Cassy POV :
*****
"Daddy! coba lihat gambar yang barusan ceecy buat"
"wahh, ini daddy cassy?"
"iyaa ini daddy, ini mommy dan ini ceecy"
"Wah!! Tapi kenapa daddy agak aneh ya.."
"hahhahahahhaha"
Tawa cassy terdengar memenuhi ruangan
"Hitam hitam ini apa cas? "
"ohh itu tayoo daddy"
"What?? Ini tattoo daddy?"
Marco tertawa geli melihat tingkah putrinya.
Tringgg tringgg!!
Suara telepon rumah terdengar
"sebentar ya princess" ,
Marco mengelus rambut cassy sambil beranjak berjalan menerima telepon yang masuk .
("Apa??! Sudah kuduga Luca sialan itu akan curang!! Cari pembunuh bayaran dan selesaikan dia!" )
Terdengar suara dari ujung telepon yang terdengar sedang marah.
"Daddy are yu owkay?" ,tanya Cassy kecil saat melihat raut wajah ayahnya
Marco hanya tersenyum dan mengecup dahi putri kesayangannya.
****
"Cassy !! Cassy!! Are you okay?"
Aku terbangun karena dikejutkan oleh suara ribut yang memanggil ku. Ughhh!!
Ternyata aku tertidur didalam bak hingga tanganku berkerut.
"Aku pasti telah lama tertidur" Kaki ku perlahan bangun dan berjalan menuju pintu
"lily?" tanya ku dibalik pintu
"Apa kau sudah selesai?? Cepatlah keluarlah, sudah hampir sejam kamu didalam" , kata lily samar terdengar khawatir
"baiklah.. sebentar" ,
Cepat cepat ku keringkan badan dengan handuk yang tergantung didinding lalu memakai baju yang telah disediakan oleh lily.
Ternyata ini adalah kemeja berukuran besar dan tampaknya ini milik seorang laki laki...
Tanpa berlama lama aku menyelipkan kemeja itu dan keluar.
"apa yang kamu lakukan hingga sejam lebih didalam sana cassy?" , tanya lily
"Aku ketiduran " , jawabku takut melihat wajah lily.
"Tadinya jika kau tak menyahut lagi, aku sudah akan memanggil tuan muda untuk mendobrak pintumu.."
Aku menatap Lily dengan terkejut.
"Karna kukira terjadi sesuatu padamu"
Lanjut Lily
"Baiklah tuan muda sudah menunggumu diruang kerjanya"
Aku mengangguk
"eh... Lily.... Bolehkan aku bertanya jam berapa sekarang?"
Sejujurnya aku tidak tahu sudah berapa lama berada disini, handphone dan tasku juga diambil mereka.
"jam 4 sore, ayo kuantar ke kantornya setelah ini aku masih harus menyiapkan makan malam" ,
jawab lily sambil berjalan keluar yang lalu kuikuti
Tempat ini ,bukan ini lebih seperti mansion yang sangat luas dan mewah. Begitu keluar dari kamar, mataku langsung dikejutkan dengan berbagai barang antik yang terlihat sangat mahal terpajang di setiap sudut.
Dinding berbasis putih hitam dan tangga marmer dengan lampu gantung kristal besar menjadikan mansion ini sangat mewah. Terdapat beberapa kamar juga dilantai ini.
Aku berusaha mengimbangi langkah lily yang cepat bergerak menuruni tangga,
kenapa tangganya begitu panjang?
Sesampai dibawah aku kembali terkejut dengan ruangan makan dengan meja yang panjang, mungkin muat 30 orang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Ruthless Mafia
Storie d'amoreDexter Maston , 28 Bos mafia di Itali yang terkenal akan kebrutalannya, tapi penampilan dan wajah nya tidak sesuai dengan image mengerikan yang selalu orang bayangkan. Ia sangat menawan dengan ciri khas jas serba hitam. Mata biru bagai lautan yang...
