CASSY POV :
"Turunkan aku!!"
Suaraku terdengar memenuhi seluruh ruangan
Tanpa menghiraukan rontaanku, monster ini terus berjalan lalu menempatkan tubuhku diatas ranjang.
"Mau apa kau?!" ,
Panik yang tak lagi dapat kusembunyikan saat ia semakin mendekat padaku.
Senyuman sinis itu kembali terukir di ujung bibirnya.
Aku berusaha menghindar dan melarikan diri namun dengan cepat ia meletakkan kedua tangannya masing masing disampingku memerangkap tubuhku di dalamnya.
"Aa.. Apa yang sedang kau lakukan?!", aku bertanya dengan keras.
Kedua tanganku berusaha mendorongnya bahu bidangnya yang kemudian hanyalah usaha sia sia. Mendorongnya seakan seperti sedang mendorong sebuah dinding.
Ia tak bergerak sedikit pun tak peduli seberapa besar tenaga yang kukeluarkan.
"Sial!"
Aku mengumpat kesal.
"Singkirkan tanganmu" ,
Wajahnya tak lagi tersenyum.
Sorot matanya berubah menjadi dingin dan mengintimidasiku.
"Kau kira aku sungguh ingin menyentuhmu?"
"Hands off. Jangan membuatku marah"
Matanya menatap tajam kedua tanganku yang menyentuh jas hitamnya.
Jadi ia boleh menyentuhku sesuka hati namun aku tak dapat melakukan hal yang sama?
"Singkirkan badanmu terlebih dahulu" aku menolak untuk terintimidasi olehnya.
Jantungku berdegub sunguh kencang, aku takut apa yang akan ia lakukan saat benar benar marah.
Namun tentu saja egoku takkan mengalah.
Tiba tiba sorot matanya berubah seolah olah ia mendapatkan sebuah ide.
"Aku rasa kau perlu sedikit pelajaran" ,
Tangannya menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajahku.
"Aku tak suka wanita yang tak patuh",lanjutnya membelai wajahku.
"Aku tak perlu kau menyukaiku"
Sekali lagi aku berusaha mendorongnya.
Walau tak menunjukkan amarah namun gerakan dan ekspresinya sekarang justru lebih menakutkan.
Aku ingin segera pergi dan kabur dari sini.
Penyesalan atas keputusanku mulai muncul.
Wajahnya semakin dekat.
Aku berusaha mundur menjauhinya , tapi kepalaku menyentuh bantal dan tak ada lagi ruang untukku bergerak.
Ia menarik lalu meletakan kedua tanganku keatas kepalaku.
Tangannya menahan kedua pergelanganku.
"Lepaskan!!"
Aku meronta berusaha melepaskan gengamannya.
Ia mulai mendekatkan wajahnya hingga hanya tersisa beberapa senti jarak dariku.
Matanya menatap bibirku.
Aku memejamkan mataku saat kukira ia akan menciumiku lagi.
Tapi ternyata dugaanku salah.
Ia mulai mencium leherku lalu mengigitnya dengan kasar.
"Berhenti!! Lepaskan!!"
Aku terus melakukan perlawanan.
Tenaganya sungguh kuat.
Ia dengan mudah menahanku yang sedang memberontak dengan sepenuh tenaga.
Walau gigitannya tak cukup sakit hingga membuat leherku berdarah namun aku yakin pasti akan meninggalkan bekas.
Terlebih ia melakukan hal itu berulang ulang di berbagai tempat.
"Bekas dileherku sebulan yang lalu juga ulahmu?"
Aku teringat dengan kejadian sebulan lalu dan sekarang tau siapa pelakunya Pria itu berhenti lalu menatapku.
Lagi lagi tatapannya dingin dan mengintimidasi.
Namun disaat yang bersamaan aku dibuat terpukau dengan mata biru menyalanya. Layaknya laut biru yang sangat dalam. Semakin dalam kau menatapnya, akan semakin berbahaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Ruthless Mafia
RomantikDexter Maston , 28 Bos mafia di Itali yang terkenal akan kebrutalannya, tapi penampilan dan wajah nya tidak sesuai dengan image mengerikan yang selalu orang bayangkan. Ia sangat menawan dengan ciri khas jas serba hitam. Mata biru bagai lautan yang...
