part 22

2.1K 169 35
                                        

Rasya sudah bertekuk lutut di hadapan rendi dengan tangan memohon tapi rendi tetap mengabaikannya.

"Pergi dari sini sebelum saya usir!"

"Tidak om saya akan tetap di sini sebelum om memberikan restu buat saya om"

"Rasya gw bilang lo pergi sebelum gw ngebunuh lo" langit saat pertama melihat rasya sudah di tutupi emosi dengan tidak sabarnya langit membuat wajah dan tubuh rasya jadi sasaran empuk untuk meluapkan emosinya tapi rasya hanya diam tak melawan sedikitpun padahal rasya punya ilmu beladiri yang bagus.

"Tidak sebelum lo dan daddy lo memberikan restu buat gw dan bintang"

Langit hilang kesabaran dengan sekali tarikan langit menarik baju rasya membuat rasya berdiri dengan terpaksa kalau di lihat tubuh rasya sudah babak belur tapi rasya tak peduli dia malah bahagia mencium bau darah.

"GW ENGGA AKAN MERESTUIN LO KARENA BINTANG HANYA MILIK GW DAN KELUARGA GW! CAMKAN ITU!" dengan lantangnya langit berbicara di hadapan wajah rasya membuat rasya memejamkan matanya dan menahan emosinya.

"Langit sudah biarkan para bodyguard menyeret dia keluar daddy engga akan membiarka bintang bersama dia"

"Akan ku pastikan semuanya menyetujuinya" gumam rasya tapi masih terdengar oleh telinga langit dan rendi.

"Bugh" langit menendang tepat di dada rasya membuat rasya yang sedang berlutut terhuyung kebelakang.

"ABANG UDAH!" ah itu suara bintang padahal rendi sudah mewanti wanti supaya mbiil menjaganya di dalam kamar dan di luar kamar di jaga oleh dua bodyguard semuanya bodoh lihatlah bintang yang sedang menangis melihat keganasan ayah dan anak ini.

"Abang udah bang,dad udah hiks kasian ka rasya"

"KENAPA KAMU KELUAR DARI KAMAR!" emosi langit meledak.

"AKU ENGGA MAU KA RASYA MATI SIA² KARENA AKU BANG!" dengan lantangnya bintang berbicara.

"Masuk ke kamar lagi mom bawa bintang masuk ke kamar lagi dia urusan daddy sama abang kamu engga usah ikut campur" dengan sigap mbiil membawa bintang ke kamarny lagi tapi di tepis oleh bintang.

"Mom please aku mau di sini dulu sebelum mereka melepaskan ka rasya"

"Sayang dengarkan kata daddymu nak yuk kita ke kamar lagi"

"Engga mom"

"BINTANG!" teriak rendi dengan tatapan tajamnya.

Nyali bintang langsung menciut tapi dia harus berani demi nyawa rasya ada rasa sedikit sayang yang tumbuh di hati bintang tapi bintang tak tau itu rasa apa.

"Maaf dad aku mau tetap di sini" cicit bintang pelan.

Melihat itu rasya terenyuh hatinya membuat cintanya semakin mengebu gebu " pergilah aku kuat ko" cicit rasya dengan senyuman.

Derai air mata bintang terjatuh begitu saja melihat wajah dan tubuh rasya sudah berlumur darah "prok...prok.." langit bertepuk tangan dengan keras melihat adegan dua sejoli ini.

"Bagus banget lo udah bisa bikin adek gw sampe nangis gini lo apaain dia hah" tunjuk langit.

Rasya tersenyum sinis "jangan lupakan adek lo bukan anak kecil lagi yang bisa lo bohongi dia sudah besar dan dia punya rasa yang tak akan pernah lo tau"

"Dia tetap adek kecil gw paham lo!"

"SUDAH² TIDAK USAH BERDEBAT SEKARANG KAMU PERGI DARI SINI SEBELUM SAYA HILANG KENDALI DAN MENGELUARKAN PELURU UNTUL KAMU DAN AYAHMU!"

"Saya tidak takut om,silahkan om ingin membunuh saya tapi jangan ayah saya dia tak tau apa² tentang rasa cinta saya pada bintang"

"Persetan dengan cinta yang saya tau bintang anak saya dan tidak akan saya berikan pada siapapun itu!"

"Sekali lagi om lupa bintang sudah besar dia punya rasa cinta yang lain"

"Bugh" dengan gerakan cepat rendi menjambak rambut rasya dan dengan sekali hentakan kepala rasya di benturkan ke lantai.

Pekikan bintang dan mbiil menggema  tapi rendi tak menghiraukannya "jangan pernah memerintah saya semua tentang bintang hanya saya yang tau"

"DADDY UDAH!" baru saja bintang akan berlari ke arah rasya tapi langit menghalanginya.

"Jangan pernah menyentuh dia sedikitpun!"

"Lepas bang kasian kepala ka rasya berdarah dan dia juga sudah tak sadarkan diri"

"Biarkan orang lain yang mengurusnya kamu masuk ke kamar bawa bintang mom!"

"BODYGUARD BAWA BINTANG KE KAMAR! PASTIKAN DIA TAK BISA KELUAR KAMAR!"

Bintang meronta di dekapan langit tapi nihil semua sia² dua bodyguard mendekat niat membawa bintang ke kamarnya tapi bintang dengan tak berperasaannya menggigit tangan langit membuat langit mengaduh kesakitan.

"Akh sakit! apa apaan kamu bintang!"

Bintang tak menjawab seketikan dekapan langit terbuka dan bintang berlari ke arah rasya yang sudah tak sadarkan diri dengan darah yang mengucur di kepalanya dan di sekujur tubuhnya.

"Ka rasya bangun kak"

"Dad tolong ka rasya dad"

"Tidak sebelum kamu berjanji tidak akan menemuinya lagi!"

"Aku janji dad tapi tolong ka rasya dad hiks hiks kasian dia dad"

"BODYGUAR KIRIM DIA KE MANSIONNYA!"

"Dad maksud aku bukan seperti itu dad tolong lihat ka rasya dulu dad obati dia dulu dad aku khawatir dengan dia"

"Tidak akan dan tidak pernah"

"Dad aku mohon"

"Diam bintang sekarang masuk kamar"

"Tidak sebelum kalian membawa ka rasya ke rumah sakit atau memeriksanya aku akan tetap di sini!"

"BINTANG KAMU BERANI MELAWAN HAH!" emosi rendi srmakin menjadi jadi melihat bintang yang dengan gigihnya memohon.

"Aku sayang dia dad ada rasa yang tak bisa aku ungkapkan pada kalian"

"DEG" semua diam mendengar penuturan bintang ada rasa sesak di hati mereka bintangnya memang sudah besar dan sekarang apa bintangnya sudah mulai mencintai seseorang yang bukan dari bagian keluarga.

Rendi meluruh tubuhnya lemas hanya dengan mendengar itu apa selama ini dia tak bisa menjaga bintang menjaga hati bintang hanya untuk dia dan keluarganya pikiran rendi berkecambuk memikirkan itu semua tapi rendi harus mengakui bintang sudah dewasa bukan bintang anak kecil lagi.

aq up neh ayo vote sama comen maksih ngebut ini juga ngetiknya kalau ada tyfo harap maklum 😁

Story twin'sCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang