Setelah kejadian dimana ia mendapat kado istimewa dari orang tak di kenal. Kini Lisa mulai waspada, sesuatu yang buruk pasti akan terjadi padanya jika sampai ia lengah.
Langkahnya semakin lebar saat melihat tempat tujuannya sudah ada di depan mata. Saat ini ia berada di kantin rumah sakit, niatnya sih mau makan karena lapar.
Saat tengah mengambil roti, seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya. Ia menoleh, dahinya mengernyit heran.
"Ada yang bisa saya bantu?"
"Dokter Lisa kan?" Lisa mengangguk pelan, ia merinding kala melihat senyum lebar pria itu.
"Dokter lupa sama saya? Saya pasien Dokter dua bulan lalu."
"Pasien?"
"Iya, Dokter yang tolongin saya pas saya sakit radang tenggorokan."
Lisa berdehem, ia ingin tertawa sekarang. Ia ingat kejadian dua bulan lalu.
"Tuan June?"
Pria itu tersenyum lebar, "tepat sekali."
"Apa ada yang bisa saya bantu Pak June?"
"Emm sepertinya ada, tapi ini tentang bisnis."
"Bisnis? Bisnis apa?"
June melihat sekitar, ia lalu mendekat ke arah Lisa dua langkah. Tentu hal itu membuat Lisa ikut memundurkan langkahnya.
"Jangan mundur dong Dok."
"Ya Bapak deket-deket saya, kan saya takut."
"Saya mau bisikin Dokter."
"Ohhh.. yaudah."
"Jadi gini...." June membisikkan sesuatu pada Lisa yang membuat ekspresi wajah Lisa berubah-ubah.
"GAK! Saya gak mau."
"Ini tawaran bagus loh Dok, cocok buat Dokter. Gajinya juga besar."
"Saya gak peduli sama gaji ya, lagian gaji saya juga banyak kok. Bapak cari orang lain aja, jangan saya."
June memutar otaknya, mencari ide untuk meluluhkan hati calon istri dari presiden direktur di tempatnya bekerja.
Pria itu tersenyum tipis, Ahaaaa..
"Saya sebenarnya tau model ternama yang sudah mendunia, tapi saya tidak yakin Bos saya mau menerima model itu."
"Siapa?"
"Maria."
"Maria siapa?"
"Dokter gak kenal sama model cantik itu?"
"Terus apa hubungannya sama saya. Saya mana peduli, terserah anda mau ambil model yang mana. Lagian saya ini Dokter, bukan model."
"Dokter tau gak saya dari perusahaan mana?"
"Mana saya tau, saya juga gak peduli."
"Saya dari perusahaan Hilteum."
Mata Lisa melebar.
"Jangan ambil Maria!"
***
"Halo Pak."
"Gimana?"
"Saya sudah dapat modelnya Pak."
"Bagus, cepat bawa ke perusahaan."
"Otw Pak, sekarang saya sedang bersama dia menuju perusahaan."
"Ya, saya tunggu."
"Baik Pak Hanbin."
***
Hanbin mengetuk-ngetuk layar ponselnya, menunggu June datang.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sexy Husband [ Hanlis ]
FanficApasih yang gak disuka dari Kim Hanbin, Papa Muda dengan seribu pesona. Tubuh tinggi tegap, wajah tampan nan tegasnya mampu menghipnotis setiap mata wanita yang melihatnya. Berawal dari Jalanan hingga menuju ke pelaminan. Inilah awal perjalanan cint...
![My Sexy Husband [ Hanlis ]](https://img.wattpad.com/cover/237083011-64-k558180.jpg)