Di saat emosinya mulai reda dan pikirannya lebih tenang, Awan masuk ke dalam. Pantas saja sejak tadi terasa sepi, ternyata Arabella ketiduran di sofa. Ada sedikit penyesalan telah mengabaikan wanita itu, padahal niat mereka menginap tadi untuk tetap terjaga sampai pagi.
Awan mendekati Arabella, dengan perlahan menggendong wanita itu untuk dipindahkan ke ranjang. Saking lelapnya, Arabella tidak terbangun. Ditariknya selimut di ujung kaki dan menyelimuti wanita itu sampai ke batas dada.
"Sweet dream, Ra." Awan mencium kening Arabella.
Setelah itu dia duduk di sofa. Melihat ponsel Arabella, Awan mengambilnya. Dibukanya galeri foto lebih dulu. Terdapat banyak sekali foto, berisi berbagai momen keseharian wanita itu selama masih menjadi model. Lalu di pertengahan, ada foto bersama pria yang sama seperti di video tadi. Rasa cemburunya naik lagi ke permukaan.
Tidak hanya foto dan video yang masih ada di ponsel Arabella, tapi juga riwayat chat dan panggilan. Meski tanggal terakhir interaksi memang sudah lama, tetap saja seharusnya dihapus kalau memang masih menggunakan ponsel yang sama.
Penasaran, Awan membuka chat Arabella dengan kontak bernama Digo itu. Pria itu sangat perhatian rupanya, tak henti-hentinya mengirimkan chat pagi hingga malam untuk menanyakan soal makan, istirahat, hingga hal-hal terkecil lainnya.
Awan menoleh pada Arabella yang masih pulas, menatap cukup lama sambil memikirkan sesuatu. "Maaf, Ra. Aku cuma nggak mau kamu masih dibayangi masa lalu."
PRANG!
Ponsel itu Awan lempar dengan keras ke tembok dari jarak yang cukup jauh, hingga layarnya benar-benar pecah saat berakhir di lantai. Arabella menggeliat, tapi tidak terbangun.
Sejenak Awan menyadari kalau dia sudah keterlaluan, tapi entah kenapa sulit memendam emosi di saat sudah sangat cemburu.
Awan kembali mendekati Arabella dan duduk di lantai. Diusapnya kepala wanita itu dengan lembut. "Kamu milik aku, Ra. Nggak akan aku biarin siapapun merebutnya." Terdengar mengancam.
Lama memandang wajah cantik Arabella, lama-lama Awan mulai mengantuk. Dia menyandarkan kepalanya ke tepi ranjang, sambil tangannya memeluk pinggang Arabella.
***
Arabella membuka matanya, ada yang terasa berat di perutnya. Saat dilihat, ternyata tangan Awan. Dia terkejut melihat pria itu tidur dengan posisi duduk seperti itu. Sebelum membangunkannya, lebih dulu Arabella memandangi dengan tersenyum.
"Kalau lagi tidur gini, wajah kamu bener-bener kayak bayi," ucapnya sembari mengusap puncak kepala Awan.
Awan terbangun. Dia mengangkat kepala dan memicingkan mata melihat Arabella. "Kamu udah bangun?" tanyanya.
"Kamu ngapain tidur di situ?" Arabella balas bertanya.
"Ketiduran," jawab Awan.
"Ngapain duduk di situ?" selidik Arabella.
"Lihatin kamu tidur," jawab Awan jujur.
Arabella tersipu. "Udah nggak marah emangnya?" tanyanya sambil mengusap pipi Awan.
"Marah sama kamu mana bisa lama-lama." Awan juga membelai pipi Arabella. Dia membungkuk di atas wanita itu dan menciumnya.
"Eh?" Mata Arabella membeliak saat tangan Awan mulai nakal hendak masuk ke dalam bajunya.
Awan terkekeh. "Namanya juga usaha, kali aja dapet bonus pagi." Dia pun berdiri dan meregangkan tubuh yang terasa kaku.
Arabella bergerak untuk duduk. Matanya mencari-cari ponselnya, hendak melihat jam. "Lihat hape aku nggak?" tanyanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret and the Boss (TAMAT)
RomanceArabella, seorang model cantik yang harus merelakan karirnya jatuh setelah dirinya hamil. Sialnya lagi, pria yang menghamilinya malah menguras habis uangnya dan kabur. Arabella benar-benar jatuh miskin setelah membayar semua ganti rugi atas pembatal...
