WARNING‼️ JANGAN MENIRU KARYA ATAU PLOT ORANG LAIN, SEMUA AUTHOR TIDAK TERIMA JIKA HASIL DARI PIKIRAN MEREKA DITIRU.
Neji Hyuuga, seorang pria alpha pemimpin perusahaan Hyuuga Group dan bisnis bawah tanah yang dibangun sendiri olehnya sejak masih re...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Siang hari ini Hizashi memutuskan untuk kembali berkunjung ke mansion putra tunggalnya, sebelum kesini dia sempat menelpon ke Konan menanyakan tentang keberadaan Neji. Ternyata putra keras kepalanya itu sedang tidak ada dirumah, dia sudah kembali bekerja ke kantor
Anak itu memang sama sepertinya dulu saat sebelum mengenal mendiang istri tercintanya, sangat gila kerja
Tapi sepertinya ada untungnya juga Neji tidak ada di mansion. Karena jika ada, dia takut kejadian kemarin akan kembali terulang. Kedatangannya kesinipun bukan untuk menemui Neji, melainkan berbicara dengan wanita yang katanya dibeli oleh Neji untuk dijadikan wadah agar dia mempunyai anak
Hizashi segera duduk ditempat yang kemarin, dia menunggu Tenten yang saat ini tengah membuatkan coklat panas untuknya. Tidak lama kemudian, Tenten datang dengan satu gelas coklat hangat dan beberapa toples cemilan ringan
"Tuan, sebelumnya saya minta maaf, tuan Neji sedang tidak ada dirumah"
Hizashi mengangguk "Aku tahu, aku hanya ingin berbicara denganmu"
"Eh?"
"Duduklah"
Tenten segera mendudukkan dirinya didepan replika tuannya ini, mentang-mentang mereka adalah ayah dan anak, seperti tidak ada sedikitpun perbedaan diantara mereka
Mungkin yang menjadi pembeda adalah ayah Neji sudah mempunyai sedikit kerutan dibawah matanya, sedangkan Neji tidak. Ah dan satu lagi, warna kulit ayah Neji sawo matang, sedangkan Neji putih, benar-benar putih bahkan lebih putih dari kulit Tenten
"Ada apa, tuan?"
"Aku ingin kau menjaga Neji, dulu dia adalah anak yang penurut dan baik. Tapi sesuatu yang tidak mengenakkan baginya telah terjadi, dan dia berubah menjadi anak pembangkang seperti sekarang" Hizashi menghembuskan nafas lelah, dia menatap Tenten penuh harap "Tolong, rubah dia menjadi Neji yang dulu"
Wanita dihadapannya ini adalah harapan terakhirnya untuk membuat Neji kembali menjadi pribadi yang hangat, dan tidak selalu memandangnya seolah dia adalah iblis yang menghancurkan hidupnya, kebahagiaannya
Walaupun hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Dia tahu persis apa yang membuat putra semata wayangnya seperti ini, ya itu semua karena dia membunuh wanita yang teramat dicintai oleh Neji, ibunya sekaligus istri yang paling dia cintai juga
Tapi sungguh, tidakkah anaknya itu mau mendengarkan dia terlebih dahulu?
Alis Tenten mengernyit bingung "Maaf, tuan. Sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian?"
Dengan sedikit sungkan, akhirnya Tenten berani melontarkan pertanyaan yang dari kemarin selalu berputar-putar dikepalanya
"Aku telah membunuh istriku, ibu Neji yang sangat dia cintai"