Chapter 25 : Anak Ayah

576 64 27
                                        

The University of Tokyo Hospital, Tokyo, Japan

Tenten akhirnya dapat bernafas lega, donor darah telah berhasil dilakukan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tenten akhirnya dapat bernafas lega, donor darah telah berhasil dilakukan. Jantungnya kini telah kembali seperti semula, berdetak dengan normal. Sungguh, sebelumnya jantungnya terus berdetak tidak karuan. Terasa seperti sedang menaiki rollercoaster, beruntung dia tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Bagaimana tidak? Saat sampai dirumah sakit, Neji langsung mengikuti beberapa pemeriksaan. Dia harus memastikan jika keadaannya sehat dan mampu untuk mendonorkan darah.

Darah mereka memang cocok, sudah tidak diragukan lagi jika mereka adalah sepasang anak dan ayah kandung. Tubuh Neji dinyatakan sehat dan mampu menjadi pendonor.

Tapi, ada saja halangannya!

Ternyata ayah Neji membutuhkan dua kantung darah, sedangkan Neji hanya mampu mendonorkan satu kantung darah saja. Ya, singkatnya Neji tidak mempunyai darah yang cukup karena pola hidupnya yang tidak sehat.

Jika dia tetap memaksakan diri untuk mendonorkan dua kantung darah, badannya akan lemas, untuk sekedar dudukpun dia tidak akan bisa. Sebenarnya dokter mempunyai pil penambah darah untuk Neji, tapi pil itu baru akan bekerja beberapa jam setelah diminum.

Sedangkan saat ini keadaannya benar-benar darurat. Lebih dari satu jam ayah Neji tidak mendapatkan donor darah, nyawa nya tidak dapat diselamatkan.

Kenapa tidak mendonorkan satu kantung darah terlebih dahulu dan satunya lagi menyusul? Tentu itu bukanlah sebuah pilihan, karena dokterpun tidak menyebutkan itu untuk Neji pilih tadi.

Neji hanya punya dua pilihan. Membiarkan nyawa ayahnya melayang, atau nekat mendonorkan dua kantung darah yang nantinya akan merugikan dirinya sendiri.

Tentu tanpa pikir panjang Neji langsung memilih pilihan kedua, dia nekat mendonorkan dua kantung darah pada ayahnya. Dia sudah kehilangan ibunya, dan dia tidak ingin kehilangan ayahnya juga.

Namun, lagi-lagi ada hal yang membuat jantung Tenten hampir jatuh kedalam perut. Darah Neji tidak dapat diambil, karena sang empu sedang dalam keadaan panik. Sederhananya, Neji jadi tidak dapat merilekskan tubuhnya.

Tenten langsung masuk kedalam ruangan tempat darah Neji diambil, bermaksud untuk menenangkan Neji. Dia pikir, Neji panik karena memikirkan tentang kondisi ayahnya. Kenyataannya, bukan itulah alasannya.

Neji panik karena ternyata dia takut pada jarum!

Oke, kalian tidak salah membaca. Seorang Neji Hyuuga yang disegani banyak orang, ternyata takut pada jarum.

Kami-sama, Tenten rasanya ingin menangis saja saat itu.

Tapi setidaknya dia bersyukur, Neji dapat tenang dengan cepat setelah kedatangannya. Proses pengambilan darah itu berjalan dengan lancar, walaupun disertai dengan keringat dingin yang membasahi tubuh serta wajah Neji.

A Life Is Different✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang