Sebulan sudah,
Haechan sudah pulang dari rumah sakit beberapa hari lalu dengan gip di kaki kanannya,
Dan selama ini baik Renjun atau Jaehyun bergantian menemani Haechan dirumah, dia cuti panjang dari kantor, bahkan kemarin tim kantornya menjenguknya,
Aktifitas nya masih terbatas, dia di bantu kursi roda kemana – mana, dan bersyukur mempunyai sahabat seperti Renjun dan teman seperti Jaehyun, dia memaklumi jika Noona nya tidak selalu ada bersamanya, karena dia sudah sangat lelah dengan restaurant yang noona nya kelola itu,
"Ayolah njun~ gue bosen..."
"Ketaman depan situ loh.... Deket astaga...."Saat ini Haechan sedang merayu Renjun untuk menemaninya ke taman depan komplek dekat rumahnya,
Bukanya tidak mau, Renjun hanya sedang lelah,
Coba bayangkan, pulang kerja jam empat dia langsung kesini demi beruang bodoh ini yang selalu mengganggu kerjanya, dengan berulang kali menelponya,
"BERISIK astaga!!"
"Ayo!!" dengan malas Renjun mendorong kursi roda Haechan keluar pekarangan rumahnya dan menyusuri jalanan keluar komplek, dengan ocehan – ocehan girang Haechan,
Sungguh kadang Renjun lupa jika temanya ini sudah berumur 25 tahun jika sikapnya seperti ini, seperti bocah!
Banyak hal yang tidak disangka,
Dia ingat dulu saat pertama bertemu Haechan dimasa MABA,
Renjun pikir dia anak kelas satu SMA yang mencari kakaknya di kampus,
Tubuh dan wajahnya sangat mendukung
Sampai dia tau jika mereka satu jurusan dan sering sekelas,
Haah.. memikirkan itu dia jadi sadar waktu cepat berlalu, rasanya baru kemarin dia bertemu dengan anak polos mengemaskan yang sayangnya sangat menyebalkan dan bodoh setelah mengenalnya,
"Renjun?!" panggilan Haechan menyadarkan dari lamunan masalalunya,
"Gerbang tamanya udah kelewat Renjun bodoh!!""Astaga! Sorry – sorry gue enggak engeh"
"Puter baliklah Njun!!"
"Iya sabar ences!"
Renjun memutar arah kursi roda dan mendorongnya memasuki taman
#
"Injun?? Makan Es Cream enak ya?" celetuk Haechan yang duduk dengan kursi rodanya di sebalah bangku taman yang Renjun dudukin
"Iya," jawab Renjun asal
"Gak mau beli Njun?"
"Ini maksudnya lu nyuruh gue beli?" Renjun mengalihkan pandanganya kearah sahabatnya
"Enggak! Gue mau beli sendiri," kata Haechan
"Ngadi – ngadi nih bocah!"
"Gue aja yang beli," Renjun berkata dengan beranjak dari duduknya
"Coklat ya Njun?!"
"Iye! Banyak mau!" jawab Renjun lalu melamgkah pergi,
Haechan menahan senyumnya,
Ouh,,, sahabatnya itu sangat baik meski di barengi dengan marah – marah,
"Haechan"
Merasa namanya di panggil ia menoleh
Tubuhnya menegang,
Sudut hatinya yang tergores merasa sakit,
Dia belum siap bertemu dengan kenyataan,
"Haechan?"
"Bolehkan aku memohon??"
Haechan hanya diam,"Tolong aku Haechan, aku tau kau lelaki baik,,"
"Aku butuh Mark,, bayiku juga,," wanita itu bersimpuh di depan kursi roda Haechan, Haechan bahkan bisa melihat perut wanita itu yang mulai membuncit,"Tolong berikan Mark padaku"
"Aku mohon,,, aku sudah tak melihat Mark hampir sebulan ini, dia tidak pulang kerumah kita,,"
"Dia berjanji menikahi ku,, tapi sekarang dia menghilang,,"
"Aku mohon, aku tau kau lelaki baik,, aku tau kau cintanya, tapi bagaimana dengaan aku??" Wanita itu memohon dengan tangis"Aku juga korban disini,," Haechan sudah tak kuasa menahan lelahan dari matanya,
Dia tak tega dengan wanita ini, tapi dia juga sakit hati dengan wanita ini,"Aku tak tau dimana dia, "
"Aku juga sudah lama tak melihatnya,"
Haechan menghela nafas panjang
"Berdiri,, percuma memohon padaku, karena aku sungguh tak tau dia dimana,""Tidak mungkin,," bantahnya
"Dia pernah bilang pada ku Kau cintanya, dan itu salah satu alasan dia tidak kunjung menikahiku," rancau wanita itu
"LALU AKU HARUS BAGAIMANA??" Haechan mulai hilang kendali
"Kau tau! Bagaimana rasanya aku!!"
"Aku sebenarnya sudah tau jika orang yang aku cintai tak hanya tidur dengan ku!! Tapi dia juga tidur dengan orang lain!!" Haechan menghapus kasar air matanya, rahangnya mengeras"Tapi siBRENGSEK itu!! Terlalu aku cintai hingga aku menutup otak logisku untuk bersamanya!"
"DIA ADALAH KEBAHAGIAAN KU!! TAPI JUGA KESAKITANKU!!" Haechan mulai tak terkontrol
"SEKARANG AKU JUGA HARUS MEMIKIRKAN HUBUNGAN KALIAN??"
"APA KAU GILLA!!""KOEUN!!"
Wanita itu dan Haechan menoleh kearah sumber suara,
Suara yang Haechan rindukan tapi juga menambah goresan luka di hatinya,
"Apa yang kau lalukan?" desisnya, menarik Koeun wanita yang masih bersimpuh didepan Haechan
"Maarkk.." cicit wanita yang di panggil Koeun
"Aku tau kau pasti menemui dia,,"
"Mark,, aku mohon, jangan pergi Mark,,"
"Anak kita membutuhkan mu,,"
"Kau janji akan menikahi ku kan,,"
"Aku janji akan jadi istri yang baik,, aku akan setia hanya padamu,, jadi ku mohon jangan tinggalkan aku Maark"
Koeun mulai merancau memegang tangan Mark,"Jangan begini Kouen,"
"Jangan ganggu Haechan,,"
"Dia butuh ist-""Pergi dari hadapan ku!!" Haechan muak dengan dengan drama murahan di depanya,
"Selesaikan urusan kalian!!"
Ucap Haecan tanpa melihat keduanya"Haechanie," Mark mendekati Haechan dan bersimpu didepanya,
"Maafkan aku, sungguh maafkan aku,,"
"Aku harus melakukan ini untuk mu dan juga Noona,"
"Aku sangat mencintaimu Sunshine,, selalu dan selamanya,""Sudah?" Kata Haechan dingin
"Kata – katamu barusan tak mempengaruhiku"
"Dimataku kau lelaki brengsek!!"
Sepertinya Haechan akan mulai meledak kembali,"HAECHAN!!"
=========================
Weeehhh....
Apa ni??
Gue yang puyeng liatnya!!

KAMU SEDANG MEMBACA
LELAKI MANIS
ספרות חובבים⚠️⚠️🔞⚠️⚠️ Tolong! WARNING nya udah jelas! ‐---------‐-------------------- Hidup penuh drama melelahkan Setidaknya itu yang bisa diungkapkan dalam kehidupan LELAKI MANIS Lee Haechan, Dipermainkan oleh takdir Hingga membuatnya berulang kali ingin men...