Karna ini special chapter jadi aku updatenya 4 hari lbh awal lohh!! Siapin hati kalian yaa... Jgn baca wkt ada org disamping hihi...
JANGAN LUPA VOTE YA!
Cassy POV :
"Karna kau sangat penting bagiku Cassy"
Tatapan Dexter menunjukkan seberapa serius ia dengan perkataannya.
Aku meneguk habis segelas wine yang kugengam lalu menciumnya.
Terkejut dengan apa yang kulakukan, ia refleks mundur dan melepas ciumanku.
"Kau mabuk?" , kalimat pertama yang diucapkannya setelah aku mengambil inisifatif duluan menciumnya membuat wajahku sangat panas karna malu.
"Ek..kk.. ak..aku hanya...", kata kata ku terbata
"Wajahmu seperti terbakar, apa kau merasa pusing?", tangannya meraih wajahku
"Masuk lah diluar sangat ding....", aku tak membiarkan Dexter menyelesaikan kalimatnya dan lagi lagi mengecupnya.
Ia membalas kecupanku yang amatir dan memimpin dengan irama yang memabukkan seakan kami sedang diatas langit, menikmati setiap kecupan manis.
Sepasang tangan meraih pinggangku, lalu menarik tubuhku agar lebih dekat dengannya.
Detik per detik
menit per menit berlalu
dan disetiap detik yang lewat, ciumannya semakin membuatku candu hingga aku bisa merasakan suhu badan kami yang semakin panas.
Kini aku mengiginkan lebih dari sekedar ini....
Seakan sedang berlari jauh, nafas kami semakin terengah engah dalam ciuman yang kian memanas.
"Stop" , Dexter melepas bibirnya dan berjalan mundur
"Ke.. kenapa?", tak bisa kupungkiri aku merasa kecewa.
"Kau sedang mabuk, " , ucapnya
"Aku tidak mabuk!", bantahku
"Jika kita terus melanjutkannya, aku takkan bisa menghentikan apa yang mungkin akan terjadi"
"Maka lakukanlah! Aku tak keberatan",
layaknya mendengar petir matanya membesar, ekspresi yang menujukkan betapa terkejutnya ia dengan perkataanku. Tidak heran karna bahkan aku sendiri terkejut dengan ucapanku barusan.
"Apa kau yakin?}, ia bertanya yang kubalas dengan anggukan.
"Walau mungkin kau akan menyesalinya nanti?" , mata tajam dan bola matanya semakin mengelap
"Aku takkan menyesalinya" , tak terdengar sedikitpun keraguan dalam tiap kataku.
Entah apa yang membuatku sangat berani malam ini, namun kini aku tahu dengan jelas dengan siapa aku ingin merasakan pengalaman pertamaku.
"Fuck" , gumamnya sambil menyisir rambutnya dengan tangan.
"Dexter!" , sontak aku menjerit namanya dengan kaget saat ia mendekat dengan langkah cepat dan langsung mengangkat tubuhku dipundaknya.
Pintu demi pintu yang kita lewati, jantungku berdegub semakin kencang seakan akan bisa saja meledak kapan pun.
Semua terjadi dengan begitu cepat, hingga otakku tak dapat berpikir dengan jernih selain keinginan untuk lebih dekat dengannya.
Langkah Dexter berhenti, begitu juga dengan jantungku saat sadar kita telah berada didalam kamar utama.
Ia membaringkan tubuhku dengan perlahan lalu saat itu juga kedua mata kami bertemu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Ruthless Mafia
RomansaDexter Maston , 28 Bos mafia di Itali yang terkenal akan kebrutalannya, tapi penampilan dan wajah nya tidak sesuai dengan image mengerikan yang selalu orang bayangkan. Ia sangat menawan dengan ciri khas jas serba hitam. Mata biru bagai lautan yang...
