguh memuakkan mendengar Sinta berbicara seperti itu.

" Kalo nggak penting gue tinggal".

" Eh eh, masak udah jauh-jauh Dateng aku di usir sih".

" Mending Lo nggak usah ganggu gue lagi deh".

" Yoi jom, mending Lo jauh-jauh deh sama nih orang satu. Dari pada rumah tangga Lo ancur kan ". Sahut fajar yang datang bersama Jojo dan Ginting dan tak lupa daniel.

" Maksutnya?". Tanya Sinta yang belum mengetahui bahwa Rian sudah menikah. Karna memang yang tau hanya warga pelatnas saja.

" Hadehh emang Tante nggak tau ya kalau mas jom ini udah punya istri". Leo mendekat ke arah Sinta.

" Apa Lo bilang, Tante. Eh tapi tunggu nggak mungkin lah Rian udah punya istri".

" Ihh, Tante nggak percayaan banget sih. Bahkan istrinya mas Rian aja udah hamil". Sinis Daniel.

" Nggak mungkin, ini pasti nggak mungkin. Rian ini nggak mungkin kan. Kamu cuman cinta sama aku kan?".

" Mereka bener, gue udah punya istri dan sebentar lagi bakal jadi ayah. Dan satu lagi, sejak kapan gue cinta sama Lo".

" Nggak ini nggak bener".

" Ya elah mbak, tau diri dong sekarang Jombang udah punya orang jangan ganggu-ganggu Rian lagi".

" Yo i Ting". Sahut fajar sedangkan Jojo hanya diam dan memperhatikan.

" Dan satu lagi, Tante nggak mau kan di kira pelakor".

" Ishh, kamu anak kecil ya, mulutnya bisa diem nggak".

" Ihhh atuttt ada Tante galak ". Ucap Daniel seperti mengejek Sinta.

" Nggak pasti istri kamu nggak secantik aku kan?".

" Cukup sin, mending Lo pergi sebelum gue usir".

" Nggak Yan , aku ke sini cuman buat kamu".

" Ih, dasar perempuan nggak tau malu banget ya, Lo tau nggak istri jombang itu tu kayak bidadari. Cantik luar dalem jago masak lagi paket komplit udah. Nggak kayak Lo".

" Iya mas Jo, pasti lah nggak kayak tente ini. Masak nasi aja nggak di tambahin lada".

" Enak aja aku tambahin lada kok masak nasinya".

" Bwahahahahahaha". Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban dari Sinta. Ia tak sadar bahwa ia sedang di kerjai.

" Kok pada ketawa sih". Muka Sinta sudah sangat kesal.

" Ya Tante sih lucu, ketauan kan nggak bisa masak. Kucing aja tau loh Tante kalau masak nasi nggak pakek lada bwahahah". Tawa Daniel semakin pecah. Sedangkan Sinta sudah malu setengah mati.

Dalam hitungan detik Sinta langsung pergi dari hadapan mereka semua.



why??Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang