Lisa melangkah cepat menuju ruangannya. Ada hal penting yang harus ia tangani. Ia terlalu kalut sampai tak melihat sekitar, sampai sesuatu menabrak tubuhnya hingga hampir limbung.
"Aduh,, maaf.." Lisa terpaku, matanya menatap objek di depannya dengan tatapan sulit di artikan.
"Lisa?"
Lisa sadar, ia tersenyum canggung, "Iya Pak Dika."
"Kamu kenapa buru-buru?"
"Emm, saya harus menangani sesuatu."
"Sesuatu yang penting?"
"Iya Pak, saya permisi dulu.."
"Emm Lisa.." langkah Lisa terhenti, lalu menatap Dika.
"Iya Pak?"
"Kalau ada waktu luang, mau makan dengan saya?"
Lidah Lisa kelu, ia hanya mengangguk kaku lalu pergi. Pria itu menatap punggung Lisa yang berjalan menjauh darinya. Senyum diwajahnya terbit, sangat manis untuk ukuran pria ramah seperti dirinya.
***
Pintu ruangan itu tertutup, Lisa bersandar. Ia menutup mulutnya, rasa mual tiba-tiba menyerangnya. Matanya berair, ia terduduk lemah.
Bayangan 2 tahun lalu mulai berputar di ingatannya. Ingatan yang menyeramkan bagi Lisa, dan tak seorangpun tau tentang itu. Hanya Lisa, hanya Lisa yang tau. Hanya dirinya yang menyimpan luka itu sendiri.
Tok.. tok..
Lisa terkejut, ia mengutuk siapa saja yang telah menganggunya.
Gadis itu bangkit, menepuk-nepuk pipinya, dan tak lupa mengusap matanya yang sejak tadi berair.
Ia lalu membuka pintu, wajahnya yang semula suram kini terlihat bersinar. Iyakan cahayanya datang :')
"Pak Hanbin kenapa kesini?"
Hanbin mengangkat tangannya yang terlihat membawa bingkisan, "Makan siang.."
Lisa mengangguk paham, ia lalu mempersilahkan Hanbin untuk masuk.
"Tumben.. biasanya cuma ngingetin lewat telepon."
Hanbin tersenyum, "Saya rasa, saya harus lebih perhatian agar kamu mau segera menikah dengan saya." Ucap Hanbin dengan nada menggoda, tak lupa alis tebal itu yang naik turun.
"Bapak bawa apa?"
"Tadinya mau bawa hamburger, tapi kayaknya kamu lebih suka sandwich. Dan juga salad buah."
Dahi Lisa berkerut, makan siang model apa yang makan sandwich sama salad?
"Ayo makan, saya tau kamu lagi diet. Jadi bawa ini." Lisa menghela nafas, ia lalu duduk disamping Hanbin. Membuka mulutnya meminta Hanbin menyuapinya.
"Aaaaaaa.." Hanbin tertawa, ini memang bukan pertama kalinya Lisa bersikap manja padanya. Namun kali ini terasa berbeda, terasa seperti Lisa sudah menjadi miliknya, sepenuhnya.
Hanbin menyuapi Lisa salad, memang dasarnya Lisa yang tak sabar untuk makan atau Hanbin yang bar-bar dalam hal suap menyuap. Kini sudut bibir Lisa sudah banjir dengan mayonaise, namun Lisa seakan tak peduli dengan itu dan terus meminta Hanbin menyuapinya.
"Tisu masih banyak Sa, lap in gih." Ucap Hanbin yang fokus memilih buah untuk ia makan.
Lisa tak beranjak, masih sibuk menguyah buah sambil menatap Hanbin tanpa dosa.
Mata Hanbin melirik Lisa yang tak bergerak, ia lalu meletakkan wadah salad diatas meja. Mendekat kearah Lisa, menatap Lisa yang masih menguyah buah.
Wajah Hanbin mendekat, mengusap noda putih disudut bibir Lisa dengan bibirnya. Ah lebih tepatnya menjilat mayonaise di sudut bibir Lisa. Awalnya Lisa diam, namun sedetik kemudian ia tersenyum. Itu yang sedari tadi ia pikirkan. Haha..
Hanbin menatap lekat mata Lisa, menempelkan dahi mereka, saling menatap, merasakan hembusan nafas hangat.
"Marry me Lisa.." bisik Hanbin. Mata Lisa terpejam, dapat ia rasakan sebuah kecupan lembut di kelopak matanya.
Lisa memeluk Hanbin, menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu. Sungguh, ini bukan dirinya. Ia tak biasanya bersikap manja pada orang lain. Namun lihat ini, ia sangat manja dan bisa dibilang sedikit agresif.
"Lisa.."
"Hm..?"
"Yes or no?"
"Apa?"
"Yes or no?"
"Apanya?"
"Lisa please!"
"Haha apa?"
"Truth or dare?"
"Truth."
"Mau nikah sama saya gak?"
"Gak."
"Truth or dare?"
"Kok lagi.."
"Jawab aja udah."
"Emm jawab apa ya.."
"Dare aja.."
"Yaudah dare."
"Kamu harus nikah sama saya!"
"Ih kok maksa."
"Bukan maksa, lebih ke melamar kamu dengan cara berbeda dari yang lain.."
"Ah Pak Hanbin mah.. saya baper nih, Bapak mau tanggung jawab?"
:')
Alhamdulillah update walau pendek 😂👍
Kira" apa yg buat Lisa nangis di balik pintu?
Kita harus cari tau.
Oke bye..
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sexy Husband [ Hanlis ]
FanfictionApasih yang gak disuka dari Kim Hanbin, Papa Muda dengan seribu pesona. Tubuh tinggi tegap, wajah tampan nan tegasnya mampu menghipnotis setiap mata wanita yang melihatnya. Berawal dari Jalanan hingga menuju ke pelaminan. Inilah awal perjalanan cint...
![My Sexy Husband [ Hanlis ]](https://img.wattpad.com/cover/237083011-64-k558180.jpg)