Dexter Maston , 28
Bos mafia di Itali yang terkenal akan kebrutalannya, tapi penampilan dan wajah nya tidak sesuai dengan image mengerikan yang selalu orang bayangkan.
Ia sangat menawan dengan ciri khas jas serba hitam. Mata biru bagai lautan yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Source : Google
Sebuah mobil sport Bug*tti melaju kencang diatas salah satu jembatan paling ikonik di London, Tower Bridge. Cassy yang tak pernah mengunjungi kota indah ini terkagum kagum melihat pemandangan indah kota London pada malam hari yang terang terhiasi lampu lampu berwarna. Walau telah pukul 3 dini hari, namun suasana jalanan masih sangat ramai.
"Kita sedang menuju kemana?" Cassy bertanya memalingkan perhatiannya pada Dexter. Pria yang sedang menyetir hanya dengan sebelah tangan kirinya sungguh terlihat lebih menawan.
Malam itu dimata Cassy, pria itu terlihat sangat tampan dengan matanya yang tajam menatap kearah jalanan. Hidung yang mancung dan rahang tajam bak aktor hollywood. Mata cassy tak lagi memperhatikan pemandangan diluar mobil, kini ia tak dapat melepas pandangannya dari wajah tampan itu.
"Hotel ku" Ucapan Dexter menyadarkan Cassy dari lamunannya.
"Hotelmu?" Cassy mengulang perkataan pria itu dengan pertanyaan.
"Oh Aku lupa! Kau sangat kaya hingga tak akan berpergian dengan jet yang sama bersama bawahanmu lainnya."
"Apa itu pujian?"
"Apa kau bangga?" Sarkasme lainnya terdengar.
Berbeda dengan Dexter biasa yang serius dan pemarah , apalagi jika ada yang lancang padanya dan menyindirnya.. Pagi itu ia terlihat tenang dan hanya tersenyum mendengar sarkasme pedas itu. Namun bukan senyuman sinis yang biasa ia tampilkan. Senyum sungguhan yang tak pernah ia tunjukkan sebelumnya.
"Untuk apa ke London?" Cassy gugup bertanya.
"Bisnis"
Peristiwa saat ia menyaksikan pembunuhan diklub malam itu kembali terlintas dibenak Cassy. Ia takut harus menyaksikan hal yang sama lagi untuk kedua kalinya.
"Pembelian hotel" Seolah dapat membaca pikiran, Dexter tahu apa yang di khawatirkan wanita disampingnya.
"Apa kau mempunyai banyak asset di London??"
"Jari tanganmu saja takkan cukup menghitungnya"
"Apa kau sedang pamer?!" Cassy menyipitkan sebelah matanya,kesal mendengar ucapan penuh kesombongan itu.
"Apa kau tersinggung? "
Cassy memutar bola matanya kehabisan kata kata.
"Wahhh... apa itu Big Ben? Sebuah menara jam yang bersinar terang menjunjung tinggi terlihat dari kejauhan.
"Ini adalah pertama kalinya aku melihatnya! "
Dexter mencuri pandang wanita disampingnya yang terlihat sungguh girang , layaknya seorang anak kecil yang mendatangi Disneyland untuk pertama kalinya. Tanpa sadar ia juga ikut tersenyum kecil melihat Cassy.