chapter 12

19.8K 731 14
                                        

Dexter POV :

*setelah pertengkaran dengan cassy*

Setelah membanting pintu dengan keras aku berjalan keruang bawah tanah.
Tidak ada wanita yang berani menentang perkataan ku apalagi menolak ku dan dia dengan berani menolakku. Kalau itu wanita lain pasti sudah tersungkur kaku dilantai sekarang.

Heh... Tenang saja cassy,
hidupmu akan seperti neraka disini sampai ketahap kau berpikir mati lebih baik daripada hidup. Semenyedihkan itu hidupnmu akan kubuat..

"Boss..." sambut anak buah ku yang berdiri didepan pintu ruangan bawah tanah

"Dimana penghianat itu kalian taruh?" , tanyaku

"Sel nomor 12 boss" , jawabnya

"Bawa dia keruang penyiksaan" ,perintah ku

"baik" , jawabnya sambil bergegas pergi bersama 2 anakbuah ku yang lain

Ruangan bawah tanah ini sengaja kubangun lengkap dengan puluhan sel dimana para pecundang menunggu ajal mereka sesudah diinterogasi dan juga tentunya ada ruang penyiksaan yang mereka sebut neraka tapi aku lebih suka menyebutnya
"Ruang Kenikmatan"
why? Because their blood simply brings pleasure to me..

Selang beberapa menit anak buah ku membawa pecundang itu masuk lalu menempatkannya dikursi dan tentu saja dia diikat agak tidak bisa bergerak

"punya pesan terakhir sebelum kau mati?", tanya ku sambil tersenyum

"Persetan denganmu!" *Cuih*

"Heh!...
bawakan aku gunting"

"Kita liat apa dia masih bisa meludah tanpa lidah" , kataku sambil mengambil gunting besar yang diberikan anak buahku

"tidakk.. Aa...maa...maaf , aku akan berikan kau semua informasi yang kutau ... tolong jangan.." , katanya dengan wajah yang sudah sangat pucat

"shhhh.... kemana semangatmu tadi hah?"
"salahkan nasib sial mu karna hari ini aku lagi kesal" ,

Setelah memberi aba aba
Anakbuah ku langsung membuka paksa mulutnya dan dengan brutal lidahnya ku potong

"emgggg emmnhhhhhhgggg rrnngghhhhhhmmm"

Jeritan penuh kesakitan memenuhi ruangan, darah darah kotor yang mengalir.
Inilah yang disebut
"Ruang Kenikmatan"

*Brakkk*
"Bereskan sisanya" , perintahku sambil membuang gunting itu...

Setelah membersihkan tangan yang berlumuran darah aku pun bergegas menuju ruang kerja ku.
Setidaknya amarahku telah terlampiaskan..

Cassy POV:

Aku tidak bisa tidur semalaman , rasanya jika aku tidur mimpi buruk yang terus menghantui ku bisa seketika menjadi kenyataan..

Lily pagi pagi masuk dan mengantarkan sejumlah baju bekas beserta beberapa baju pelayan untuk ku .
Baju pelayannya berupa dress sepanjang lutut ,memiliki pita di bagian pinggang belakang dan semuanya berwarna putih polos.

Setelah berpakaian aku pun turun kebawah menemui lily lalu melakukan segala hal yang diperintah lily.
Dari pagi sampai sekarang aku bekerja bagai kuda . Sudah sekitar 8 jam aku bekerja membersihkan seluruh ruangan di lantai ini dan hanya diberikan waktu istirahat 15 menit untuk makan siang itu. Dan parahnya pekerjaanku juga belum siap sampai sekarang.

"Setelah selesai , lanjut membersihkan kolam yang ditaman" , perintah lily

"haa?" , tanyaku tidak percaya

The Ruthless Mafia Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang