Chapter 22 - New Task

9K 462 34
                                        

Note: Foto referensi outfit Dexter dichapter ini
Source : Bukalapak 😅
------------------------------------------------------

Suara petir mengelegar diiringi hujan deras membasahi tanah. Pagi ini terasa lebih dingin dari semalam. Cassy bergegas turun membantu lily menyiapkan sarapan untuk Dexter. Seperti janjinya, kini Cassy hanya bertugas mempersiapkan makanan dexter setiap pagi dan malam.

"Morning Lily" , sapa Cassy

"Morning" , jawab Lily terlihat sedang menyiapkan secangkir kopi didapur.

"Wah... Harum sekali, biar aku saja yang menaruhnya diruang makan", kata Cassy kepada salah satu pelayan lainnya.

"Tidak perlu", potong Lily berjalan kearah mereka

"Bawa kopi ini kekamar tuan muda" (Lily)

"Ehh...... Bagaimana bisa aku masuk kekamarnya" , respon Cassy cepat.

"Kenapa tidak? Jika ingatanku tidak salah, ini juga bukan pertama kalinya bukan?"

Ucapan Lily membuat wajah Cassy memerah teringat apa yang terjadi saat ia pertama kali terbangun dikamar Dexter.

"Emmm... Tidak bisakah ..ia minum saat sarapan saja?" , tanha Cassy dengan mata penuh harapan.

"Tidak bisa" , Lily menjawab sambil menyodorkan kopi itu

"Lagi pula tugasmu mulai hari ini adalah mengantarkan kopi ini dan membereskan kamar tuan muda setiap pagi" (Lily)

"Hah?!?" ,
Tugas baru yang diberikan Lily membuat Cassy hampir menjatuhkan kopi yang sedang ia pegang.

"Cepat pergi sebelum kopinya dingin", perintah terakhir Lily sebelum pergi melanjutjan tugasnya.

Sial.. Seharusnya aku tahu menjadi pelayan pribadi pria gila itu adalah sebuah bencana! ,
Pikir cassy dalam hati.

**************

Apa yang dikatakan Xmiller benar.
Sebuah pesan masuk dari Leo.

"Speak"
Dexter yang menerima pesan itu langsung menelepon anak buahnya.

"Kematian Marco dipalsukan. Ia dan istrinya tidak pernah naik pesawat hari itu karena mereka telah dibunuh dua hari sebelum jadwal penerbangan yang artinya sehari sebelum kematian tuan Luca" (Leo)

"Apa kau yakin?" (Dexter)

"Positive bos" jawab leo dengan yakin

Dexter : Cek keaslian cctv pada malam pembunuhan Luca.
Pesan yang dikirimkan kepada Carlos begitu panggilannya dengan Leo selesai.

Tok! Tok!

Tidak ada jawaban

Tokkk!! Tok!!!!!!

Kali ini Cassy mengetok pintu lebih keras lagi.
Namun tidak juga kunjung mendapat perintah untuk masuk

"Apa ia tuli?", gumam Cassy

Tok!! Tok!! "Hello??! (Cassy)

Setelah menunggu sekian lama dan masih tak ada jawaban, ia pun memberanikan diri untuk langsung masuk kedalam.
Kegelisahan yang sedari tadi dirasakan Cassy sebelum masuk seketika memudar saat tidak melihat keberadaan pria itu.

Melihat keadaan itu Cassy langsung bergegas meletakkan kopi yang dibawanya diatas meja dan bersiap untuk melarikan diri sebelum manusia yang ia takuti kembali.

The Ruthless Mafia Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang