chapter 20

21.2K 605 50
                                        

Author's POV :

Tok tok tok
Sebuah ketukan pintu menyela dalam pembicaraan mereka

"activate microphone"

Ting
Sebuah nada terdengar lagi tanda mikrofon telah diaktifkan.

Dengan kekayaan yang berlimpah tentu dexter melengkapi rumahnya dengan teknologi tercanggih dan tingkat keamanan yang tinggi

"ada apa?" , tanya dexter seolah tau siapa yang berada dibalik pintu

"miss erika bersikeras ingin bertemu" , jawab carlos dari balik pintu

"berikan apapun yang dia inginkan dan peringatkan untuk tidak kembali lagi" , kata dexter dengan tegas dan dingin

"baik" , jawaban yang kemudian diikuti langkah kaki

"inactivate microphone" (dexter)

Ting

"pasti wanita yang barusan dibicarakan itu salah satu dari kesekian wanita yang ia campakan setelah bosan", pikir cassy dalam hati

"apa aku juga akan dibebaskan setelah ia bosan? Dan aku bisa bebas pergi dari sini? Atau.. Apa aku akan langsung dibunuh setelah ia bosan?" , pikiran terakhir cassy membuatnya sangat takut.

"duduk" 
Cassy pun melangkah dan duduk disofa yang berada paling jauh dari dexter

"closer "

"tidak papa! Aku lebih nyaman disini" , elak cassy dengan cepat. Ia merasa sangat tidak nyaman.

"dont make me repeat myself" , katA dexter dengan suara rendah tapi mengancam

Cassy menatapnya sebentar lalu memutuskan untuk mendengarkan perkataannya.
Ia ingin cepat cepat keluar dari ruangan ini dan jalan satu satunya saat ini hanya melakukan apa yang perintahkan dexter.

"siapa lelaki ini?" (dexter)

Foto diatas meja memperlihatkan wajah jack dengan sangat jelas

"jack, teman kuliahku"  , jawab cassy seperti sedang diinterogasi guru saat ketahuan berbuat kesalahan

"jelaskan"

"what?"

Dexter tidak menjawab, wajahnya tak berekspresi

"apa yang perlu dijelaskan?"
Cassy bertanya karna memang merasa bingung

"Aku tidak melihat ada kesalahan dalam foto itu" (cassy)

"aku tidak suka kau disentuh pria lain" kata dexter terang terangan kini dengan wajah sedikit marah

"Tapi jack cuman teman dan normal saja jika ia memelukku setelah sekian lama aku menghilang" , jelas cassy dengan nada menyindir dexter yang telah menahannya selama seminggu

Jawaban cassy membuat dexter semakin marah. Tidak ada yang pernah berani menentang apa lagi mempertanyakan peraturannya. Jika pun ada pastinya mereka semua sudah mati.

"should i kill him?" , ancam dexter kini berusaha menahan amarahnya

"apa? Kau sudah gila?"

"try me" , tantang dexter dengan mata tajam

Cassy hanya diam menatap pria didepannya dengan tatapan seolah ia gila

"kenapa? Kenapa kau harus mengatur semuanya?"

"because you are mine! Tidak ada yang boleh menyentuh milikku!!" ,bentak dexter

"if i said no then it means no! Understand?!!" , peringatan dexter membuat bulu kuduk cassy naik

Ia hanya diam dan sekarang menatap lantai, takut jika mengucapkan satu patah kata yang salah akan membuat lelaki gila ini semakin gila.

"jawab! Apa kau mengerti?!" , tanya lelaki dihadapannya dengan nada tinggi

cassy menjawab dengan anggukan.

Puas dengan jawaban cassy yang akhirnya menurut akhirnya dexter memutuskan untuk melepaskan cassy. Untuk saat ini.

"unlock the door"
Ting

"go" , cassy langsung pergi saat diberi kesempatan

Begitu ia keluar dari ruangan, kakinya langsung lemas dan ia langsung berlari ke kamarnya.

------------------------------------------
Telepon dexter berdering dan saat  nama erika muncul dilayar.

"apa?!" ,  jawab nya dengan ketus karna ia memang sedang tidak mood dan wanita yang menelponnya membuatnya semakin muak

"honey... Kenapa kau tidak mau menemuiku? Aku sangat rindu denganmu" , rengek wanita dalam telepon itu dengan suara genit

"apa maumu?" ,
Dexter ingin sekali membunuh wanita ini, karna terus menerus menggangunya.

Tapi ia bukan wanita biasa melainkan erika levine yang merupakan artis inggris terkenal.
Membunuhnya akan sedikit rumit jadi ia lebih memilih menghiraukannya.

Hubungan mereka selama ini juga tidak lebih dari sex. Dexter yang awalnya tertarik dengan kemolekan tubuh erika kini tidak lagi tertarik semenjak munculnya cassy, mangsa barunya.

"aku sangat rindu dengan sex kita yang luar biasa.. Apa kau tau setiap malam aku harus menyentuh diriku sendiri sambil membayangkanmu?" , suara seksi erika terdengar sangat menggoda

Setiap lelaki yang pernah berhubungan dengannya pasti akan tergila gila untuk selanjutnya dan erika akan memanfaatkan koneksi serta kekayaan lelaki lelaki itu sampai ia mendapatkan mangsa baru. Tapi dexter yang mencampakkannya setelah beberapa bulan membuatnya tidak terima dan semakin ingin memiliki dexter.

"aku tidak tertarik" , kata dexter dingin

"apa karena wanita baru itu sekarang kau membuangku?"

Saat tidak mendapat jawaban, ia pun melanjutkan ucapannya

"oh dexter, ia terlalu muda dan apa wanita bodo tak berpengalaman sepertinya mampu memuaskanmu?!"

"watch your words"

"sekarang kau bahkan membelanya? Apa sekarang kau menganggap lebih dari sekedar mainan?"

"jangan menggangguku, ini peringatan terakhir" , dexter langsung menutup teleponnya

"benar benar memuakkan" , pikirnya

Lebih dari mainan? Heh
Baginya didunia ini hanya ada tiga jenis wanita. Wanita yang ia tidak tertarik, wanita yang ingin ia tiduri, dan terakhir wanita yang sudah ia campakkan.

Tentunya erika termasuk wanita yang sudah ia campakkan dan dexter tidak pernah mengambil kembali sesuatu yang telah dibuang.

Tak lama sebuah pesan masuk

Carlos :
"Xmiller sudah ditemukan"

Dexter :
"Bawa keruang bawah tanah"

Senyuman sinis kini terpancar diwajah dexter, timing yang pas.

------------------------------------------
Jgn lupa vote n share ya

The Ruthless Mafia Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang