"Kelas dibubarkan sekarang dan sampai bertemu minggu depan,
Piero yang merupakan dosen terfavorit diantara para mahasiswa membubarkan kelasnya.
"Ohh finally..." ,
Dapat terdengar suara suara mahasiswa yang kegirangan.
"Lets go cass", Emerly bangkit dari tempat duduknya dan mengajak Cassy.
"Aku ingin ke toilet terlebih dahulu.. Kau pergilah dulu ,aku segera menyusul.", kata Cassy tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya dan langsung beranjak pergi.
"AKU PARKIR DI TEMPAT BIASA YA!!",
Emerly berkata dengan keras melihat temannya yang terburu buru pergi.
Selama pelajaran Cassy tak dapat fokus karena terus memikirkan bagaimana caranya agar pria gila itu mengizinkannya.
Putus asa karna tak kunjung mendapatkan ide ia pun memutuskan untuk menelpon langsung saja dan mencoba keberuntungannya.
"Halo?", Cassy menyapa saat telepon tersambung.
Tak ada tanggapan membuatnya kembali bertanya.
"Apa kau disana?"
"Aku mendengarkan", suara berat pria terdengar dari ujung telepon
"Oh okayy"
Tak ada yang berbicara untuk sejenak hingga Dexter kembali berkata.
"Jangan membuang waktuku"
"Bolehkah.. Aku pergi berbelanja dengan teman?"
"Siapa?"
"Emerly..
"Dan?"
"Tak ada lagi, hanya berdua dengan Emerly"
"Kemana?"
"Mall terdekat , ia ingin aku bantu memilih kado untuk pacarnya"
"Kapan?"
"Sekarang.. "
"Oh!! Dan aku pasti akan pulang sebelum jam 7 malam"
"Tidak boleh " , kata Dexter
"What?"
"Tapi kenapa?" , Cassy bertanya tak terima dengan jawaban pria itu.
"Aku tidak perlu memberitahumu", ucap Maston menunjukkan keangkuhan.
"Jelas perlu!" , kata Cassy dengan nada tinggi
"Apa kau sedang memerintahku?", peringat Dexter
"Please....", tentunya Cassy tahu ia tidak bisa keras saat berhadapan dengan pria ini.
"Sebutkan satu alasan mengapa aku harus mengizinkanmu"
"Karna aku meminta mu?",
"Oh dan siapa kau?",Maston yang bertanya dengan nada sindiran.
"Pelayanmu.....", jawab Cassy dengan suara kecil.
"Aku tak bisa mendengarkanmu" , ejek Dexter
"PELAYAN MU",
Suara yang tadinya kecil tiba tiba menjadi keras hingga membuat Dexter menjauhkan ponselnya dari telinga.
"Perhatikan nadamu"
Cassy menirukan kata Dexter tanpa suara, tahu pria ini akan mengatakan kalimat tersebut.
"No. End of discussion"
Suara serius dari seberang telepon dengan tegas berkata.
"Kalau begitu untuk apa kau tanya panjang lebar?!", kini Cassy yang sangat kesal langsung menutup teleponnya setelah selesai.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Ruthless Mafia
RomanceDexter Maston , 28 Bos mafia di Itali yang terkenal akan kebrutalannya, tapi penampilan dan wajah nya tidak sesuai dengan image mengerikan yang selalu orang bayangkan. Ia sangat menawan dengan ciri khas jas serba hitam. Mata biru bagai lautan yang...
