Sepuluh

572 37 0
                                        


Setelah sampai di rumah, Clava dan Rian terkejut mendapati mobil Kevin terparkir cantik di depan halaman rumah mereka .memang kurang kerjaan sekali bocah tengil satu itu. Malam-malam begini bertamu di rumah orang.

Clava dan Rian turun dari mobil mereka dan segera menghampiri mobil Kevin. Namun saat melihat ke dalam mobil tak ada tanda-tanda bahwa Kevin berada di dalamnya.

" Lho tu tengil mana sih, masak mobilnya doang". Monolog Rian. Sedangkan clava sudah berjalan menuju pintu untuk membukanya karena pintu di kunci.

" Au ah capek gua mau istirahat". Rian meninggalkan mobil Kevin begitu saja. Ia sedang enggan bermain petak umpet. Badannya saat ini sedang capek setelah jalan-jalan bersama clava.

Namun baru mereka akan masuk tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan Kevin dari arah samping rumah mereka.

" Surpriseeeeee". Teriak Kevin lantang sehingga membuat Rian juga clava terlonjak kaget.

" Lo apa-apan sih Vin, ngagetin aja. Lagian Lo ngapain kesini".

" Iya , mas Kevin kenapa malam malam kesini".

" Sebenarnya gua ke sini dengan satu tujuan yang baik".

Rian dan clava mengerutkan dahinya bergantian.

Tiba-tiba Kevin mengeluarkan sebuket bunga mawar merah yang amat besar dari balik punggungnya.
Lalu Kevin jongkok di hadapan clava seraya menyodorkan bunga di hadapan clava.

" Mumpung di sini juga ada Lo jom, gua mau ngomong sesuatu".

Perasaan Rian sudah tak enak. Sedangkan clava masih bingung dengan keadaan ini. Ia tak mengerti apa maksut Kevin dari tadi.

" Clava, gue tau ini terlalu cepat buat lo, tapi sejak kita pertama ketemu perasaan ini muncul gitu aja. Setiap kali kita ketemu gue selalu merasa bahagia. Gue gak pernah lagi kepikiran tentang seseorang yang membuat gue jatuh dulu dan itu semua berkat Lo clav jadi...."

Rian mengepalkan tangannya menahan emosi. Clava sangat kaget tentang apa yang di ucapkan Kevin barusan.

" Jadi....Lo mau gak jadi pacar gue. Karna gue cinta sama Lo. "

Sudah Rian tak mampu menahan lagi emosinya. Tak pernah Rian seemosi ini dengan orang.

Bugghh

" Mas Rian".

" Lo apa-apan sih jom kok Lo nonjok gue". Kevin mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah.

"KARNA LO SALAH". Emosi Rian semakin memuncak. Tangannya mengepal kuat dan matanya melotot seperti hampir keluar saja.

" Gue salah apa gue mau nyatain perasaan gue sama clava emang salah. Gue kesini sekalian minta izin sama Lo jom karna Lo Abang nya. Trus kenapa Lo malah nonjok gue". Kevin terpancing emosi karna Rian.

" Gue gak bakal biarin Lo milikin clava".

" Lo kenapa sih jom sebenarnya".

" LO GAK AKAN BISA MILIKIN CLAVA!!". Bentak Rian kepada Kevin .

Dengan rahang mengeras dan tangannya yang mengepal kuat Kevin menarik kerah baju Rian dan menatapnya garang.

Clava berusaha memisahkan mereka sebelum terjadi baku hantam.

" Mas Rian , kak Kevin udah jangan berantem. Kita bisa bicarakan baik-baik masalah ini".

" Udah gak bisa clava orang ini harus di kasih pelajaran". Tutur Kevin.

" Kenapa Lo mau apa, mau nonjok gue silahkan tonjok gue tonjok!!"

Mendengar itu Kevin semakin emosi lalu..

Buggh. Kevin dengan tangan petirnya  menonjok Rian di pelipisnya sehingga membuat Rian meringis.

Namun Rian tak tinggal diam ia membalas pukulan Kevin juga dan tepat mengenai hidung kevin sehingga hidung kevin berdarah karna mimisan.

" Mas, kak udaaaaah jangan berantem lagi".

Namun Kevin dan Rian masih saling memukul tanpa ampun.

Buggh

Buggh

Buggh

" MAS UDAHHH". Teriakan clava menghentikan keduanya bibirnya bergetar menahan isakan tangis karna menyaksikan Kevin dan Rian saling memukul.

Clava melihat Rian berdiri setelah puas memukul Kevin yang tersungkur di bawahnya dengan hidung berdarah.

Clava yang melihat Kevin dengan keadaan seperti itu langsung menghampiri kevin. Clava berusaha membantu Kevin berdiri dengan ke dua tangannya.

" Kak Kevin ngak papa, ya ampun darahnya banyak banget". Clava membantu Kevin duduk di kursi teras.

Rian yang melihat adegan itu tidak bisa tahan lagi. Apa lagi saat berdiri tadi Kevin mengeluarkan senyum miringnya kepada Rian.

Rian kembali meraih kerah Kevin dan meninju nya tepat di pipinya.

" MAS RIAN".

" LO JANGAN BERHARAP LAGI SAMA CLAVA , KARNA CLAVA ITU ISTRI GUE DAN CUMAN PUNYA GUE".

Seketika itu clava dan juga Kevin kaget. Namun clava tak sekaget Kevin.

why??Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang