chapter 11

24.4K 897 50
                                        

Sebelum memulai, diatas ada gambar referensi mansion dexter ya guys 😊

----------------------
Cassy POV

"Dorr!!
Aku dibangunkan oleh suara tembakan yang keras. Ternyata aku tertidur dilantai saat sibuk memikirkan jalan keluar dari neraka ini. Belum 1 hari lewat sejak aku tersadar setelah diculik tapi tempat ini sudah seperti neraka saja.

Dor!!
Tembakan itu terdengar sekali lagi. Tanpa berlama lama aku berubah ke posisi duduk lalu berdiri, berjalan perlahan menuju pintu. Dengan ragu aku membuka pintu dan berjalan kearah sumber tembakan.

"Saya janji akan membayar hutangnya..tolong jangan bunuh sayaa.. Tolong.."

Isakan tangis seorang wanita terdengar saat aku mendekati tangga menuju kebawah

Dor!!
"arghhhhh!!!....
Tembakan dan jeritan wanita itu terdengar memenuhi ruangan. Semakin ku dekati tangga semakin aku sadar kalau wanita itu tante ely.

Berlari menuju bawah aku hampir pingsan saat disungguhi pemandangan yang selalu muncul dalam mimpi burukku. Tante ely duduk berlumuran darah disamping mayat suaminya yang tergeletak.

"Tan.. Tante?"

"Cassy.. " ,tante memanggilku ditengah isak tangisnya.

"APA YANG KAU LAKUKAN?!!" ,teriak ku sambil berlari ke arah tante ely

"tan tante.... " ,panggil ku sambil meneteskan air mata

"Minggir sebelum kau juga kutembak", suara dibelakangku terdengar

Berbalik dan menatapnya
"kau.. Apa yang kau lakukan? Aku sudah menuruti semuanya bukan? Ha??!!!!" , teriak ku lagi

Dor!! 
Sekali lagi tembakan terdengar seiring dengan jeritan tante ely

"arghhhhhhh!!!  Tangankuuu!!!!" jerit sakit tante memenuhi ruangan besar ini

Dexter sekali lagi menembak tangan tante..
Brengsek! Ia bukan hanya membunuh namun menyiksa tanpa belas kasih juga

"kumohon berhenti. Kumohon!!!"
Kataku sambil menangis tak karuan

"apa salahku? Apa salah tanteku? Kenapa kau mengingkari perjanjian?" , tanya ku disela tangis memberikan tatapan memohon padanya

Dingin
Tatapannya dingin dan tak bergeming.

"Kenapa? Ini hanyalah hukuman kecil cassy. Kau harusnya berpikir sebelum bertindak." ,jawabnya dingin dan tanpa ampun

"a aku..  Ma maaf... Tolongg.. Ma maaf.. "

"memohonlah terus, hanya itu yang bisa kau lakukan jalang" , katanya sambil tertawa

Aku hanya terus menangis tanpa bisa berbuat apa apa. Kenapa?? Apa salahku??!!

Dor!!
Satu tembakan terakhir dan suara tante ely tak terdengar lagi.

Terdiam
Aku hanya bisa terdiam. Terlalu takut untuk balik dan melihat tante ely.. Aku tidak mau mengakui apapun yang ada dipikiranku

Menarik dagu ku keatas hingga kita saling bertatapan, dexter kembali tersenyum. Senyuman yang sama setelah ia membunuh lelaki tua di club itu. Tempat terkutuk yang mempertemukan kita...

"selanjutnya mungkin teman baikmu.. "

"TIDAK!!! "

Aku terduduk. Air mata membasahi seluruh pipiku. Menatap dinding kosong dan keadaan sekitar menyadarkanku kalau semua hanya mimpi.
Mimpi yang sangat buruk.
Aku sangat lega saat menyadari semua hanya mimpi, tapi...
Perasaan sedih dan takut masih tertinggal jelas dikepalaku.. Bagaimana jika mimpi ini menjadi kenyataan?
Menyelipkan sehelai rambutku yang jatuh diwajah kebelakang telinga sambil beranjak berdiri. Berjalan kearah jendela kecil, aku dapat melihat jelas bintang bintang bersinar menghiasi langit yang sudah gelap.

The Ruthless Mafia Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang