Kelindan
─────
Benang yang terpilin.
.
•·················•·················•
❛❛Aku memang sedang berusaha melupakan, tapi bohong rasanya jika aku tidak merindukanmu.❞
⚘
•·················•·················•
Hari ini pulang cepat, setengah hari pelajaran sudah langsung dipulangkan oleh sekolah. Gosipnya karena akan ada tauran antar pelajar sore nanti. Pihak sekolah takut jika dipulangkan seperti jam biasanya maka siswa-siswa akan terjebak ditengah-tengah tauran itu dan mungkin akan ikut terluka karena salah sasaran.
Pada masa itu, tauran menjadi hal yang biasa hampir setiap bulan terjadi, entah di daerah mana tapi masih di kota Daegu. Maka dari itu, polisi pasti sudah mendatangi sekolah terdekat untuk memberi peringatan pada sekolah-sekolah dan menjaga di sekitar sana. Tetapi walaupun ada polisi yang datang tetap saja, para siswa itu tidak kenal takut dan malah lebih kejam.
Mereka membawa banyak senjata tajam. Yang aku tau, biasanya mereka yang tauran akan membawa samurai, celurit, golok dan gir adalah yang paling sering mereka bawa. Untuk Jisung jika dia ikut tauran maka dia akan memegang gir motor yang diikat dengan gesper. Dengan senjata seperti itu tentu saja pasti ada korban jiwa, satu atau dua orang itu pasti ada. Tidak mungkin tidak.
Saat mendengar tauran, satu-satunya yang ada dipikiranku hanya nama Jisung. Ya, harusnya aku sudah terlepas dari sosok nakal itu tapi bukan terlepas aku malah semakin dibuat bertanggungjawab akan kenakalan yang dibuatnya. Ketahuilah, dia bahkan menjadi sangat liar setelah hari itu, tentu ini masih menyusahkanku. Karena pihak sekolah mengenalku sebagai kekasih Jisung, alhasil guru BK, bu Yoona malah memintaku untuk menghentikan Jisung. Itulah alasannya aku membuang waktuku untuk mencarinya saat ini.
Aku sudah tahu, jakam itu pastilah ikut dalam tauran bahkan seisi sekokah tahu walaupun katanya bukan dari sekolah kami biang keroknya melainkan sekolah tetangga yang memang terkenal akan kebadungannya.
SMA khusus teknik, mayoritas disana adalah laki-laki itulah sebabnya mereka menjadi biang dari segala keributan di daerah sini. Jisung pernah bilang pada awalnya dia ingin masuk sana tapi ayahnya tidak memperbolehkannya dan malah memasukannya di SMA Neo. Ini rahasia, akhir-akhir ini banyak gosip yang beredar jika ayahnya membayar mahal agar dia dapat masuk ke sekolahku. Ini lah alasan dibalik kenapa murid nakal seperti Jisung bisa menetap di sekolah yang cukup ternama ini dengan segala keburukan yang ia lakukan. Jika kalian penasaran.
Dan aku sedikit mendapat pencerahan alasan lain dibalik ucapan kak Mark tentang kenapa kepala sekolah tidak mungkin mengeluarkan anak nakal seperti Jisung hingga detik ini.
Setelah mendengar akan pulang cepat seluruh siswa bersiap-siap merapikan barang mereka untuk kembali kerumah, tapi tentu saja tidak denganku. Aku keluar kelas untuk mencari sosok yang menghantui pikiranku. Dia, Jisung.
Aku tahu, ini hanya di suruh oleh guru BK dan Jisung sudah bukan menjadi urusanku mengingat hubungan kami yang.... sudah selesai (?) Tapi walaupun begitu, aku masih dihantui rasa takut dan aku ingin melihatnya tetap baik-baik saja. Aku masih memiliki hati nuraniku untuk itu.
Sejak pagi aku tidak melihat sosok Jeno maupun Hyunjin. Pesan dan panggilan telepon juga tidak ada yang dijawabnya. Jadi aku sangat bingung harus bertanya pada siapa.
Aku memberanikan diri untuk pergi ke tebe tapi tidak sampai masuk, hanya diteras depan karena aku malu. Aku sedikit mengintip sebelum menemukan sosok Hyunjin sedang asyik merokok didalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Midnight Memories (End)
Teen FictionSuka cerita ini? you can follow me for more stories♡ Kenangan itu datang ketika aku tidak meminta kehadirannya. *** Aku, Wong Chenle akan menceritakan tentang dia, pria yang tiba-tiba saja hadir disetiap lembaran hari-hariku. Sosoknya seperti noda...
