Dexter Maston , 28
Bos mafia di Itali yang terkenal akan kebrutalannya, tapi penampilan dan wajah nya tidak sesuai dengan image mengerikan yang selalu orang bayangkan.
Ia sangat menawan dengan ciri khas jas serba hitam. Mata biru bagai lautan yang...
Kenikmatan yang tak pernah kurasakan sebelumnya membuat seluruh tubuh ku bergetar.
"Aku akan membiarkanmu beristirahat sebentar", bisiknya sebelum membaringkan tubuh disampingku.
Mataku membesar menatapnya.
"Kau salah besar jika berpikir kita telah selesai, itu hanya pemanasan", ia mengedipkan matanya.
Shit! Apa hanya aku yang kelelahan??
"A..apa maksudmu?"
Tangan kanan nya menjalar menyentuh putingku.
"Maksudku.....", lesung pipinya terlihat saat ia tersenyum.
"Dexter..." , aku memanggil namanya saat melihat tatapan matanya mengelap.
Jangan bilang ia ingin melakukannya lagi?
"Lets fuck again"
Bibirnya menyerang sebelum aku bisa menghentikannya. Lidahnya mendominasi dengan agresif, tak memberi celah untukku bereaksi. Tangannya menyentuh area kewanitaanku yang sensitif, lalu menyelipkan satu jarinya kedalam.
Ia terus menggerakkan jarinya, terus menerus menyerang area sensitifku membuat suhu tubuhku kembali memanas dalam gairah. Bibirnya bergerak turun menciumi leher dan tulang selangkaku dengan buas.
Desahanku semakin keras saat jarinya terus menyentuhku dengan liar.
"Hmmmhh... hhh"
Seluruh ruangan seakan berputar dalam penglihatanku.
"Yes.....ahhhh.. hhh"
Dexter berhenti saat aku hampir mencapai klimaks.
"Katakan yang kau inginkan", Dexter bangkit dan memposisikan diri diantaraku.
"Aku....." ,
"Say it" , ia terlihat seperti binatang buas yang bersiap siap memangsa.
"Fuck me", pintaku yang tak lagi dapat berpikir jernih
"Good girl", ucapnya sebelum mendorong seluruh dirinya dan bersatu denganku.
"ahhh....." Kini Dexter tak lagi memberiku ampun, setiap gerakannya semakin mendominan dan cepat. Ia tak lagi menahan dirinya dan bergerak pelan seperti tadi, seluruh ukurannya menembus area kewanitaanku membuatku merasa sedikit kesakitan. "haah... Dext.. ter.. wait" , Melihatku merintih kesakitan, ia memperlambat gerakannya.
"Maaf kan aku" Tangannya menyeka air mata yang mengalir di pipiku. Ekspresi wajahnya terlihat merasa bersalah.
Aku mencium bibirnya, rasa manis dari wine tadi masih dapat kurasakan.
"Fuck!", suaranya serak
"ahhh hhhaa... Yesss... Hhmmn"
"Panggil namaku" , ia berbisik
"Dex..." aku memeluk erat tubuhnya
"Aku akan......" , desahku menahan kenikmatan yang hampir mencapai puncaknya
"You Are Mine Forever" , ia bergumam lalu mengigit leherku
Aku tak lagi dapat berpikir maupun meresponnya. Hanya desahanku yang terdengar.
"Ti Amo " Kata terakhir yang diucapkan Dexter sebelum kami berdua sama sama mencapai puncak.
---------------------------------------
*Beberapa jam yang lalu*
"BAGAIMANA PELAYAN ITU BISA MENEMBUS KEAMANAN?!", suara bentakan terdengar melalui telepon
"Pistol yang digunakan pelaku ternyata kosong"
"Apa maksudmu?!!"
"Pelaku hanyalah pelayan yang telah bekerja selama lebih dari 10 tahun di hotel ini, dari awal ia sama sekali bukanlah seorang mata-mata"
Leo melanjutkan lagi
"Ada orang berpengaruh dibalik kejadian yang memaksanya melakukan misi bunuh diri ini" ,
"Apa lagi yang kau temukan?" , tanya Maston
"Jacob Xarius, anak kedua Antonio."
"Bagaimana bisa aku tak pernah mendengar namanya?",
Sesuatu yang mencurigakan mulai tercium
"Selama ini ia tak pernah terlibat dalam urusan Mafia dan tak banyak informasi mengenainya karna Antonio menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapat. Bahkan Arthur baru mengetahui keberadaan adiknya 5 tahun lalu"
"Jadi ia anak haram Antonio yang tak pernah diakui..." , ucap Dexter
"Dan Jacson adalah identitas baru yang diberikan Antonio padanya"
Mendegar hal itu, Dexter tertawa.
Bosnya yang bahkan tak pernah tersenyum sekarang tiba-tiba tertawa, membuat bulu kuduk Leo naik.
Waktu berlalu sebelum akhirnya Dexter kembali berbicara
"Maksudmu semua kejadian ini berhubungan dengan para Xarius sialan itu?"
"Pada ponsel Cassy juga terdapat kontak Jacson, maka tidak heran jika mereka berhasil melacak keberadaan Cassy dengan mudah. Dan semua bukti yang ditemukan mengarah pada mereka"
"Hm......" , Dexter bergumam
Tak ada yang dapat menebak isi pikiran pria itu sekarang.
"Lalu batu sapphire dari cincin yang ditemukan pada Xmiller telah berhasil membuka pintu ruangan itu"
Kini semua menjadi masuk akal baginya.
Bagaimana ia bisa menangkap Xmiller yang selama ini telah lama menghilang tanpa jejak.
Kebenaran tentang kematian Marco yang terungkap sesaat sebelum ia menjual Cassy.
Dan penyerangan mendadak ini.
"Segera siapkan kapal untuk besok", perintah Dexter
"Apa yang akan kau lakukan bos?"
"Mengikuti permainan mereka" jawabnya sebelum menutup telepon.
(601 words)
YANG MAU LANGGANAN NETFLIX (45.000/BLN) BISA DOWN OFFLINE
LGSG WHATSAPP KE 081213793852 (BANYAK FILM 18+ BARUUU LOHH!!!!) 👉👉
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.