"tekad 'ku bagaikan angin. Meski beberapa kali kuyakini pada sanubari, tetaplah belaka. Aku hanyalah randu"
***
"Putri Irish telah ditemukan!" terdengar suara seorang pelayan dengan nada panik bercampur lega.
"Di mana dia?" tanya seorang pelayan lain yang segera menghentikan langkahnya.
"Dia ada di kamarnya," jawabnya sambil mengatur napas.
"Bagaimana bisa ini terjadi pada Putri Irish? Kasihan dia, padahal dia selalu baik," ujar salah satu dari mereka dengan nada iba.
"Entahlah," balas yang lain sambil menggelengkan kepala, tak mampu menyembunyikan kekhawatirannya.
Aku, yang kebetulan lewat di dekat mereka, langsung berhenti. Buku tebal yang kubawa dari perpustakaan hampir saja jatuh dari tanganku. Jantungku berdegup tak karuan, seakan ingin meloncat keluar dari dadaku. Kaki-kakiku bergetar hebat, diliputi rasa takut yang tak tertahankan.
Apakah ini akhir dari segalanya? pikirku, takut tahtaku benar-benar hancur.
Langkahku terhenti total saat suara berat menggema di lorong.
"Berhenti di sana!"
Aku tersentak. Pangeran Averio muncul dari balik bayangan, diiringi oleh beberapa prajurit bersenjata lengkap. Tanpa banyak bicara, mereka segera meraih kedua lenganku dan memasang belenggu besi di pergelangan tanganku.
"Lepaskan aku!" Aku berontak, mencoba meloloskan diri, namun cengkeraman mereka terlalu kuat.
"Bawa dia ke hadapan Raja!" Averio memerintah dengan nada tegas.
Aku diseret dengan kasar, belenggu itu terasa semakin menekan hingga meninggalkan bekas merah di kulitku. Sampai di ruang singgasana, mereka mendorongku hingga aku jatuh berlutut di hadapan Ayah.
"Bruk!"
Raja Mario duduk di singgasananya dengan ekspresi yang dipenuhi amarah. Alisnya berkerut tajam, dan tatapannya seperti bara api yang menyala.
"Kau akan dihukum!" suara Raja menggema di ruangan besar itu.
Aku mendongak, menatapnya tanpa rasa takut sedikit pun. "Hukum saja! Kau pikir aku peduli?!" tantangku, mataku menyala penuh keberanian.
Suasana hening sejenak. Semua orang yang hadir menahan napas. Ayah memandangku dengan kemarahan yang hampir tak terkendali, sementara aku berusaha menahan senyum sinis.
"Cukup, Lidya! Jangan buat keadaan lebih buruk!" sergah Rosalina yang berdiri di dekat Irish. Wanita itu sibuk menyeka keringat di dahi Irish yang tampak pucat ketakutan.
Aku melirik ke arah mereka, memperhatikan bagaimana Rosalina mencoba tampak berwibawa. "Hei, Rosalina," aku berkata, suaraku terdengar dingin, "kau seharusnya bersyukur anakmu tidak jadi anak haram."
"TUTUP MULUTMU, LIDYA!" Ayah berteriak, suaranya menggema di seluruh ruangan. Semua orang membisu. Nafasku memburu, tapi aku menegakkan tubuhku, tetap menunjukkan keberanian.
"Kenapa kau begitu membelanya, Ayah?" tanyaku dengan nada sarkastik. "Apakah dia lebih penting dari aku, putri kandungmu sendiri?"
"Jangan bicara seperti itu!" Raja Mario bangkit dari singgasananya, menunjukku dengan amarah yang berkobar.
Aku tersenyum dingin. "Kalau begitu, jangan anggap aku anakmu lagi," ujarku pelan namun tajam. "Mulai hari ini, aku bukan bagian dari keluarga Azalea. Aku adalah Lidya Arabella, putri dari seorang wanita yang jauh lebih berharga daripada siapapun di ruangan ini."
"Lidya, berhenti!" suara Averio memotong ucapanku. Dia menatapku tajam, tetapi aku bisa melihat kegelisahan di matanya.
Aku menoleh kepadanya, mengangkat daguku dengan angkuh. "Pangeran Averio," aku berbicara dengan nada penuh ejekan, "menikahlah dengan Irish. Aku tidak ingin menjadi penghalang cinta suci kalian."
Averio terlihat terkejut, tetapi segera menyembunyikan ekspresinya. "Pertunangan kita tetap berjalan," katanya tegas. "Ini adalah keputusan kerajaan, dan kau tidak punya hak untuk membatalkannya sepihak."
Aku tertawa kecil, sarkastis. "Tentu saja," kataku, suaraku tajam seperti belati. "Karena kau hanyalah pangeran boneka yang tidak bisa membuat keputusan sendiri."
Ruangan itu hening. Aku menatap semua orang satu per satu, memastikan bahwa kata-kataku tertancap dalam di pikiran mereka. Lalu, dengan langkah penuh percaya diri, aku berbalik menuju pintu.
"Bawa aku ke penjara, atau biarkan aku pergi. Aku sudah tidak peduli lagi."
***
Bagaimana Part ini?
Semoga kalian suka, ya!🥰🥰🥰

KAMU SEDANG MEMBACA
The Main Princess✔️
FantasyDalilah terperangkap di tubuh kembarannya sendiri, sejak kematian dirinya beberapa hari yang lalu. Highest rank #2 | Pahlawan (13 February 2025) #13 | 2023 (13 February 2025) #22 | Jiwa (13 February 2025)